Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
149. Kado spesial


__ADS_3

"Kak Adry mana?" tanya Zahra ketika tidak mendapati sosok sang kakak kedua nya.


Fahreza dan lain nya tampak gugup, tak tahu harus berkata apa, pasal nya mereka tidak ingin sang adik merasa kecewa dengan ketidak hadiran Adry. "Adry berada di Canada untuk menyelesai kan S3 nya." ucap Fahreza dengan hati-hati.


"Kenapa aku gak tahu mengenai itu. Dan sejak kapan kak Adry pergi? mengapa kalian selalu menyembunyi kan segala nya dari ku." tanya Zahra dengan sedih, ia pun seketika terduduk lemas tak kalah mengingat kepergian Adry yang tiba-tiba tanpa berpamitan kepada diri nya.


"Hey, kok sedih sih." ucap Adry dari balik layar proyektor yang telah di siap kan oleh Fahreza dan Donny mengingat akan Zahra yang akan marah besar kepada mereka.


Zahra seperti samar mendengar suara Adry yang menyapa nya, ia pun perlahan mengangkat wajah nya mencari arah suara tersebut, tepat saat itu pun ia melihat sosok sang kakak yang sedang tersenyum ke arah nya.


"Teruntuk adik gadis ku, maafin kakak ya, gak bisa hadir di pernikahan kamu. Tapi kakak udah nyiapin kado istimewah untuk kalian berdua." ucap Adry saat Zahra sudah menatap ke arah nya.


Fahreza, Donny dan Alfian pun berjalan membawa sebuah kotak di masing-masing tangan mereka, dan itu semua adalah kado pernikahan yang telah Adry siap kan untuk sang adik.


Zahra pun menerima kotak pertama dari tangan Fahreza.


"Ayo, di buka." ucap Adry dengan bahagia, namun seketika ia merasa sedih saat mendapati sosok yang ia cintai berdiri tepat di samping altar sembari melihat ke arah nya.

__ADS_1


Kotak tersebut pun berisi sebuah rangka mobil terbaru beserta kunvi dengan kisaran harga ratusan dollar. "Wow amazing." teriak Zahra tak percaya jika sang kakak memberi kan ia sebuah kado dengan harga ratusan dollar.


"Ayo ambil, itu hadiah kedua yang telah kakak janji kan untuk mu waktu itu!" seru Adry kembali.


Donny pun menyodorkan kotak pesergi panjang tersebut. Zahra begitu terkejut ketika melihat isi dari kotak tersebut, ia pun menutup mulut nya menggunakan sebelah tangan nya.


"Kakak, ini kan lukisan kakek yang rusak/sobek waktu itu, kok bisa menjadi utuh kembali." tanya Zahra tanpa terasa butiran bening itu pun lolos.


"Kamu ingat nggak, saat kamu hendak masuk ke kamar kakak, namun kakak mengusir mu. Itu semua karena kakak sedang melukis gambar yang kakek berikan kepada mu yang tidak segaja kakak sobek. Dan kakak berjanji akan mengembali kan lukisan itu kepada mu dan kakak berpikir jika ini adalah waktu yang tepat untuk melihat senyum mu lagi." jelas Adry dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Ambil dan bukalah kotak terakhir di tangan Alfian, kau pasti akan menangis ketika melihat isi dari kotak itu." ucap Adry kembali dan berhasil membuat semua tamu dan sanak saudar memutar bola mata mereka.


Seketika Zahra pun menangis bak seperti anak kecil, ia tidak menyangka jika sang kakak tahu mengenai beberapa cita-cita nya. Fahreza, Donny, Alfian beserta Leon pun menatap Adry dengan tajam nya, namun sang empuh hanya tertawa terbahak bahak. "Gak lucu goblok!" pekik Reza dengan kesal nya saat melihat Zahra yang menangis sejadi jadi nya.


"Haha, jangan di bawa serius bro, lihat aja bentar lagi gadis soplak itu bakalan kegiranagan." balas Adry masih dengan tawa nya.


Zahra pun berdiri dan berloncat loncat di atas Altar. "Adryansyah Chandra, kau pria terhebat ku! kali ini kau berhasil membuat ku tidak marah atas ketidak hadiran mu, aku berjanji akan membalas mu dengan berlipat lipat ganda. Aku mencintai mu, kakak." teriak Zahra seperti orang gila, dan semua pun tampak bingung dengan mood Zahra yang tiba-tiba menangis dan sekarang malah kegurangan seperti mendapat durian runtuh.

__ADS_1


Fahreza pun mendekati sang adik, dan menaruh telapak tangan nya di kening Zahra, tidak demam. Zahra pun menepis tangan Fahreza. "Siapa juga yang sakit." ketus Zahra dan itu berhasil membuat Adry terbahak bahak.


"Emang enak di gituin!" pekik Adry bahagia bisa melihat kesengsaraan sang kakak.


"Kalian pasti penasaran kan kenapa gadis labil itu jingkrak jingkrak seperti tadi." ucap Adry dengan menaik turun kan alis nya.


"Jangan bilang jika itu kunci kamar Pa Le Anwar." celetuk Fahreza.


"Emang gue semiskin itu, uang gue sama loh banyakkan gue kali." balas Adry dengan sombong nya.


"Iih..geli aku, dengar loh bicara loh gue kayak gitu, baru juga ke Canada sombong nya minta ampun." balas Fahreza dengan ngeri nya ketika mendengar cara bicara sang adik yang menurut nya sangat lebay.


"Itu kunci galeri gambar Long Ann, seorang pelukis ternama yang mendunia kala itu, dan ia adalah sang mentor dari gadis labil di depan kalian, tidak sia-sia aku berkorban selama tiga bulan lama nya untuk membeli galeri tersebut." jelas Adry kembali.


"Ngomong-ngomong hadiah apa yang kau siap kan untuk nya, kakak?" tanya Adry kepada sang kakak.


"Kamu akan tahu sebentar lagi." balas Fahreza sembari mengelurkan sebuah kotak beludru kecil dari saku celana nya. "Ini untuk mu." ucap Fahreza sembari menyodor kan sebuah kotak.

__ADS_1


Zahra tercengang ketika membuka kotak tersebut. Itu adalah salah satu hadiah yang di idam-idam kan oleh Zahra. "Kak ini beneran untuk aku?" tanya Zahra sembari mengeluarkan kalung tersebut dari dalam kotak. Semua ikut tercengang tatkalah melihat kalung yang berliontin sebuah batu safier yang memancar kan ke indahan yang menyejuk kan mata.


"Ternyata mata mu jelih juga saat memilih sebuah hadiah untuk adik gadis kita." goda Adry.


__ADS_2