Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
123. Semua Demi Kebaikan nya!


__ADS_3

Setelah berdiskusi dua hari lama nya dengan para rekan Dokter lain nya dan mendapatkan hasil kesepakatan, Almira pun dalam suasana hatu dilema. Di mana ia harus membawa jauh Leon dari sisi Zahra untuk penyembuhan Leon semaksimal mungkin dan bangun dari koma nya.


Hasil dari kesepakatan itu pun berujung di mana ia harus mengirim Leon ke rumah sakit Hirslanden Clinique Lacolline, Jenewa tepat nya rumah sakit itu berada di Swiss.


Bimbang, sedih, itu lah yang saat ini di rasakan oleh Almira, namun demi penyembuhan Leon ia dengan besar hati mengambil keputusan ini tanpa berdiskusi dengan Zahra terlebih dulu. Ia pun tidak mengatakan ke mana diri nya akan membawa Leon saat ini karena tujuan nya hanya untuk penyembuhan Leon saja.


Zahra maupun keluarga besar nya saat ini berada di ruangan Leon di rawat, Almira pun masuk namun langkah nya terhenti ketika mendengar keluarga Zahra yang berbicara kepada Leon untuk tetap kuat dan bertahan.


Itu semua berhasil membuat Almira menitihkan butiran bening namun ia dengan cepat nya membersih kan butiran bening di pipi nya. "Kamu, harus bisa Al! semua yang kau lakukan untuk kesembuhan Leon." ucapnya pada diri nya sendiri.


"Zahra, kamu pulang lah dan bersih kan tubuh mu. Sejak kemarin kalian berada di sini dan pasti semua sudah sangat capet, biarkan aku yang merawat Kakak hari ini, kalian bisa kembali besok." ucap Almira dengan berat hati.


"Tidak! aku tidak akan meninggalkan Leon sendiri. Leon pasti akan mencari ku ketika dia siuman nanti." balas nya dengan menggeleng kepala.


"Aku akan secepat nya mengabarimu jika Kakak siuman. Pulang lah dan beristirahat dengan baik, aku pasti akan menjaga Kakak." ucap Almira kembali seraya menutup kedua mata nya agar ia tidak menjatuh kan butiran bening yang sudah penuh di pelopak mata nya di depan Zahra dan lain nya.


"Sayang, apa yang di katakan Al ada benar nya juga, sebaik nya kita kembali dulu, besok kita kesini lagi." ucap Fahreza dengan memeluk erat Zahra yang tampak sedang melamun.


Kali ini Zahra pun menuruti perkataan Almira dan lain nya. Namun sebelum ia beranjak dari kursi nya ia mendekati Leon dan mengecup pucuk kepala Leon berulang kali.


"Al, kami pergi dulu, jika terjadi sesuatu segera hubungi kami secepat nya." ucap Tuan Laksamana.


"Baiklah Paman!" balas nya dengan sedikit tersenyum.

__ADS_1


Setelah melihat kepergian Zahra dan lain nya, Almira pun menelpon Ervan secepat nya. " Gimana Van, apa semua nya berjalan lancar? jika sudah selesai tunggu lah kami di bandara." ucap nya kepada Ervan melalui telpon.


"Semua berjalan lancar, tapi Al" balas Ervan dengan khawatir.


"Masalah Kakak Ipar, kau jangan memikirkan nya! aku akan mengabari nya saat kita tiba di sana." ucap Almira kembali dan memutuskan sambungan telpon tersebut dan segera menyuruh beberapa perawat untuk mendorong Leon menuju mobil ambulance yang sudah menunggu nya di luar rumah sakit.


Hampir satu jam akhirnya Almira beserta Dokter Gunawan tiba di bandara. Ervan yang sejak tadi sudah menunggu kedatangan mereka pun segera menghampiri Almira.


"Keberangkatan kita tinggal 10 menit lagi, ayo cepat." ucap Ervan.


Setelah memastikan tidak ada yang mengikuti mereka, mereka pun segera masuk. Kurang lebih delapan jam mereka berada di pesawat dan akhir nya pesawat mendarat dengan baik di bandara Internasional Zurich.


Jenewa, Swiss.


"Welcome to Switzerland Dr.Almira." sapa Dr.Gerald.


"Thank you Dr.Gerald, nice to meet you." balas Almira dengan melayangkan senyum.


"After we arrive later, there are some things I want to discuss with you." ucap Dr.Gerald kembali dan segera masuk ke dalam mobil setelah nya mereka pun segera menuju rumah sakit.


"Yes Dr.Gerald it's my pleasure." balasnya.


Keluarga besar Zahra saat ini sedang berkumpul di ruang keluarga, namun beda hal nya dengan Zahra, yang sejak tiba sore tadi tidak sekalipun keluar dari kamar.

__ADS_1


"Paman, bagaiman jika kita membawa Adik menemui Dr.Alif." ucap Fahreza seketika.


"Mana mungkin kak, Adik pasti tidak akan setuju." timpal Adry dengan cepat.


"Semua ini demi kebaikan nya, kamu lupa kejadian saat di Batam, beberapa tahun yang lalu, kita tidak bisa membiar kan kondisi nya berlarut larut seperti saat ini. Karena itu akan membahaya kan diri nya sendiri." jelas Fahreza dengan serius.


"Stop..! Paman akan coba berbicara dengan Adik kalian, mungkin saja ia akan setuju dan mau menemui Dr.Alif." ucap Tuan Laksmana seraya menghentikan perdebatan antara kedua keponakan nya.


"Ly, kamu tidur lah lebih awal! Ayah tidak ingin terjadi sesuatu kepada mu dan calon cucu Ayah. Masalah kakakmu jangan banyak berpikir karena akan mengganggu pertumbuhan calon baby mu!" ucap Tuan Laks kembali karena mengkhawatir kan Prily yang sedang mengandung .


"Baik Ayah, Prily masuk dulu." balas Prily dan segera beranjak menuju kamar nya karena saat ini Donny sedang berada di America dan Prily ke Italy untuk menemani Zahra.


Hari pun menjelang malam, di mana Almira menemui Dr.Gerald untuk berdiskusi.


"Dr.Mira, join us tomorrow, during chemotherapy because Mr Leon's only strength right now is you." ucap Dr.Gerald dengan ramah nya.


"Wouldn't it be okay if I and my partner took part in handling your brother. After all, it's against the rules of this hospital!" balas Almira dengan tidak enak hati.


"No! Before you arrived here I had a discussion with the Director of the hospital, and the Director agreed to my request. And I hope that you and your colleagues join my team in healing Mr. Leon." ucap Dr.Gerald kembali untuk menyakin kan Almira.


"Thank you very much Dr.Gerald for the help you gave me. I don't know how to repay your kindness!" balas Almira dengan tersenyum.


"What do you mean Dr. Mira! We are friends, this is what I should do. I hope Mr. Leon recovers as soon as possible so that he can reunite with the people he loves." ucap De.Gerald dengan tersenyum.

__ADS_1


"Thanks again, for the help you provide." balas Almira dan berlalu keluar menemui Ervan dan Dr.Gunawan yang sedang menunggu nya di ruang VVIP di mana Leon di rawat.


__ADS_2