Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
51. Ayah dan Anak


__ADS_3

Donny Balldy berpamitan kepada keluarga besar Zahra karna Dia akan melakukan perjalanan bisnis beberapa bulan.


Om Laks, Ommah, kali ini Donny akan melakukan perjalanan bisnis dan mungkin kita tidak akan bertemu sampai beberapa bulan kemudian.


Terimah kasih telah menerima saya disini dengan begitu baik, Saya akan sangat merindukan si kecil.


Pintu rumah ini akan selalu terbuka lebar untukmu kapan saja Donny. kata Tuan Laksmana.


Donny pun menghampiri Prily yang sedang memeluk baby Aggrita. Sayang sini Papah Donny peluk dulu, Prily pun memberikan baby Aggrita kepada Donny.


Donny begitu menyayangi Aggrita. Anak Papah Donny jangan nakal-nakal ya, Papah Donny akan kembali dengan banyak mainan untuk Aggrita sayang. Donny pun mengecup dahi baby Aggrita berulang kali.


Om, Ommah, Reza, Aku pergi dulu sampai ketemu nanti.


Hati-hati di jalan Donny.


Baik Om. dadaaahh Aggrita sayang.


Kini keluarga Ricard tiba di Airport Internasional Hang Nadim. Mereka telah di jemput oleh supir keluarga Chandra.


Keluarga Ricard di sambut dengan begitu baik oleh keluarga Chandra.


Kini mereka duduk di ruang keluarga, namun Ricard lebih memilih di lantai.


Nak Ricard kenapa kamu duduk di lantai, tanya Tuan Laksmana.


Tidak Apa-apa Paman Laks. Aku tidak pantas duduk di atas, setelah apa yang kulakukan. Ricard menjawab dengan penyesalan.


Ayo berdirilah Nak Ricard, kita bisa bicarakan ini secara kekeluargaan.


Paman Laks, Ommah dan Fahreza Aku sungguh meminta maaf, tapi Aku sangat mencintai Zahra dan tidak ingin kehilangannya.

__ADS_1


Kami sudah memaafkanmu, Apa pun yang telah terjadi biarkan itu, kini kita harus merawat baby Aggrita bersama sama.


Reza panggil Prily dan suruh baby Aggrita di bawah kesini. Tuan Laks menyuruh Fahreza.


Mamah Linda begitu gelisa mencari ke semua sisi namun dia tidak melihat Anak Ricard.


Sayang liat siapa yang datang, Fahreza yang mengangkat tangan kecil Aggrita dan mengarahkan ke arah Ricard.


Ricard yang melihat Anaknya dari kejauhan menitihkan butiran bening dengan derasnya dan berkata Paman Laks, Apa Aku bisa memeluknya sebentar saja.??


Fahreza berjalan menghampiri Ricard dan memberikan si kecil kepada Ricard.


Ricard begitu bahagia bisa memeluk Anaknya kembali.


Mamah dan Papah Ricard begitu bahagia melihat Ricard bisa bertemu dangan Anaknya tanpa di sadari keduanya menitihkan butiran bening.


Laksmana makasih kamu sudah mau memaafkan Ricard.


Fikry ayo kita ngobrol di ruang kerjaku saja biarkan Ricard bersama si kecil Aggrita.


Ricard terus menitihkan butiran bening ketika bersama Anaknya. Ricard memeluk erat sang anak dengan eratnya tanpa di sadari di balik telpon yang Prily pegang ada sepasang mata yang menangis melihat mereka berdua.


Maafkan Aku Ricard, Aku ingin menata hidupku dulu dan mencoba melupakan Donny karna Aku tidak ingin Anak kita hidup dengan memiliki Ayah dan Bunda terpisah.


Jika Aku sudah siap Aku akan kembali dan mencoba mencintaimu dan membuat keluarga kecil kita bahagia dengan adanya Anak kita Aggrita, gumam Zahra dalam hati.


Fikry Aku mengundangmu dan juga Lindah untuk membicarakan mengenai si kecil Aggrita. Aku tidak mau di bilang Egois, Aku sudah berpikir, kita akan merawat si kecil Aggrita besama-sama.


Setiap dua pekan kalian bisa menjemput si kecil Aggrita, tapi jika kalian ingin sering menemuinya pintu ini akan selalu terbuka untuk kalian.


Fikry pun berdiri dan memeluk sahabatnya. Laks aku tidak tau harus berkata apa, Aku begitu bahagia mendapatkan seorang cucu namun Aku sangat sedih kehilangan Zahra.

__ADS_1


Setelah obrolan yang begitu panjang kini mereka keluar untuk menemui Ricard dan juga cucu mereka.


Namun mereka tidak mendapatkan keberadaan Ricard dan si kecil Aggrita.


Tuan Laksmana bertanya kepada Prily.


...Prily dimana Tuan Ricard dan si kecil Aggrita....


Tuan Ricard sudah tidur bersama Nona kecil di kamar Tuan.


Ketiga orang tua itu menghampiri kamar si kecil mereka merasa bahagia melihat Ricard memeluk Anaknya dan ikut tidur di sampingnya.


Mereka pun kembali mengobrol di ruang keluarga sambil menunggu jam makan siang.


jam makan siang pun sudah waktunya, namun Ricard tak kunjung bangun begitu juga dengan si kecil Aggrita tak sedikitpun bergerak dari pelukan Ayahnya.


Prily pun melakukan panggilan vidio kepada Zahra kembali.


Sebelum Zahra berbicara Prily menyuruh Zahra untuk diam. Prily pun mengarahkan kamera ke arah Ricard dan si kecil.


Zahra begitu bahagia melihat kedekatan antara Ayah dan Anak.


Zahra yang mendengar suara orang berjalan langsung memutuskan telpon dan Prily pun berpura-pura merapikan pakaian si kecil.


Tuan Ricard dan Nona kecil belum bangun Mas Reza.


Baiklah, jika tuan Ricard bangun suruh ke ruang makan ya Ly.


Baiik Mas Reza.


Kini di ruang makan semua telah berkumpul namun Ricard belum juga bangun. Akhirnya Tuan Laksmana Chandra berkata.

__ADS_1


Biarkan Ricard menghabiskan waktunya dengan si kecil, mungkin dia begitu merindukan Anaknya toh si kecil juga tidak melepaskan tangannya dari kemeja Ricard dan juga tidak rewel seperti biasanya.


Mereka pun makan dalam diam karna aturan di keluarga Chandra tidak di perbolehkan berbicara saat makan.


__ADS_2