
"Almira ada apa? sejak kau kembali bersama kakak, kamu diam aja. Apa terjadi sesuatu saat kalian ke supermarket?" tanya Zahra khawatir ketika melihat Almira yang sedang melamun.
Almira hanya diam dan menatap Zahra. Melihat sang adik yang tidak berbicara, membuat Leon khawatir dan segera mendekati Almira.
"Dik kamu kenapa,? kakak perhatikan sedari tadi Zahra bicara, kamu hanya diam saja." Leon berbicara.
"Aku hanya memikirkan pekerjaan saja, dan aku berpikir untuk segera kembali ke Italya. Karena sudah hampir sebulan lamanya aku meninggalkan Rs." jelas Almira dengan pasrah.
"Baiklah! Kakak akan memesan tiket keberangkatanmu." balas Leon.
"Terima kasih kakak! jika tidak ada lagi, aku mau ke kamar dulu." seru nya dan segera beranjak meninggalkan Leon dan Zahra.
Zahra maupun Leon tersenyum seraya mengangguk. Mereka pun menatap Almira dengan lamat-lamat karena mereka merasa ada ke anehan sejak Almira kembali sedari supermarket bersama Adry.
Adri merasa sangat bersalah atas apa yang di lakukan nya kepada Almira. Melihat Almira berjalan masuk ke Villa, ia pun segera mencari alasan kepada yang lain agar ia dapat berbicara dengan Almira tanpa ada yang tahu.
Semua pun kini telah berkumpul di taman dan sedang asik bercandaria namun tidak dengan Almira yang sedang binggung bagaimana ia harus bersikap kepada Adri setelah kejadian Adri yang menciumnya.
Adri pun berpura pura menerima telpon dari seseorang. "Kakak aku ke dalam dulu, ada beberapa hal yang harus aku bicarakan dengan Tuan Zhang di telpon." jelas nya kepada Fahreza.
__ADS_1
"Baiklah, jangan lama-lama." Jawab Reza seraya mengangguk.
Adri pun segera berjalan masuk dan menuju lantai dua di mana kamar nya berada tepat di samping kamar Almira. Adry tampak ragu-ragu namun ia membulat kan keputusan nya dan mengetuk pintu kamar Almira namun tak ada jawaban dari dalam.
"Al, maafkan aku! pleace buka pintunya." seru Adry dengan bersalah sembari mengetuk pelan pintu kamar Almira karena ia tidak ingin menjadi pusat pertanyaan keluarga nya.
"Kamu pergi saja Adri! aku sudah memaafkanmu. Dan tidak ada yang perlu di bicarakan antara kita." teriak Almira dari dalam dengan ketus nya.
"Al, buka pintunya, jika kamu tidak membuka nya aku akan mendobraknya sekarang juga." teriak Adry setengah mengancam.
"Jangan gila kamu Adri. Aku mohon padamu jangan membuat kesalahpahaman antara aku dan juga keluargamu, pergilah Adri, jika kau melakukan hal bodoh itu, aku akan sangat membencimu." pekik Al dengan kesal nya
"Ok..ok, aku tidak akan melakukan nya tapi turun lah untuk bergabung di bawah." ucap Adry kembali sebelum ia turun.
Zahra yang melihat Almira pun segera berjalan menghampirinya. "Aku bahagia banget bisa milikin kamu dan juga Leon! dan terima kasih kalian selalu membuat ku bahagia setiap harinya." ucap Zahra seraya bermanja manja di pundak Almira.
"Aku pun sama, saat ini aku begitu bahagia ketika tahu kakak ingin menjadikanmu istrinya karena ini adalah pertama kalinya kakak mencintai seseorang hingga ingin menjalin hubungan yang begitu serius." balas Almira dan menggenggam erat tangan Zahra.
Acara tersebut cukup lah meriah, semua tampak berbincang satu sama lain, tepat pada pukul sembilan mereka pun mengakhiri acara tersebut dan segera masuk ke dalam Villa karena cuaca sudah sangat dingin.
__ADS_1
Almira pun kembali ke kamar nya dan mulai mengemas barang-barang karena ia akan kembali ke Italya pada pagi hari. Leon maupun Zahra menghampiri Almira di kamar nya. "Dik apa kamu sudah mengemas barang-barangmu? jadwal penerbangan mu pukul 03.00 dini hari. Kakak sama Zahra akan mengantarmu ke Airport." jelas Leon sedang kan Zahra tampak membantu Almira memasuk kan barang-barang ke dalam koper.
"Terima kasih, kakak!" ucap nya sembari memeluk keduanya.
"Aku akan menunggu Kakak dan juga Kakak ipar di san, dan jangan lupa mengabariku saat kalian akan kembali ke Italya, agar aku bisa menjemput kalian." seru Almira dengan senang nya.
"Ok, tapi kamu harus jaga kesehatan dan hati-hati saat mengemudi, jika kamu lelah panggillah pak Noldy untuk menjemputmu." ucap Leon mengingat Al yang mengemudi sangat cepat.
"Ya sudah kamu tidurlah. Kami akan kembali ke kamar." timpal Zahra seraya mencium puncak kepala Almira sebelum kedua nya keluar dari kamar tersebut.
Adri yang sedari tadi berada di kamarnya hanya duduk dengan gusar nya karena ia tidak bisa memejamkan matanya, bayang-bayang Almira terus saja membanjiri pikiran nya.
Almira kini sudah bangun tepat 02:15 dini hari dan segera bersiap, begitu pun dengan Zahra yang sedang sibuk menyiapkan bekal untuk Almira menjanggal perut nya saat hendak melakukan penerbangan. Leon yang sudah selesai bersiap pun keluar dan menghampiri Zahra di dapur.
"Sayang, makasih ya kamu sudah mencurahkan cinta dan kasih sayang mu untuk Al." bisik Leon di telinga Zahra saat ia memeluk Zahra dari belakang.
"Apaan sih, kok kamu ngomong nya gitu! Al adalah sahabat ku dan sebentar lagi ia akan menjadi adikku dan semua ini aku lakukan karena aku sangat mencintai Al, bagiku Al dan Prily adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada ku." jelas Zahra dengan tersenyum.
"Kamu pergilah ke kamar Al dan lihat apakah ia sudah selesai bersiap!" ucap Zahra kembali seraya melepas pelukan hangat Leon.
__ADS_1
"Baiklah wanita ku sayang." balas Leon dan mendarat kan ciuman di pipi Zahra setelah nya ia berjalan menuju lantai dua.
"Dasar pria genit!" seru Zahra di ikuti dengan tawa ileh Leon.