Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
154. Hari-hari bahagia


__ADS_3

Hari ini adalah bulan ke delapan dari pernikahan Zahra, perut Zahra pun sudah tampak terlihat saat memasuki bulan ke 5 sejak ia hamil. Leon dengan sigap nya menjadi seorang suami yang baik, ia mencurah kan segala cinta dan perhatian nya kepada sang istri. Segala keperluan Zahra di siap kan oleh Leon.


"Sayang, kamu mau sarapan apa? biar aku siapin." tanya Leon kepada sang isrti yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Apa aja, asal Daddy yang masak, Bunda pasti makan." balas Zahra dan memeluk tubuh sang suami.


Leon pun membalas pelukan sang istri sembari mengelus lembut perut buncit sang istri. "Apapun akan Daddy lakukan untuk kalian berdua." ucap Leon dan berjongkok, setelah nya ia memberi kan kecupan di perut buncit sang istri. "Sehat selalu ya nak, Dad udah tidak sabar lagi mau gendong kamu." ucap nya kembali masih dengan tangan yang terus menerut mengusap perut sang istri.


Setelah nya Leon pun keluar dari kamar, hal yang bisa di lakukan oleh maid, kini di ambil alih oleh Leon, karena ia ingin melihat tumbuh kembang si cabang bayi dengan makanan sehat yang ia olah dengan sendiri nya.


"Bapak, biar bibik saja yang nyiapin sarapan buat Ibu." pintah sang bibi yang tidak enak hati ketika melihat sang majikan yang sudah beberapa bulan memasak.


"Gak apa-apa bik, Ibu juga mau makan jika saya yang masak. Bibik kerja kan yang lain saja." balas Leon dengan ramah nya.


"Baik Pak. Jika perlu bantuan bibi, bibi ada di belakang ya, Pak." ucap sang bibi dan Leon pun mengangguk dengan senyum merekah di wajah nya.


Fahreza, Donny beserta Alfian pun mendapat kan hadiah yang di janji kan sang Ommah. Mereka begitu puas ketika mengetahui hadiah yang di janji kan sang Ommah, setelah perta kejutan itu, mereka pun kembali kepada kesibukan masing-masing.


Di kejahuan sana, hubungan Adry dan Alexa makin dekat, Alexa diam-diam jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu Adry.

__ADS_1


Beda hal nya dengan Adry, ia mencoba untuk membuka hati nya lagi, namun kesekian kali nya ia tidak dapat menghilang kan Almira di hati nya.


"Adry, in four months I have a fan meeting in Italy, I don't know who else to ask for help, would you like to accompany me there for a few days." pinta Alexa kepada Adry dengan memohon.


"Okay, I'll accompany you there, but remember don't stay away from me, I'm afraid you'll get lost again." balas Adry dengan senang hati mengingat hanya Alexa lah yang selalu menemani nya selama di Canada.


"Thanks adry, you're the best." seru Alexa dan kedua nya pun melanjut kan sarapan mereka.


Sedang asik-asik nya menyantap sarapan, ponsel Adry pun berdering, Adry tersenyum tatkalah melihat id penelpon.


"Alexa is okay if I receive my sister's call here?" tanya Adry meminta persetujuan dari gadis di depan nya.


"It's okay, you deserve that call." baals Alexa dengan senang hati.


"Maaf, kakak sedang sarapan bersama Alexa. Gimana kabar mu, sayang?" tanya Adry kepada sang adik yang sangat ia rindukan.


"Aku baik-baik aja kok, nih bentar lagi aku lahiran." balas Zahra sembari mengalihkan kamera ponsel nya ke arah perut buncit nya.


Adry kaget melihat sang adik yang sudah hamil besar, karena tidak ada yang mengabari nya mengenai kehamilan sang adik. "Kok kakak gak di kasih tau sih! giliran udah mau lahiran baru di kasih tau." marah sang kakak dengan wajah cemberut nya.

__ADS_1


"Itu mau kasih kejutan aja ke kakak pas udah mau lahiran, hehehe" balas Zahra.


"Kakak beneran udah putus ya sama Al? gak mau di perjuangin lagi!" tanya Zahra yang khawatir dengan hubungan kakak dan adik ipar nya.


"Mungkin belum jodoh kali sayang, oh iya, kenalin ini Alexa." balas Adry sembari memperkenal kan gadis di depan nya.


"Hey, I'm Zahra, nice to meet you." sapa Zahra saat Adry sudah duduk di samping Alexa.


"Hey too, I'm Alexa, you are prettier than what I saw on Adry's cellphone. Nice to meet you too." Alexa pun membalas sapaan Zahra dengan senyum yang mengembang.


"Dek, sampein salam kakak buat Leon. Kakak tutup dulu ya." ucap Adry kepada sang adik.


"Iya nanti aku sampein ke Leon, ya sudah kakak jaga kesehatan di sana, jangan macam-macam sebelum halal." pesan sang Adik untuk sang kakak. Adry pun menggeleng kepala nya saat mendengar perkataan sang adik.


"Bye bye.." ucap Alexa dengan melambai tangan nya ke arah Zahra.


Adry dan Alexa pun menyantap sarapan mereka kembali. Kedua nya terlihat begitu romantis. Banyak dari pengunjung restoran yang iri dengan kedekatan kedua nya, bagaimana tidak, sosok Adry banyak di kagumi gadis-gadis di kampus, dengan perawakan nya yang memiliki postur tubuh yang tinggi, kulit putih dan hidung mancung membuat para gafis terpesona akan ketampanan nya.


Adry kini tampak bahagia menikmati pemandangan di Canada pada pagi hari dengan di temani gadis cantik. Almira yang sejak kemarin terus menerus uring uringan saat melihat instastory Adry yang sedang trafeling bersama Alexa di pengunungan.

__ADS_1


"Ada apa dengan ku? aku gak mungkin cemburu melihat kedekatan Adry dengan gadis itu! pokok nya aku harus lupain Adry. Dia aja bisa moveonn dari aku, kenapa aku tidak!" gumam Almira di depan cermin.


Sekuat apapun ia mencoba, terus saja bayangan Adry yang menemani Alexa terus menghantui pikiran nya. "Oh Lord, lama-lama aku bisa gila jika memikir kan nya." membatin Al saat sudah nongkrong bersama beberapa teman nya.


__ADS_2