
Zahra kini sedang sibuk di galeri miliknya, karna sebentar lagi akan di adakan acara lelang bertajuk Asian Contenporary Art. Ya lukisan yang akan di lelang berkisar milyaran dollar. Sejumlah negara besar berpartisipasi dalam lelang amal ini, salah satunya Zahra termasuk di dalamnya. Namun kali ini Ia tidak memakai identitasnya melainkan identitas sang anak.
Zahra sekarang sungguh berubah drastis. Ia merubah penampilannya, siapapun tidak akan mengenalinya.
Bos, Apa kita akan pergi sekarang? sebentar lagi acaranya di mulai. Rey menjelaskan.
Baiklah, Apa semuanya sudah kau bawa Rey?
Beres Bos.
Zahra kini terlihat sangat dewasa dan juga lebih berwibawa, Ia mengenakan backless dress berwarna hitam yang menampilkan punggung belakangnya yang begitu indah. Zahra yang masuk ke aula acara kini menjadi sorotan semua mata.
Para reporterpun tidak mau melewatkan berita mengenai identitas wanita tercantik di depan mereka.
Langkah Zahra terhenti ketika kerumunan reporter sudah mengelilinginya.
Selamat malam Nyonya! sapa seorang Reporter. Apakah anda datang sebagai tamu VVIP ataukah anda salah satu dari pelukis yang ikut serta dalam acara ini. tanya reporter tadi.
Selamat malam, Saya Aggrita HC. Ya, saya salah satu pelukis yang ikut serta dalam acara amal ini. Ucap Zahra sambil melayangkan senyum yang begitu indah.
Bos, Tuan Leon Alexander sudah menunggu anda, bisik Rey.
Baiklah. Asisten Zahra pun menuntun Zahra keluar dari kerumunan Reporter.
Zahra kini di sambut oleh pria yang sangat tampan dan juga orang terkaya di Kota D Italya.
Leon pun menarik kursi dan mempersilahkan Zahra untuk duduk. Zahra pun tersenyum kepada Leon.
Kini lukisan Zahra mulai di lelang, dan harga yang di buka bukanlah harga yang murah melainkan harga yang begitu fantastik.
Lukisan pun terjual dengan harga 1.8 milliyar dollar dan Zahrapun di undang untuk naik ke panggung.
Para reporterpun menuju ke depan panggung dan mulai melayangkan pertanyaan mengenai siapa ketiga sosok di dalam lukisan itu.
Zahra pun tersenyum dan mulai menceritakan sosok yang berada dalam lukisan itu. Seketika suasana di aula itu hening.
__ADS_1
Ketiganya adalah orang yang sangat berarti dalam hidup saya, merekalah separuh hidupku, sudah sekian lamanya aku merindukan mereka.
Dimana mereka sekarang Nyonya Aggrita? tanya reporter kembali.
Zahra pun terdiam sesaat dan berkata mereka sudah berada sangat jauh. Zahra berkata dengan raut wajah kesedihan.
Maafkan kami Nona Aggrita, kami tidak bermaksud.
Tidak apa-apa. Zahra pun tersenyum dan turun dari panggung. Semua pun bertepuk tangan untuk Zahra.
Zahra kini turun dan duduk kembali di samping Leon. Aggrita kau sungguh wanita yang tegar dan cukup tangguh. Ucap Leon.
Setelah acara amal selesai kini Zahra berjalan bergandengan tangan bersama Leon Alexander.
Keduanya pun menjadi sorotan kembali, dan para Reporterpun tak henti-hentinya melayangkan pertanyaan kepada Zahra.
Nona Aggrita, Apa anda tunangan Tuan Leon Alexander? dan kapan kalian akan melangsungkan pernikahan.
Zahra pun menjawab. Mengapa tidak, Leon Alexander adalah Pria yang sangat tampan dan juga cukup pengertian, mengenai pernikahan biarkan menjadi rahasia dulu. Zahra pun tersenyum. Leon pun tertawa dengan jawaban Zahra.
Keduanya pun berjalan meninggalkan kerumunan Reporter dan menuju mobil yang sudah menunggu mereka.
Leon pun tersenyum dan berkata no problem Aggrita.
Leon, terima kasih untuk winenya. Aggritapun melambaikan tangan kepadanya.
Baiklah, hati-hati di jalan. ucap Leon.
Zahra maupun asistennya kini kembali ke Villa Zahra, dalam perjalan Rey berucap. Bos tadi Prily menelpon anda namun anda tidak menjawabnya, Ia pun menelpon saya dan berkata perayaan Nona kecil satu jam dari sekarang.
Baiklah, Aku akan melakukan panggil video dengannya setelah sampai di rumah.
Namun di kediaman Chandra suara isak tangis kebahagian menyelimuti rumah, dengan kedatangan Nyonya rumah kembali selama 3 tahun koma. Bunda wina sudah 3tahun koma dan kembali saat perayaan ulang tahun Aggrita.
Bunda, teriak ketiga kakak beradik ketika melihat sang bunda berada tepat di depan pintu dan berlari memeluk sang Bunda. Ommah Diana langsung menitihkan butiran bening karna Ia sangat bahagia melihat menantunya siuman setelah 3 tahun.
Ricard, Donny maupun kedua orang tua Ricard pun menghampiri Bunda Zahra.
Wina, sapa Mamah Lindah. Wina pun menatap begitu dalam orang yang memanggilnya.
__ADS_1
Lindah, keduanya pun saling berpelukan karna sudah bertahun lamanya keduanya tidak pernah bertemu.
Selamat datang kembali Wina. Ucap Lindah.
Wina pun tersenyum kepada sahabatnya, namun pandangannya kali ini tertuju kepada sesosok anak perempuan yang begitu menggemaskan yang sedang duduk memanyunkan mulut kearah mereka.
Ayah, "Siapa gadis kecil yang sedang duduk di sana" dan kenapa ada perayaan ulang tahun. Tanya Bunda Wina kepada sang suami.
Semuanya pun terdiam dan saling memandang satu sma lain. Tuan Laks pun berjalan ke arah cucunya dan menggendongnya.
Ayo semuanya kesini, semuapun berjalan ke arah Tuan Laks. Namun tidak dengan Bunda Wina, Ia berdiri mematung dan mencari-cari sosok yang tidak Ia jumpai bertahun lamanya.
Di mana Zahra, kenapa Bunda tidak melihatnya? Tanya Bunda Wina. Semua yang berjalan ke arah tuan Laks pun terhenti ketika menderngarkan pertanyaan dari wanita yang baru bangun dari koma.
Laksmana pun berjalan dengan menggendong Aggrita ke arah Istrinya. Bunda mau tahukan siapa gadi kecil ini.
Bunda Wina pun menganggukan kepala. Ia adalah cucu kita, Aggrita Denada Alziro. Ia anak Zahra. Laksmana yang coba menjelaskan.
Bunda wina begitu kaget Ia menyerjitkan alis. Apa ini Ayah, dan kenapa Ayah tidak memberitahukan Bunda mengenai ini.
Tuan Laks pun memeluk erat sang Istri tanpa memperdulikan tatapan orang yang melihat dirinya menangis. Bunda maafkan Ayah, tapi kali ini ada hal yang ingin Ayah katakan sama Bunda, namun kita rayakan dulu pesta ulang tahun Aggrita.
Bunda pun mengiakan perkataan Suaminya. Kini Bunda Wina telah memeluk sang cucu dan berulang kali mengecup pipinya.
Para tamu pun kini mulai berdatangan, acaranya berjalan dengan lancar. Ricard maupun Donny kali ini menerima suapan Kue pertama dari Aggrita.
Prilly kini sedang melakukan Video call bersama Zahra. Zahra begitu bahagia melihat tawa sang anak. Prily pun menggendong Aggrita ke kamar dan menaruhnya di ranjang, kini Aggrita sedang berbicara dengan Zahra.
Bunda teima acih adianya, Grita senang Unda ilim adia uat Grita, Grita ayang Unda. Zahra terkekeh mendengar bicara sang anak dan bercerita kembali. Sayang maafin Bunda ya, gak bisa sama-sama Grita ngerayain ulang tahun pertama. Tapi Bunda janji tahun kelima Bunda akan ngerayain ulang tahun Grita, tapi Grita harus janji sama Bunda gak ngomong kesiapapun soal Bunda yang sering menelpon Grita bersama Aunty.
Grita anji ama Unda gak omong ama Ayah, Appah Onny dan semua. Unda udah ulu ya Grita mau bobo. Daaaaah Unda.
Kak, ada yang ingin aku bicarakan mengenai Nyonya besar. Ucap Prily pelan.
Ada apa dengan Bunda Ly? tanya Zahra yang khawatir.
Nyonya besar sudah siuman dan sedang berbincang dengan yang lain di luar.
Zahra begitu bahagia mendengar kabar baik mengenai sang Bunda. Ly terima kasih ya.
__ADS_1
Sama-sama Kak. Zahrapun memutuskan sambungan.