
Prily kini mengambil satu keputusan yang mungkin akan membuat dirinya kehilangan Donny dan kepercayaan keluarga besar Chandra selama-lamanya.
Kini Prily sedang duduk bersama Donny di sebuah taman, ia pun akhirnya memberanikan diri mengungkap kan kebenaran.
"Mas, ada yang ingin aku ceritakan, dan mungkin ini adalah akhir dari hubungan kita! Aku sudah tidak bisa lagi menyimpan nya sendiri. Apapun yang akan terjadi aku akan menerima konsekuensi nya." jelas Prily dengan gugup.
"Apa maksudmu Prily??" tanya Donny dengan bingung.
"Mas, jika suatu saat Kak Zahra kembali apa Mas Donny masih bisa mencintaiku." Ucap Prily.
Donny menyergitkan alis dan berkata. "Kamu ini ngomong apa sih Ly, dan jika suatu saat Zahra kembali Mas mungkin akan menganggap nya sebagai seorang adik. Karena sungguh saat ini Mas sudah terlanjur mencintaimu." jelas Donny dengan senyum mengembang.
"Mas, Maaf kan aku tapi sebenar nya, Kak Zahra belum meninggal dan selama ini hanya aku yang mengetahui keberadaan nya. Maafkan aku Mas." jelas Prily dengan rasa bersalah.
Donny sangat syok mendengar kan perkataan Prily. "Prily apa maksudmu? jadi selama ini kalian." ucap Donny terbata bata.
"Mas maafkan aku, aku pun tidak berani menolak permintaan kak Zahra dan bagaimana pun kakak lah yang menolongku." ucap Prily kembali. "Tapi tidak mengapa jika Mas ingin kembali kepada Kak Zahra, aku ikhlas Mas." ucapnya setegar mungkin dan mencoba memperlihat senyum.
Donny tampak bimbang, namun kali ini ia sungguh tidak ingin berbicara dengan Prily. Donny pun berjalan meninggal kan Prily sendirian di taman.
Prily sungguh merasa bersalah karena telah membohongi Donny dan keluarga besar Chandra. Hari pernikahan Donny dan Prily tinggal seminggu lagi namun Prily tidak ingin melanjut kan hubungan nya maupun pernikahan dengan Donny.
Prily pun memilih meninggalkan mansion Chandra dan kembali ke Prancis untuk mengelolah restoran Zahra kembali.
Prily kini kembali ke mansion Chandra dan mulai mengemasi barang-barang nya, namun lagi-lagi ia tidak sanggup meninggal kan si kecil.
Namun kali ini keputusan yang di ambil nya sudah final dan tidak ada seorang pun yang bisa menahan nya kali ini. Prily pun menelpon Zahra dan memberitahu kan semuanya.
Zahra yang sedang mengemas barang-barang nya di mansion Leon bersama Almira di kejutkan dengan kedatangan Leon. Ya awalnya Leon sedang dalam perjalanan bisnis namun Almira menelpon sang Kakak karena Almira tidak ingin kehilangan sahabat sekaligus calon Kakak ipar.
"Zahra pleace, dengerin aku sekali saja, setelah nya terserah kamu.!" ucap Leon.
"Le, gak ada lagi yang perlu di jelasin, semua nya udah jelas, dan di antara kita sudah berakhir." balas Zahra dengan menekan kan kata terakhir nya.
__ADS_1
derrrrrgh..bunyi ponsel Zahra.
"Hallo Ly, ada apa sayang,? kok kamu nangis sih??" tanya Zahra khawatir.
"Kak maafin Ily, kali ini Ily udah ceritain semua nya sama Mas Donny, Ily sungguh tidak ingin membohongi nya lagi, karena Ily tidak ingin menikah dengan di dasari sebuah kebohongan, maafin Ily, kak. Dan Ily sudah memutus kan untuk kembali ke Prancis dan membatal kan pernikahan Ily dengan Mas Donny." jelas Prily dengan isakan tangis.
"Ly kamu tenang dulu, soal Donny biar menjadi urusan ku, tapi kamu harus janji sama kakak, bahwa Ily gak bakalan kembali ke Prancis sebelum waktu nya tiba dan soal Donny yang sudah tahu mengenai kakak, itu tidak masalah. Maafin Kakak yang udah menarik kamu kedalam situasi ini." jelas Zahra xengan rasa bersalah nya karena sejak pertemuan diri nya dan juga Prily baru kali ini Prily ia mendengar Prily menangis.
"Kakak maafin aku ya, aku akan menunggu Kakak." balas Prily dengan tegar nya.
"Baik lah sayang, Kakak sangat merindukanmu, udah dulu ya. Jangan khawatir kan mengenai Donny, kakak yakin jika Donny pasti akan mengerti dengan segala keputusan yang kakak ambil." ucap Zahra kesekian kali nya sebelum memutus kan sambungan telepon tersebut.
"Baik Kakak, ya sudah Prily matiin dulu ya telpon nya." balas Prily.
Zahra kini memberanikan diri untuk menelpon Donny setelah 5tahun.
"Ada apa Zahra?" tanya Almira.
"Dan kamu, apa kamu juga masih mengharapkan Donny?" tanya Almira kembali.
"8tahun yang lalu, Donny adalah orang sangat berarti bagiku, ia adalah sosok yang sangat pengertian namun setelah aku mengenal seseorang yang bisa membuatku nyaman terjadi sebuah kecelakaan, dan cintaku untuk Donny maupun Ricard pun lambat laun menghilang dengan sendirinya namun setelah beberapa kali menaruh hati kepada beberapa pria berbeda, aku masih saja tetap gagal, sama seperti sebelum aku pun gak bisa menjaga hubungan ku. Aku telpon Donny dulu." Jawab Zahra dengan jujur.
Leon yang mendengarkan perkataan Zahra sungguh terbakar api cemburu, tapi ia juga merasa senang karena saat ini Zahra mencintainya.
"Hallo Donny?" sapa Zahra.
........ Donny
"Don maafin aku, selama ini telah membohongi kamu, tapi sungguh aku hanya memiliki 1 pilihan dan pilihan itu adalah memalsukan kematianku." jelas Zahra.
....... Donny
"Don pleace dengerin aku dulu, aku tahu aku salah, tapi sungguh aku tidak ingin kamu membatal kan pernikahan mu dan juga Prily dengan kembali nya aku. Prily akan kembali ke Prancis sekarang juga, jika kamu mencintai nya, aku mohon jangan biarkan dia pergi sampai saat aku kembali." Zahra pun memutuskan sambungan telponnya.
__ADS_1
"Al, aku harus segera kembali ke Indo, aku gak ingin kehilangan Prily, ia sangat berarti bagiku." ucap Zahra dengan sedih nya mengingat pengorbanan yang telah Prily lakukan untuk nya.
Zahra yang hendak keluar dengan menarik sebuah koper besar tiba-tiba pergelangan tangan nya di tahan oleh Leon.
"Le, lepasin aku! dan terima kasih atas semuanya, mungkin kita gak akan ketemu lagi" ucap Zahra dan menepis tangan Leon.
"Ra, beri aku 5 menit saja, setelahnya kamu boleh pergi." ucap Leon memohon.
"Baiklah." jawab Zahra.
Almira pun meninggalkan keduanya karna ia tidak ingin ikut campur dengan urusan sang Kakak. Kalian bicaralah baik-baik tapi jangan berantem ya.
Leon berjalan ke arah ruang kerja nya dan di ikuti zahra di belakang nya. Setelah keduanya sampai di ruangan Zahra pun duduk dan diam seribu bahasa.
Leon pun mulai menceritakan siapa Arindi dan apa yang sebenar nya yang terjadi antara mereka. Zahra pun sebenar nya sudah tau apa yang di lakukan oleh Leon terhadap Arindi dan mengenai hubungan mereka di masa lalu. Karena seminggu yang lalu ia menyuruh beberapa orang untuk menyelidiki identitas Arindi.
Namun kali ini Zahra sungguh ingin menguji Leon karena ia tidak ingin salah dalam memilih pendamping hidupnya lagi.
Setelah Leon selesau menjelas kan, Zahra pun berdiri dan berkata. "Aku tidak ingin mendengar kan omong kosong mu, Le." ucap Zahra dengan datar nya, Leon pun tampak kesal dengan perkataan Zahra namun ia mencoba menahan amara nya karena ia takut jika kemarahan nya akan membuat jarak yang begitu jauh untuk hubungan nya dan juga Zahra.
Melihat Zahra yang hendak berjalan keluar dengan cepat nya Leon memeluk Zahra dari belakang. "Ra aku mohon, jangan tinggalin aku, aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin kehilangan kamu karena bagiku kamu dan Almira adalah orang yang sangat berharga di hidupku." ucap Leon tepat di telinga Zahra.
Zahra begitu bahagia karena ia tidak menyangka seorang Leon yang cukup terkenal dengan tatapan mematikan dan juga kekejaman nya bisa sebucin ini.
Zahra pun melepaskan pelukan Leon dan berbalik melihat ke arah Leon. Kini keduanya sudah dalam posisi saling berhadapan satu sama lain. Zahra pun memeluk erat Leon dan berkata
"Le, maafkan aku! seharus nya aku tidak meragu kan cinta mu! dan maaf kan aku juga karena sudah lancang menyuruh seseorang untuk menyelidiki mu dan juga Arindi, dan aku sungguh yakin bahwa kamu adalah pelabuhan terakhirku." jelas Zahra dengan berlinang air mata.
Leon tampak tercengang mendengar kan perkataan Zahra, ia pun memeluk erat Zahra. "Zahra aku akan selalu mencintaimu dan aku berjanji tidak akan pernah membuatmu sedih karena selamanya aku akan membuatmu menjadi wanita yang setiap harinya bahagia. Tapi kamu harus janji jika di antara kita tidak akan ada lagi kebohongan apapun." keluar sudah kebucinan dari seorang CEO kaku dan dingin yang tidak pernah di lihat oleh siapa pun.
"Baiklah, terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu Le." ucap Zahra kembali dan mengecup bibir Leon.
"Aku juga sangat mencintaimu, sayang!" balas Leon dengan senyum mengembang dan membalas kecupan bibir sang wanita dengan lembut nya.
__ADS_1