Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
33. Menikmatinya


__ADS_3

Melihat Zahra yang begitu pulas tertidur. Ricard pun tidak membangunkannya, hingga tepat pukul 19.00 malam, Zahra akhirnya bangun dan hendak beranjak dari ranjang namun lagi-lagi Ricard menghalanginya.


"Tuan Ricard yang terhormat, tolong biarkan saya kembali ke apartement saya." ucap Zahra datar.


"Zahra, aku Ricard Alziro tidak pernah ingkar janji. Aku akan mengantarmu kembali tapi setelah kau makan malam disini." balas Ricard dengan lembut.


"Kenapa kau seperti ini.! Aku bukan siapa-siapa mu, dan kau bukan siapa-siapa ku. Aku sungguh berterimah kasih padamu yang telah menolongku semalam, tolong biarkan saya kembali ke apartement saya." dengan sabar nya Zahra berbicara kepada Ricard.


"Aku akan antar kamu kembali ke apartement mu, tapi aku mohon makan malam lah di sini setelah nya kita pergi." ucap Eicard seraya mengendalikan emosi nya.


"Bailah jika kamu tidak makan, tapi jelaskan mengapa orang-orang itu selalu menjaga mu setiap saat." tanya Ricard.


"Ricard Alziro, sampai aku matipun tak akan pernah ku katakan, siapa aku sebenarnya dan mengapa alasan mereka selalu ada di samping ku." ucap Zahra yang terus menerus menolak segala sesuatu yang Ricard katakan.


"Jangan harap kau bisa pergi dari sini." ancam Ricard.


drrrt..drrt ( dering ponsel Zahra)


Zahra pun mencoba meraih tas kecil milik nya dan mengambil ponsel milik nya, di lihat nya id penelpon yang bertertulis Kakak sayang.


Ricard yang melihat id penelpon begitu kaget, mengingat Zahra yang tak pulang sejak semalam dan pasti Fahreza mencari nya. Zahra pun menerima telpon dari sang kakak.


"Hallo, Ada apa kakak?" tanya Zahra.


......Fahreza.


"Iya aku la--,hmmp" perkataan nya terhenti ketika Ricard sudah mencium nya kembali.


Zahra pun hendak menampar Ricard, namun ketika mendengar yang di katakan Fahreza tiba-tiba melemas dan terduduk di lantai.


"Tidak mungkin!" ucap nya di ikuti butiran bening yang mulai membasahi pipinya.


Ricard yang melihatnya kaget dan hendak menggangkat Zahra berdiri, namun terhenti ketika Zahra mengangkat tangannya.


"Tunggu Aku di jet pribadi, Aku akan segera kesana." ucap Zahra namun Ricard yang Mendengar perkataan Zahra pun mengerutkan alisnya.


Zahra dengan tangisnya memohon kepada Ricard untuk membiarkannya pergi. "Tolong biarkan aku pergi sekarang." ucap Zahra sembari mengangkat kedua tangannya dan memohon


"Baiklah aku akan mengantarmu sekarang." ucap Ricard.

__ADS_1


Zahra pun meraih tas kecil milik nya di atas ranjang dan langsung menarik pergelangan tangan Ricard, tanpa Ia sadari dia memakai kemeja Ricard.


"Hei Zahra, Apa kau akan pergi seperti ini." tanya Ricard yang habis pikir dengan tingkah Zahra.


"Aku sungguh tidak memiliki banyak waktu, pleace antar aku kembali ke Apartement." balas Zahra dengan tatapan yang begitu kosong.


Melihat Zahra yang begitu gelisa. Akhirnya Ricard memilih untuk mengalah, dan mereka pun segera menuju apartement.


Dalam perjalanan menuju apartement, tak satu pun dari mereka yang berbicara melainkan hanya isak tangis Zahra yang terdengar.


Ricard membuang egonya dan dengan suara yang begitu pelan bertanya.


"Zahra, Ada apa denganmu,? Sejak kau menerima telpon itu, kau terus menerus menangis." ucap Ricard.


Zahra yang sedang melamun tak mendengarkan pertanyaan Ricard yang ada di sampingnya. Setalah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mereka sampai di apartement. Ricard pun turun dan membukakan pintu untuk Zahra.


"Zahra turun lah, kita sudah sampai di apartementmu." panggil Ricard.


Zahra pun turun, dan berjalan seperti orang ling-lung. Ricard yang sedari tadi melihatnya merasa geram. "Zahra, Kenapa kau seperti orang gila.!" bentak Ricard.


Zahra tak membalas perkataan Ricard dan terus menerus menangis, Ricard pun menarik Zahra dalam pelukan nya. "Hey, Zahra ada apa sebenarnya.! Kenapa kau seperti ini.?" tanya Ricard kembali dengan pelan nya.


"Baiklah! tapi kau tenangkan dirimu."


Mereka menaiki lift. Ricard tak sekalipun melepas Zahra dari pelukannya. Setelah lift berdenting mereka pun keluar, Zahra pun menempelkan keycard dan segera berlari masuk.


Ricard menunggu Zahra di ruang tamu, Zahra menuju kamar mengemasi beberapa pakaian dan keperluannya nanti. Setelah selesai mengemas, Zahra membersihkan tubuhnya dan berpakaian. Setelah selesai Zahra bersiap akhir nya ia keluar dari kamar, dengan menarik sebuah koper besar.


Ricard tampak terkejut ketika melihat Zahra menarik sebuah koper besar. Ricard menggeraskan rahangnya dan bertanya dengan emosinya. "Apa kamu akan menghindariku, Zahra??" tanya Ricard dengan emosi.


Zahra begitu takut dengan tatapan Ricard yang begitu dingin ke arah nya. Dan dengan pelan ia berbicara. "Berikan aku cuti 3 hari, setelahnya Aku akan menceritakan identitas ku dan apa sebenar nya yang terjadi saat ini." ucap Zahra dengan hati-hati.


"Ok. Tapi kau ingatlah, jangan pernah mencoba membohongi Ricard Alziro karena itu tidak baik untukmu, dan jangan coba-coba berpikir untuk menghindariku." balas Ricard dengan ancaman.


"Baiklah, tapi sebelum kita ke tempat tujuanku, antarkan aku ke restoran." pinta Zahra kembali.


Ricard tidak menjawab apapun dan langsung berjalan meninggalkan Zahra menuju lift, Zahra pun mengikutinya dari belakang. Sesampainya di dalam lift, Ricard menarik Zahra di pelukannya. Zahra tidak bisa menolak karena dia berpikir jika ia membuat Ricard marah pasti dia tidak bisa bertemu dengan sang Bunda karena dia memiliki kontrak kerjasama dengan Ricard dan pasti nya Ricard ridak akan melepaskan nya.


Sejak Ricard memeluknya, hanya rasa nyaman yang dirasakan Zahra. Zahra pun layu dipelukan Ricard. Ricard dengan pelan nya berbisik di telinga Zahra. "Aku akan menunggumu, Zahra.!" ucap Ricard sembari mencium puncak kepala Zahra terus menerus.

__ADS_1


Ketika denting lift berbunyi, Ricard melepas kan pelukannya, mereka pun berjalan menghampiri mobil. Setelah selesai menaruh koper, Ricard melajukan mobil menuju restoran Zahra. Sesampainya di depan resto Zahra pun turun dan berjalan menghampiri Prily yang sudah menunggunya.


Zahra meminta Prily untuk mengambil alih bisnis miliknya sampai ia kembali. "Ly, aku titip semua bisnis ku kepada mu, ya! dan inagt jangan katakan apapun kepada Ricard mengenai kepergian ku kali ini! dan jika pada saat waktu cuti ku berakhir dan aku pun belum kembali juga, katakan jika kamu tidak tahu mengenai keberadaan ku." jelas Zahra.


"Baik Bos, jangan lupa jaga kesehatan selama disana." balas Prily setelah perbincangan antara mereka Zahra pun berlalu meninggalkan Prily dan masuk kembali ke dalam mobil.


Ricard pun melajukan mobil menuju tempat yang di katakan Zahra. Suasana di dalam mobil itu sangat lah canggung, ke dua nya hanya saling melirik 1 sama lain tanpa pembicaraan. Sekali lagi Ricard membuang egonya dan mulai memecah keheningan di dalam mobil.


"Zahra, kamu akan pergi kemana?" dengan suara yang melembut ia bertanya.


"Ada beberapa masalah, dan aku harus turut serta di dalamnya, mengenai lokasinya Aku tidak bisa mengatakan nya kepada mu" jelas Zahra dengan hati-hati.


Ricard pun menghentikan mobilnya tidak jauh dari lokasi jet pribadi Zahra.


"Ricard, makasih ya! dan maaf jika aku sudah membuat mu emosi sejak kemarin." ucap Zahra dan pandangan nya tertuju pada tangan Ricard yang berdarah. Zahra pun menarik pergelangan tangan Ricard dan meraih kotak P3K di laci dasbord.


"Kenapa kamu harus terluka hanya karena perdebatan kita.! semua ini salah ku, maaf kan aku!" ucap Zahra kembali dengan menunduk namun Ricard dengan cepat nya mengangkat wajah Zahra dan ******* bibir Zahra. Zahra mencoba melepaskan ******* bibir tersebut namun Ricard dengan kasarnya menggigit bibir bawah Zahra, agar Zahra membuka mulutnya. Ketika Zahra berhasil membuka mulutnya Ricard pun memainkan lidahnya di dalam mulut Zahra. Zahra pun terlena dengan permainan lidah Ricard. Setelah puas Ricard pun mengakhiri ciuman ganas itu.


Zahra menatap Ricard dan berkata. "Apa kamu sudah gila, Ricard.!" ucap Zahra dengan kesal nya.


Ricard dengan santainya menjawab. "Kamu juga menikmatinya, ya kan Zahra." balas Ricard.


raut wajah Zahra begitu merah mendengar perkataan Ricard. "Kamuuuu..." ucap Zahra. Ricard hanya tersenyum melihat tingkah Zahra yang menurut nya sangat menggemes kan.


Zahra begitu terpesona ketika melihat Ricard tersenyum karena dia tidak pernah melihat Ricard tersenyum, yang ada hanya wajah dingin yang dilihat nya selama ini.


"Kembalilah lebih awal, Aku akan menunggumu, Zahra." ucap Ricard.


"Baiklah! terimah kasih sudah mau mengan-...hmmmm." Ricard ******* bibir Zahra kembali sebelum Zahra turun dari mobilnya.


Zahra mendorong Ricard dan segera turun dari mobil setelah merasa sudah terbebas Zahra pun menghepaskan pintu mobil dengan keras nya dan berkata. "Dasar pria mesum!" teriak Zahra.


Ricard pun tersenyum dan berkata. "Kau juga menikmatinya Zahra." teriak Ricard


Mendengar teriakan Ricard Zahrapun mempercepat langkahnya sambil tersenyum.


Ricard yang hendak memutar mobil terkejut melihat Adry yang mendekati Zahra dan memeluknya begitu erat dan mengecup berulang kali puncak kepala Zahra.. Ricard berusaha mengejar namun jet sudah berlalu tinggi.


Ricard memukul-mukul stering mobil nya berulang kali atas apa yang di lihatnya. "Sial! Apa sebenarnya yang terjadi dan mengapa Adry tiba-tiba menjemputnya." gumam Ricard.

__ADS_1


__ADS_2