
Pagi hari Zahra bangun dan merasakan pening di kepala, dan Prily lah orang yang selalu senantiasa ada di saat apapun.
"Pagi Prily, kok kamu ada di sini sih!" tanya Zahra.
"Pagi bos, bos ada beberapa masalah terjadi di pusat perbelanjaan saat ini! apa kita akan pergi kesana?" Prily menjelaskan dan di ikuti tawa karena ia habis pikir dengan pertanyaan yang di layangkan oleh bos nya.
"Apa itu Ly?" tanyanya sembari mengunya sarapan nya.
" Thalia ternyata tidak membayar upah kerja beberapa karyawan toko dan itu membuat kekacauan hingga pagi ini." jelas Prily.
"Setelah kita sarapan, kita akan segera menyelesaikan permasalahan itu, oh iya Ly maafkan aku yang selalu merepotkanmu." balas Zahra dengan tersenyum.
"Itu sudah kewajiban saya bos. Bos minggu depan saya akan melakukan perjalanan bisnis tapi anda jangan khawatir semua keperluan anda akan saya siapkan terlebih dulu sebelum saya pergi dinas ke California." jelas Prily.
"Baiklah tidak masalah, tapi jangan lama-lama ya, aku pasti akan merindukan mu Ly."seru Zahra dengan sedih.
"Mungkin sekitar seminggu, setelahnya aku akan kembali dan menyelesaikan beberapa penawaran dengan beberapa Investor di sini." balas Prily.
"Ly terima kasih kau sudah sangat membantuku." ucap Zahra kembali seraya berjalan le arah Prily dan memeluk nya. Prily pun tersenyum.
__ADS_1
Zahra pun kembali duduk berhadapan dengan Prily dan makan dengan perlahan.
"Ly apa semalam aku membuat ke kacauan?" tanya nya dengan malu.
Prily pun tersenyum dan menunduk kembali tanda ia tidak ingin membuat bos nya merasa malu kepada nya.
"Sumpah aku malu banget Ly, bisa-bisa nya aku mabuk di depan pria itu." teriak Zahra dengan mengacak acak rambut nya ketika mengingat Ricard yang mendekat ke arahnya dan membisikkan sesuatu hingga membuat jatungnya berdegup kencang seperti akan pecah.
Di tempat lain Ricard menelpon seseorang dan meminta orang tersebut untuk mengosongkan restoran karena saat ini ia ingin mengundang Zahra untuk sarapan.
"Tolong bersih kan area restoran karena saya ingin sarapan dengan seseorang di sana tanpa ada pengunjung lain nya." ucap nya dengan tegas
Menempuh perjalanan yang cukup jauh
Ricard yang sudah tiba di depan restoran melupakan jika ia tidak memiliki nomor ponsel Zahra. Ricard pun turun dan mencoba menelpon fahreza namun tidak di angkat. Ricard kaget melihat instastory dari salah temannya yang memperlihatkan sosok Zahra yang sedang berada di pusat perbelanjaan.
__ADS_1
Seketika Ricard langsung keluar dan menuju pusat perbelanjaan tersebut. Ricard pun tersenyum bahagia dan berkata kita akan bertemu lagi Zahra.
Semua pegawai di pusat pertokoaan merasa takjub dengan kecantikan Bos mereka.
"Kenapa tempat ini sepi sekali? di mana pegawai lain nya." tanya Zahra kepada salah satu pegawai toko.
"Pagi tadi terjadi kekacauan karena ada beberapa pegawai toko yang bekerja sudah cukup lama di berhentikan dan gaji mereka pun tidak di bayar sejak 2 bulan lalu Nyonya." jelas pegawai toko
Terlihat jelas raut wajah kemarahan Zahra ketika mendengar penjelasan salah pegawai toko, ia pun mengecam akan menindak lanjuti permasalahan ini ke rana hukum karena tindakan yang di ambil oleh manager toko menurut nya sudah melanggar hukum karena tidak membayar upah kerja para pegawainya.
Ricard kini sudah berada tepat di pusat perbelanjaan, ia yang awal nya biasa saja seketika terpana dengan kecantikan Zahra yang mengenakan setelan baju yang terlihat begitu modis. Ricard yang ingin segera menyapa Zahra pun terhenti ketika melihat kerumunan yang berjalan ke arah Zahra.
"Ada apa ini?" jelaskan kepadaku tanya Zahra dengan lembut nya.
"Maafkan kami telah mengganggu Nyonya atas kejadian ini, tapi kami tidak tahu setelah ini apakah kami masih bisa bertahan hidup setelah kami di pecat dari sini. Kami pun bukan hanya di pecat melainkan upah kerja kami selama 2 bulan terakhir tidak di bayar oleh wanita ****** itu." jelas seorang wanita muda.
"Kalian tenanglah masalah upah kalian yang tidak di bayar akan menjadi urusanku dan kalian akan tetap bekerja di sini, tapi aku akan mendengarkan penjelasan dari kepala toko sebelumnya, agar aku bisa mengambil keputusan. Kalian masuklah kita akan mendiskusikannya di dalam." ucap Zahra dengan lembut nya.
Semua pun masuk ke dalam toko dan suasana toko mulai kacau balau ketika perdebatan antara kepala toko dan para pegawai. Hal yang tidak di inginkan pun terjadi di mana tejadi perkelahian dan saling menjambak antara pegawai toko dan Manager toko tersebut. Niat hatinya hanya ingin melerai namun naasnya ia terkena pukulan dari Manager toko.
__ADS_1
"Hentikan!! kalian sungguh tidak tau malu." teriak Prily saat mendapati Zahra yang terkena pukulan di wajah nya.
Ricard yang menyaksikan perkelahian itu pun segera berlari menuju toko, dan menarik Zahra dalam pelukannya.