Pelabuhan Terakhir Zahra

Pelabuhan Terakhir Zahra
141. Mengalih kan saham miliknya.


__ADS_3

Kegaduhan terus terjadi di depan Mansion mewah Leon, di mana para reporter sedang berdiri di depan pintu masuk Mansion.


Di ruang keluarga, Leon tak henti-henti nya menghancur kan segala benda-benda yang ada di dalam mansion tersebut.


"Nak, Ayah mohon jangan seperti ini, bisa saja foto dan vidio yang tersebar itu bohong, Ayah yakin Zahra tidak mungkin melakukan ini semua! kita akan tahu setelah Zahra tiba nanti." ucap Tuan Laks sembari menenangkan Leon.


"Bagaimana jika semua itu benar, Ayah! maaf Ayah, jika semua itu adalah kebenaran nya, aku, Leon Alexander Artakendra akan memastikan kehancuran dari Zahra maupun Ricard." balas Leon dengan dingin nya.


Semua keluarga yang berada di ruangan itu tanpak terkejut dengan ancaman Leon, mereka tidak menyangka jika sisi lain dari Leon adalah membalas kan rasa sakit hati nya dengan menjatuh kan lawan atau musuh nya hingga tak berkeping.


" Kak, apa yang kau katakan, sekali pun berita itu benar, pasti ada sesuatu yang mendesak hingga Zahra melakukan itu, aku tahu sifat Zahra, ia tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa memikir kan konsekuensi nya." kesal Almira dengan sifat egois Leon.


Suasana di ruangan itu pun hening seketika, Tuan Laks mengkhawatir kan kondisi Leon, ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Leon hanya karena pemberitaan yang sedang menjadi tranding topik di belahan dunia yang belum tahu kebenaran dari pemberitaan tersebut.


Menjelang sore hari, seluruh keluarga berkumpul kembali di ruang keluarga, mereka tampak khawatir dengan kondisi Leon yang sejak mendengar pemberitaan itu mengurung diri di dalam kamar, tak sedikit pun dari mereka bergonta ganti mengetuk pintu kamar utama mansion itu yang tak kunjung di buka atau pun terdengar aktivitas di dalam kamar tersebut.


"Dry, aku takut kakak--" ucap Almira dengan sedih.


"Ssttt.. jangan ngomong gitu, mungkin dengan cara ini, segala keresahan di hati nya akan hilang dengan sendiri nya, biar kan Leon sendiri untuk beberapa saat." potong Adry ketika mendengar ucapan sang kekasih yang tampak berpikir sesuatu.


Arindi dengan tak tahu malu nya memasuki pintu utama mansion. "Al, di mana kakakmu? maaf baru bisa datang." ucap Arindi dengan percaya diri.

__ADS_1


Almira begitu kesal mendapati wanita ular tersebut sudah berapa di depan nya. "Untuk apa kau kesini? mansion ini tidak menerima mu!" balas Almira dengan dingin dan tajam.


"Al, maafin aku, aku sangat khawatir dengan Leon. Aku mohon biarkan aku menemui Leon, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan Leon." mohon Arindi dengan wajah sesedih mungkin untuk meyakin kan Almira.


"Kakak tidak membutuh kan perhatian mu! enyahlah dari sini." balas Almira dengan wajah marah nya.


"Aku hanya ingin memperlihat kan sesuatu yang penting kepada Leon, setelah nya aku akan segera angkat kaki dari sini." ucap Arindi kembali.


Semua keluarga yang menyaksi kan perdebatan kedua nya, tampak bingung dengan sosok gadis yang baru saja tiba, dan melihat ketidak sukaan dari wajah Almira atas kedatangan gadis tersebut.


"Aku tidak peduli, apapun itu! keluar!" teriak Almira dengan kesabaran yang sudah tidak dapat di bendung lagi.


"Biarkan Arindi naik, Al." seru seseorang yang baru saja membuka pintu kamar. Semua pun sontak melihat ke atas di mana suara itu berasal.


Wanita yang masih setia diam itu pun hanya menyaksi kan keintiman dari arah kedua orang yang saat ini menarik perhatian seluruh orang yang ada.


"Lepas Arindi!" ucap sang empuh dengan dingin nya.


Almira yang melihat nya pun tampak terbakar api kemarahan, karena ia tidak menyangka jika wanita tersebut dengan tak tahu malu nya langsung memeluk sang kakak dan bermanja manja di lengan sang kakak.


"Le, aku mempunyai rekaman perbincangan Zahra dan Ricard, aku tidak sengaja merekam perbincangan kedua nya, mereka menyusun rencana untuk menguasai kekayaan mu dengan mengatakan jika pernikahan itu hanya lah kebohongan semata." ucap Arindi dengan serius.

__ADS_1


Semua yang mendengar pun tak serta merta mempercayai perkataan wanita tersebut. "Apa yang coba kau lakukan! jangan mengatai gadis di keluarga kami, karena apa yang kau katakan tidak akan kami percayai." bentak Fahreza dengan marah nya.


"Terserah kalian mau percaya atau tidak, yang pasti nya kalian akan mengetahui nya setelah mendengar kan rekaman ini." ucap Arindi sembari memain kan ponsel nya di udara.


Setelah ini kita akan segera kembali ke Italya, dan kamu harus berpura pura meyakin kan Leon jika pernikahan ini adalah bohong, dan setelah nya minta Leon untuk menanda tangani surat pengalihan seluruh saham milik Leon atas nama mu.


Tuan Laks yang mendengar pun tampak syok, awal nya ia tidak percaya dengan perkataan sang gadis namun mendengar suara Zahra ia yakin jika semua itu adalah kebenaran nya.


"Paman, jangan percaya dengan tipu muslihat wanita beracun itu, aku yakin itu semua adalah bohong. Zahra kita tidak mungkin melakukan itu semua." ucap Fahreza dengan khawatir saat melihat sang Paman yang memegang dada nya.


"Cari adik kalian sekarang juga!" ucap Tuan Laks dengan serak nya seperti sedang menahan sesak di dada nya.


"Tidak perlu Ayah." ucap Zahra tiba-tiba.


Dan semua pun merasa senang ketika melihat kedatangan Zahra. Ayah Laks pun segera berjalan menuju sang anak dan memeluk nya dengan begitu erat nya.


"Apa yang sebenarnya terjadi sayang? katakanlah jika pernikahan itu adalah kepalsuan belakang." tanya Ayah Laks dengan pelan nya.


Leon tak dapat membendung kerinduan nya, ia pun berlari menuruni anak tangga dan hendak memeluk Zahra, namun langkah nya terhenti saat Zahra mundur selangkah dari nya. Semua bingung melihat sikap Zahra yang tidak seperti biasa nya menghindari pelukan sayang dari Leon.


"Ada apa? katakan jika semua itu tidak lah benar." ucap Leon dengan mata yang sudah berkaca kaca.

__ADS_1


"Maafkan aku, Le. Maaf." balas Zahra dengan sedih nya.


__ADS_2