
Ricard Akhirnya sampai di hotel Crowne Plaza. Ricard begitu frustasi melihat Zahra dan Donny yang begitu dekat, Ricard pun memesan Beberapa Wine melalui telpon kamar hotel dan minta di antarkan ke kamarnya.
Menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhir nya Donny menepih kan mobil nya di sebuah pusat kuliner di Kota Thoulose karena ingin mengajak Zahra jalan-jalan sambil menunggu waktu makan malam.
"Kok berhenti di sini, Don?" tanya Zahra bingung
"Turun lah! kamu pasti akan menyukai tempat ini setelah kita masuk melalui jalan itu." jelas Donny sembari menunjuk arah pintu masuk yang berada di seberang jalan.
Zahra pun tidak menolak, ia pun segera turun dari mobil dan berjalan menghampiri Donny. Setelah nya mereka berdua berjalan menuju area masuk pusat kuliner tersebut.
Zahra terperangah ketika masuk. "Sungguh indah tempat ini, Don!" seru Zahra ketika melihat pemandangan yang begitu indah dan banyak lampu warna warni yang terpasang di setiap area itu.
Donny sangat bahagia ketika melihat raut wajah kegembiraan dari Zahra. "Ra, kamu tidak berubah, kamu masih sama seperti beberapa tahun yang lalu." ucap Donny dengan tertawa.
Zahra pun menatap Donyy dengan lamat-lamat sebelum ia kembali berjalan ke arah jembatan yang begitu memanja kan mata.
Namun beda hal nya dengan Donny, ia tampak terlihat sedang sibuk berbincang dengan seorang waiters.
"Bisakah anda membantu saya? saya ingin memberikan kejutan untuk wanita ku!" tanya Donny seraya menunjuk ke arah Zahra yang sedang berdiri di ujung jembatan.
"Dengan senang hati Tuan! apa itu?" jawab sang wheiters dengan ramah nya.
"Tolong belikan sebuket bunga mawar di toko itu untuk wanita ku." jelas Donny sembari memberikan beberapa lembar euro kepada pria itu.
Sang Weiters pun menerima selebaran uang itu dan berlalu pergi membeli sebuket bunga. Melihat pria itu sudah berlalu meninggalkan nya ia pun segera berjalan menghampiri Zahra.
"Ra, ayo makan keburu dingin." ucap Donny dengan lembut nya.
Zahra pun mengangguk dan kedua nya pun berjalan menuju meja yang sudah tertata rapi dengan beberapa hidangan di atas meja.
"Semua ini!" ucap Zahra seketika dan menatap ke arah Donny.
"Iya, aku memesan makanan ke sukaan mu, Creem Brulee dan Crepes tanpa Vanilla, Coq Au vin tanpa merica." seru Donny dengan tersenyum.
"Don, makasih kamu masih mengingat jelas makanan kesukaan ku." balas Zahra walau sebenar nya ia sudah tidak menyukai makanan tersebut namun mengingat antusias dari Donny ia pun menerima nya dengan senang.
"Miss, Zahra ini untuk mu!" ucap seorang pria sembari memberikan sebuket bunga mawar berukuran besar.
"Wow! terima kasih!" balas Zahra dengan terus tersenyum.
"Don, terima kasih! kamu masih mengingat jelas apa yang aku sukai." seru Zahra sembari menerima buket tersebut.
"Ini adalah hadiah untuk pertemuan kita kembali!" balas Donny dengan tersenyum. "Ra, tutup mata mu! ada lagi kejutan yang ingin aku berikan kepada mu." ucap Donny kembali.
__ADS_1
"Buat apa Don!" tanya Zahra dengan tertawa.
"Ayo tutup dulu mata mu!" ucap Donny kembali. Zahra pun menutup mata nya, melihat Zahra yang sudah menutup mata nya, Donny pun segera beranjak dari kursih nya dan berjalan ke arah Zahra, ia pun berdiri tepat di belakang Zahra. Donny pun mengeluarkan sebuah kalung yang sangat simpel namun memancar kan keindahan tersendiri di liontin nya, perlahan ia memakai kan kalung itu di leher Zahra. "Selesai!" bisik Donny di telinga Zahra.
Zahra pun perlahan membuka mata nya, ia tampak tidak percaya, sebuah kalung yang di impikan nya beberapa tahun lalu akhir nya dapat ia miliki. "Don ini!" ucap Zahra dengan berkaca kaca.
"Ini adalah kalung yang pernah kita jumpai di toko perhiasan Jewerly, aku pernah berjanji untuk membelikan nya untuk mu, kalung dan cincin itu adalah hadiah ku untuk 5 tahun kita pacaran namun kau tidak kunjung datang di tempat itu." jelas Donny dan terdengat memilukan di akhir perkataan nya.
"Don, maafkan aku! seharus nya waktu itu aku mengabarimu terlebih dahulu sebelum kepergian ku, jika saja waktu itu aku tidak pergi mungkin di antara kita masih sama seperti dulu, beri aku waktu untuk memikir kan semua nya." ucap Zahra dengan rasa bersalah nya.
"Tidak masalah, Ra! aku akan menunggu jawaban dari mu, tapi mungkin ini akan menjadi perpisahan kita kembali karena aku akan pergi mengurus beberapa pekerjaan di Italya." balas Donny dengan mengenggam lembut tangan Zahra.
Setelah makan malam selesai Donny pun mengantar Zahra kembali ke hotel, setiba nya di depan hotel Donny pun turun dan berlari kecil untuk membuka pintu penumpang untuk Zahra.
"Besok aku akan kembali ke Bordeaux." ucap Zahra.
"Baiklah, setelah aku kembali dari Italya, aku akan menghampirimu." balas Donny. Seketika Zahra memeluk Donny dengan erat nya karena ia ingin memastikan apakah diri nya masih merasa nyaman saat di pelukan Donny atau kah ia harus mengakhiri semua nya sebelum membuat Donny kecewa.
Tidak dapat di pungkiri, kali ini Zahra tidak lagi merasakan debaran apapun ketika memeluk Donny namun Zahra tidak ingin menghancurkan perasaan Donny saat pertemuan mereka kembali.
Donny pun tampak tersenyum saat Zahra memeluk nya, ia pun berulang kali mengecup puncak kepala Zahra. Setelah nya Zahra pun berlalu masuk ke hotel, dan Donny kembali ke villanya.
Pikiran Zahra saat ini adalah menjelaskan perasaan nya yang sebenar nya kepada Ricard namun saat masuk ke kamar dia mencium bau alkohol yang sangat menyengat di hidung nya, ia mengedarkan pandangan nya untuj melihat Ricard yang sedang duduk dengan beberapa botol Wine di atas meja. "Ricard Apa yang kau lakukan? ini! kau menghabiskan waktu mu seharian untuk minum-minum? apa kamu tahu sejak tadi aku mengkhawatir kan mu!" pekik Zahra dengan kesal ketika mengingat diri nya di tinggal kan di lokasi proyek dan mendapat kan Ricard yang sudah sangat mabuk.
"Apa hubunganmu dengan Donny Balldy,?" teriak Ricard dengan marah.
"Dia.. dia mantan pacar ku. Apa urusannya denganmu, kenapa kau sekasar ini Ricard.!!" pekik Zahra dengan terbata karena melihat sorot mata Ricard yang begitu tajam
"Zahra kau sungguh wanita murahan!" teriak Ricard kembali. Namun teriakan itu membuat Zahra marahd an menampar wajah Ricard dengan keras nya.
Plakk...
"Setelah apa yang terjadi antara kita, kau bisa-bisanya menjalin hubungan dengan Donny lagi." pekik Ricard dengan sarkas nya. Hati Zahra begitu hancur ketika Ricard menyebutnya wanita murahan, Zahra pun menunduk dan mulai terisak.
Entah setan apa yang merasuki Ricard saat ini. Ia dengan kasar nya menarik tubuh Zahra mendekat ke arah nya dan dengan kasar nya mencium Zahra. Ia pun mulai menelusuri bibir merah kecil itu dengan kasar nya. Zahra tampak kehilangan nafas dan mencoba mendorong Ricard dengan kekuatan nya namun semua usaha nya sia-sia.
Dekapan Ricard sangat lah kuat, ia pun hanya bisa pasrah. Ricard sedikit pun tidak melepaskan ciuman nya, dia memeluk Zahra begitu eratnya dan berjalan menuju ranjang. Setelah nya Ricard menghempaskan Zahra keranjang.
Zahra sungguh takut, ini adalah kali pertama nya, ia melihat kemarahan Ricard yang tidak dapat di bendung. "Ricard, kamu mau apa?" tanya Zahra dengan takut dan di ikuti dengan isakan.
Ricard tak menghirau kan perkataan Zahra dan kali ini ia benar-benar melakukan kesalahan yang sangat fatal. Ia pun membuka paksa kemeja nya dan menghempaskan ke sembarangan tempat. Setelah nya ia pun menindih Zahra. Ricard mulai mencium leher Zahra dan meninggalkan beberapa bekas ciuman disana.
"Ricard Apa yang kau lakukan, Ricard tolong lepaskan Aku." ucap Zahra di ikuti butiran bening sudah mulai berjatuhan di pipi nya.
__ADS_1
Ricard tak memperdulikan perkataan Zahra, dan menarik pakaian Zahra hingga robek. Ricard pun mencium Zahra dengan rakusnya dan turun kembali ke leher putih bersih Zahra.
"Ricard kenapa kau seperti ini, apa aku telah membuat mu marah? jika begitu maaf kan aku, jangan lakukan ini, Ricard." dengan lirih nya ia berkata.
Ricard sungguh gila, ia tidak sedikit pun merasa bersalah dan terus menhujami Zahra dengan ciuman-ciuman kasar nya. Zahra tanpa sadar mengeluarkan ******* yang membuat Ricard lebih bergairah.
"Ricard, aahhh!" ******* Zahra membuat Ricard lupa diri. Zahra merintih kesakitan saat penyatuan yang di lakukan Ricard. "Ricard sakit!" hancur sudah segala nya.
Ricard pun mencium Zahra dengan lembutnya karena saat penyatuan Ricard merasa kan kesakitan. "Zahra! aku akan bertanggung jawab untuk mu." ucap Ricard dengan pelan nya.
"Ricard, ahhhh" ucap Zahra saat kenikmatan menghujami nya. Setelah Ricard mendapatkan kenikmatan Ricard pun mengecup dahi Zahra dan berbaring disampingnya.
"Ricard, aku tahu kamu cemburu tapi kamu salah paham, kamu tidak tahu keseluruhan cerita nya, aku dan Donny tidak mungkin bersama lagi, karena aku sudah jatuh cinta padamu." bisik Zahra di telinga Ricard.
Zahra tampak terkulai lemas karena permainan Ricard yang sangat kasar. Ricard pun mencium Zahra dengan lembut nya, setelah nya Ricard pun beranjak dari ranjang menuju kamar mandi, setelah selesai mandi Ricard kembali tidur di samping Zahra, ia pun memeluk Zahra dari belakang.
"Zahra maafkan aku, aku akan bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan padamu." ucap nya kembali seraya mencium aroma punggung Zahra. Zahra tak menjawab, ia menangis dan menyelimuti dirinya dan berjalan ke arah kamar mandi.
"Zahra maafkan aku, aku sangat mencintaimu, Aku tidak ingin kehilangan dirimu, setiap kali aku melihat dirimu bersama pria lain, hatiku begitu sakit dan tidak dapat menerima semua itu." ucap Ricard kembali.
Didalam kamar mandi Zahra berdiri di bawah shower dan terus menerus menangis, dia merasa kesakitan di bagian intimnya. Zahra pun duduk di lantai kamar mandi sambil memegang kedua lututnya begitu erat, hampir dua jam Zahra berada di kamar mandi, akhirnya ia pun keluar. Ricard sudah tertidur begitu pulasnya. Zahra pun berpikir untuk pergi saat ini. Namun sebelum ia pergi, ia pun menulis sebuah surat untuk Ricard.
"Ricard maafkan Aku, yang tidak peka terhadap perasaanmu, Aku sungguh tidak tahu jika kamu benar-benar mencintaiku. Sejak perdebatan kita Aku mulai menaruh hati padamu, Namun saat bertemu Donny rasa cinta ku pada nya sudah hilang, berjalan seiring dengan kehangatan yang kamu berikan pada ku beberapa bulan terakhir ini. Awal nya aku ingin mengatakan semua ini kepadamu saat tiba tadi, tapi aku tidak tahu jika kamu begitu marah dan melakukan ini. Aku sungguh minta maaf kepadamu, semoga Kau bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dariku dan lebih mencintaimu.Terimah kasih untuk perhatian yang selama ini kau berikan kepadaku. Jangan merasa bersalah atas kejadian semalam, Aku tidak akan memintamu untuk bertanggung jawab atas kejadian itu. Aku mencintai mu Ricard.
Setelah menulis surat Zahra segera berganti pakaian dan meninggalkan kamar hotel dan kembali ke Bordeaux dengan mobil yang sudah di pesan.
Zahra pun tiba di Apartement nya pada pukul enam pagi. Zahra pun berkemas secepat mungkin Karena dia tahu Ricard akan mencarinya. Zahra pun menulis sebuah surat untuk Donny Balldy.
"Donny maafkan Aku, awal nya Aku mengira aku mencintaimu seutuh nya, Namun sejak beberapa bulan terakhir Aku seperti sudah mulai jatuh cinta kepada Ricard. Mungkin kali ini, kita sungguh tidak di takdir kan untuk bersama lagi. Mungkin makan malam itu adalah yang terakhir namun Aku akan selalu mengingat moment itu.Terimah kasih telah menjaga cinta kita begitu lamanya, sejak malam itu Aku berhasil di nodai, Aku sungguh tidak pantas untukmu, Aku begitu kotor. Terimah kasih untuk kebahagian yang selama ini Kau berikan saat kita bersama dulu. Kamu pasti bisa mendapat kan wanita yang lebih baik dari ku."
Zahra pun berlalu meninggalkan Apartementnya dan menuju Airport, kali ini Zahra benar-benar pergi jauh tanpa ada seorang pun yang tau.
Ricard yang sudah terbangun dari tidur, menyadari jika tempat di samping nya kosong dan terasa dingin, seperti tidak di tiduri. Ia pun segera beranjak dan mencari keberadaan Zahra. Namun dia lupa dengan apa yang dia lakukan kepada Zahra saat dia mabuk. Ricard menemukan sebuah surat di tempat tidur Zahra. Ricard merasa sangat bersalah dan matanya terbelalak melihat noda darah di seprai. Ricard membenturkan kepala di dinding. "Apa yang ku lakukan! bagaimana mungkin aku melakukan itu!" gumam nya seraya menonjok cermin di depan nya.
Rincard pun mengambil ponsel nya dan mencoba menelpon nomor Zahra namun tidak tersambung, berulang kali dia menelpon tidak tersambung juga. Ricard pun mengirimi pesan untuk Zahra.
"Zahra maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud melakukannya. Zahra kamu dimana, aku akan segera menemuimu." isi pesan yang di kirim Ricard.
Ricard segera berkemas dan keluar dari hotel menuju parkiran, Ricard mengemudikan mobil secepat kilat. Hampir tiga jam lebih ia melakukan perjalanan menuju Apartement Zahra. Dan akhir nya ia pun tiba di bassment Apartement. Ia pun hendak berlari menuju lift namun seseorang menyapa nya.
"Maaf, apa Anda mencari Nona Zahra, Tuan? tanya seorang satpam dengan rama nya.
"Iya, apa Zahra ada di atas." balas Ricard.
__ADS_1
"Maaf Tuan, Nona Zahra telah berangkat ke Airport sekitar sejam lalu." jelas sang security.