
Setelah selesai Zahra, Almira dan juga Leon bergegas menuju Airport.
"Dik, kamu tidak masalah tinggal sendiri di sana,?" tanya Leon.
"Gak apa-apa kak. Aku juga mungkin akan jarang pulang! karena seminggu full aku akan berada di rumah sakit untuk menyiap kan operasi besar untuk orang-orang dari pusat pedesaan yang terpapar virus gitu." jelas Almira.
"Dik, jadi ini alasanmu kembali, Kakak tidak marah kepadamu karena ini adalah bagian dari profesimu namun kakak tidak suka jika kamu mengambil alih dalam penyakit mematikan ini dan bagaimana jika kamu terpapar virus itu juga.? Apa yang harus kakak lakukan tampamu." pekik Leon dengan tegas nya.
"Al yang di katakan kakakmu ada benar nya juga. Kami tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu." timpal Zahra dengan segera.
"Kakak pleace, kalian tidak perlu menghawatirkan aku. Aku janji akan menjaga kesehatan ku dan setelah selesai aku akan mengabari kalian." ucap Al dengan tersenyum ke arah kedua nya.
Leon tak dapat berkata lagi karena ia selalu kalah jika berdebat dengan sang adik.
Kini mereka sudah berada tepat di Airport. Sejak perdebatan nya dengan sang adik, Leon yang sedari tadi berjalan bersama Zahra dan sang adik tidak berbicara apapun.
Almira pun yang merasa sang kakak marah kepada nya segera berjalan dan memeluk sang kakak. "Kakak jangan diamin aku kayak gini dong. Aku hanya punya kalian berdua saat ini, jika kalian mendiami aku kayak gini, aku pun merasa sedih." ucap nya dengan menunduk s3mbari memeluk Leon.
"Tapi aku janji setelah masalah ini selesai, aku tidak akan turut serta dalam kasus seperti ini lagi, aku janji." ucap nya kembali sembari mengangkat dua jari nya ke atas.
"Baiklah, kamu harus selalu mengabari kami dan secepat nya kami akan menyusulmu kesana." balas Zahra dengan segera.
"Ok kakak ipar. Aku akan menanti kan kedatangan kalian kembali." seru Almira.
Leon pun memeluk sang adik. "Jaga kesehatanmu dan jangan melupakan keselamatan mu." ucap Leon dengan lembut nya.
"Siap kakakku yang tampan. Ya sudah aku masuk dulu." ucap nya kembali dan segera masuk.
Leon maupun Zahra kini berjalan menuju mobil dan hendak kembali kerumah namun dengan cepat nya Leon mengajak Zahra pergi ke suatu tempat.
"Sayang, maukah kamu jalan-jalan bersamaku dan pergi ke suatu tempat." ajak Leon.
"Terserah kamu sayang, kita juga sudah jarang jalan berduaan." balas Zahra sembari menyatukan jemari mereka.
Kini keduanya sudah berada di suatu tempat dengan keindahan yang begitu memanjakan mata.
__ADS_1
"Sayang sejak kapan kamu tahu tentang tempat ini. Aku saja tinggal di kota ini tidak tahu mengenai tempat ini." seru Zahra dengan takjub ketika melihat pemandangan di depan nya.
"Ayo, ada lagi yang ingin aku tunjukan kepadamu." seru Leon kembali.
Leon maupun Zahra sedang jalan-jalan di sebuah puncak yang memiliki keindahan yang sangat memanjakan mata. Leon pun dengan segera menutup kedua mata Zahra.
"Apa ini sayang,?" tanya Zahra karena begitu kaget ketika Leon menutup kedua matanya.
"Tunggulah sebentar, kamu akan tahu sebentar lagi."
Leon pun dengan perlahan membuka kedua tangan "Buka lah matamu sayang." bisik nya dengan lembut.
Zahra tampak tercengang ketika melihat suatu pemandangan yang tak pernah ia liat sebelumnya. "Sayang sejak kapan kamu tahu jika, ini adalah tempat yang pas untuk melihat terbitnya matahari." seru Zahra kembali.
Aku pernah kesini dan tempat ini adalah kenangan terindah untukku dan juga Al, karena ini adalah tempat berkemah kami dan keluargaku, dan waktu itu aku pernah berjanji kepada Ayahku untuk membawa orang yang sangat berarti dalam hidupku setelah aku dewasa nanti dan sekarang aku membawamu kesini." jawab Leon dan memeluk Zahra dari belakang.
"Terima kasih sayang, dan ini adalah tempat yang terindah yang pernah aku jumpai bersamamu." balas Zahra.
Setelah mengambil beberapa foto akhir nya mereka memilih kembali ke Villa. Sesampai nya di sana keluarga besar Zahra sudah menunggu mereka di meja makan.
"Tidak masalah, kami juga belum lama menunggu kalian! Almira mana, bukan nya Almira bersama kalian.?" tanya Ayah Laks ketika tidak melihat kehadiran Almira di sana.
"Ayah maaf, Almira tak sempat berpamitan. Almira sudah kembali ke Italya pagi tadi, karena ada hal mendesak yang harus ia kerja kan di sana. Namun Almira memberikan surat ini untuk Ommah. Zahra pun menyerah kan surat tersebut kepada sang Ommah." jelas Leon dan Zahra pun menyodor kan surat itu untuk Ommah Diana.
Adri tampak tercengang ketika mengetahui Almira kembali ke Italya, ia begitu kaget dan segera berdiri menuju kamar nya.
"Ada apa Adry?" tanya Ommah Diana.
"Ommah, aku lupa jika aku harus melakukan daring malam ini. Aku pamit ya." ucap nya dengan segera.
"Makan dulu Adri! entar kamu sakit loh." balas Ommah ketika melihat Adri hendak berjalan.
"Nanti deh Omma!" balas nya dan segera berjalan menaiki tangga.
Semua yang melihat tingkah Adri tampak binggung, Zahra yang menyadari kekecewaan Adry atas kepergian Almira pun segera berbicara. "Biar kan saja Ayah, aku akan mengantar kan makanan kakak ke kamar nya saja." timpal Zahra ketika semua mata tertuju pada Adry yang menaiki tangga.
__ADS_1
"Ya sudah, setelah kita sarapan kamu antar kan makannya ke kamar. Fahreza ada apa dengan Adri, sejak kita datang kesini ia tampak berdiam diri dan tak banyak bicara. Apa terjadi sesuatu di perusahan.?" tanya Tuan Laks.
"Perusahan baik-baik saja Paman, nanti aku akan coba berbicara dengan nya." balas Fahreza mengingat sikap Adry yang cukup aneh beberapa hari ini.
"Tidak usah kakak Reza, nanti aku saja yang coba berbicara kepada kakak." selah Zahra saat Fahreza berbicara.
"Baiklah sayang, dan semoga tidak terjadi sesuatu kepada nya." balas Fahreza.
"Baiklah kalian duduk lah dan kita akan sarapan." tuan Laks berkata.
"Kita akan segera kembali ke Mansion, karena lusa adalah hari bahagia untuk Prily dan juga Donny. Dan Ayah sudah membagi tugas untuk kalian.." ucap nya dengan tersenyum.
"Ayah, Aggrita mana.?" tanya Zahra.
"Aggrita sudah di jemput sama Prily dan Donny dan mungkin mereka sedang jalan-jalan." balas Tuan Laks.
"Sungguh Prily adalah wanita baik dan penyayang. Aku bersyukur mendapatkan Adik angkat seperti Prily." gumam Zahra.
"Oleh karena itu, Ayah ingin kalian membuat kan pesta pernikahan yang mewah untuk nya karena bagaimana pun ia sudah menjadi anggota keluarga Chandra." timpal Tuan Laks kembali.
"Makasih Ayah! kalian sudah mau menerima Prily dalam keluarga kita." balas Zahra.
Zahra menuju kamar sang kakak yang berada di lantai dua dengan sebuah nampan yang berisikan sarapan untuk sang kakak.
toktoktok...
"Masuk saja." jawab Adri.
"Kakak ini sarapanmu." Zahra pun menaruh napan itu di atas nakas. "Kakak apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa kakak tiba-tiba berdiri saat mengetahui Almira kembali ke Italya.?" tanya Zahra selidik ketika melihat ke anehan dari Adri.
"Kakak baik-baik saja, hanya saja kakak tidak napsu makan." balas Adri bohong.
"Kakak cerita kan kepada ku, apa yang terjadi dengan kakak dan juga Almira saat kalian di supermarket. Karena saat kalian kembali Almira maupun kakak seperti berdiam diri." tanya Zahra dan terjeda beberapa saat sebelum melanjut kan.
"Aku tahu ada sesuatu yang terjadi antara kakak dan Almira. Siapa tahu aku bisa membantu menyelesai kan masalah kakak." ucap nya kembali meyakin kan Adry.
__ADS_1