
Ricard kini kembali setelah melakukan perjalanan bisnis, Ricard pun segera pergi ke Apartement Zahra namun untuk kedua kalinya pintu Apartement Zahra di kunci, dan membuat Ricard benar-benar gila.
Ketika Ricard sedang duduk di depan pintu Apartement Zahra, suara denting lift pun berbunyi.
Ricard pun beranjak dari lantai untuk melihat apakah itu Zahra tapi nyatanya itu salah seorang pegawai kebersihan.
"Tuan sedang mencari Nona besar ya? tapi sayangnya Nona besar sudah beberapa hari ini tidak terlihat, mobilnya pun tidak ada. Mungkin Nona besar sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar kota." jelas wanita paruh baya itu yang tau mengenai sosok Zahra.
Ricard pun segera kembali ke Apartementnya. Ia tampak kacau setelah mengetahui jika Zahra sudah beberapa hari tidak pulang ke Apartementnya. Ricard yang hendak masuk ke Apartementnya pun di kejutkan dengan kedatang orang tuanya yang sedang duduk berbincang di ruang tamu.
"Papah, Mamah. Kapan kalian tiba di sini, dan mengapa tak mengabari Ricard,? tanyanya dengan keterkejutan.
"Papah dan Mamah sedang ada kunjungan kesini untuk beberapa kerja sama, dan sepertinya kamu tidak bersemangat melihat kami di sini." balas Tuan Fikry saat mendapati kerutan di wajah Anak semata wayang mereka.
"Apa sebenarnya yang terjadi nak,?" tanya sang Mamah.
__ADS_1
"Mah..Mamah ingat gak sama wanita yang waktu itu ketemu Mamah di kantorku." ucap nya dengan lemas.
"Iya, Mama ingat. Emangnya kenapa Nak!!" balas Ny.Linda.
"Mah wanita itu gak terlihat lagi, Ricard sudah mencarinya kemanapun tapi tidak mendapatkan informasi mengenainya. Ricard pun menjelaskan semuanya. Sebulan yang lalu Ricard mulai dekat dengannya, dan Ricard pun mulai jatuh cinta kepadanya."
"Namun saat pertemuan malam itu, Ricard melakukan perjalanan bisnis, Ricard pun kembali dan Ricard awalnya ingin mengundangnya untuk kencan. Saat Ricard menghampiri Apartementnya Ricard tidak melihatnya dan hingga hari ini ia tak kunjung kembali sampai sekarang, sudah beberapa hari pun tak ada kabar. Dari Universitas dan club milik keluarganya pun tidak ada yang tahu mengetahui keberadaan Zahra dan kakaknya." jelas Ricard panjang lebar.
"Apa kamu benar benar mencintainya?" selidik Tuan Fikry.
"Iya Mah, Ricard benar benar mencintainya!" balas nya
"Apa itu Kakak?" tanya Zahra.
"Sayang selesaikan pendidikanmu buatlah Ayah dan kami semua, bangga terhadapmu, karena kau adalah Putri satu-satunya di keluarga Chandra." Adriyansyah yang berkata.
__ADS_1
"Baik, jika itu keinginan kalian, aku Zahra Humairah Chandra akan melakukannya dan pasti akan menjadi kebanggaan kalian selama nya." balas nya seraya memeluk Adry.
"Baiklah jaga kesehatan kalian, dan ingat jangan marah lagi kepada Prily karena ia begitu menyayangimu." timpal nya kembali saat melihat Adry sudah beranjak dari ranjang nya.
"Baiklah!" Zahra pun tersenyum.
Naysila yang mendengarkan kondisi sahabatnya sakit pun begitu khawatir, ia pun segera memesan taksi online menuju Apartement sang sahabat karena mobilnya sedang di service.
"Zahra. Apa yang terjadi padamu, bagian mana yang sakit biar aku pijat, dan maafkan aku yang baru datang setelah kau keluar dari rumah sakit?" ucapnya tanpa berhenti.
"Udah gak apa-apa sayang, gimana persiapan kamu untuk ujian besok hari." tanya Zahra.
"Semuanya udah aku persiapkan, dan tahu gak aku 2 hari belakangan ini sangat gugup memikirkan ujian besok hari." ucap Nay sila seraya ikut berbaring bersama Zahra.
Zahra, Naysila dan juga Prily mengantarkan Adriyansyah kembali ke Airport. Setelah menempuh perjalanan yang jauh akhirnya mereka sampai di Airport.
__ADS_1
Adriyansyah pun memeluk erat sang adik, dan mulai menasehatinya kembali. "Ingatlah kata-kata kakak, buatlah kami bangga akan dirimu dan jagalah kesehatanmu." ucapnya kembali.
"Baik kak, aku janji bakalan buat kalian bangga denganku. Tunggulah kabar dari ku." balas nya fengan senyum kebahagiaan