Pengasuh Tuan Muda Genius

Pengasuh Tuan Muda Genius
Bab 96 - Kikuk-kikukan


__ADS_3

Seharian ini Oma Putri mewawancarai semua orang yang ada di rumah. Dia ingin mendengar dari semua orang tentang hubungan Ajeng dan papa Reza.


Bi Asmi juga tak lepas dari interogasi nyonya besar keluarga Aditama tersebut. Juga om Deri sang supir.


Mulai dari hari pertama dia meninggalkan rumah ini untuk pergi ke Jogja dan hingga sekarang dia kembali.


Saat waktunya makan siang dan Rilly pulang ke rumah, gadis itu pun langsung cerita panjang kali lebar. Melepas rindu pada sang ibu sekaligus menggosipkan tentang sang kakak, Ajeng dan Sean.


Ketika makan siang itu pun akhirnya Ajeng mulai sadar bahwa ini adalah nyata.


Mendapatkan restu Oma Putri membuatnya lebih berani untuk menunjukkan diri, bahwa dia adalah kekasihnya papa Rez, calon mamanya Sean.


Cie, goda gadis itu. menggoda dirinya sendiri di dalam hati. Sementara wajahnya terus tersipu malu.


Ya Allah, mimpi apa aku sampe bisa dapet papa Reza, apa aku cantik banget ya? Batin Ajeng lagi, lalu tertawa sendiri. Saat ini Ajeng sedang membuat jus buah untuk sang calon anak.


"Jeng, itu jus-nya udah jadi," ucap seorang pelayan, menyadarkan Ajeng dari lamunan. Apalagi seluruh keluarga sudah menungunya di meja makan.


"Eh iya mbak," jawab Ajeng kikuk.

__ADS_1


"Cie, ngelamun ya," goda pelayan itu dan Ajeng hanya mampu memukul pelan lengan sang rekan.


Mereka berdua terkekeh pelan, lalu Ajeng segera menyiapkan jus buah itu dan membawanya ke meja makan.


Duduk di samping Sean, di hadapannya ada papa Reza.


Ya Allah, deg-degan. Batin Ajeng.


Papa Reza pun tersenyum melihat rona merah di kedua pipi calon istrinya. Sesekali mereka saling tatap lalu sibuk makan.


Ryan tidak ada di sini, pria patah hati itu memutuskan untuk menyibukkan dirinya dengan pekerjaan. Dia bahkan berencana untuk membuat sebuah perusahaan baru yang bergerak di bidang penerbangan.


Sedangkan Rilly, kini dia sangat bersyukur karena ada sang ibu, jadi ada yang menemaninya stres melihat tingkah sang kakak.


Ajeng mengangguk-anggukan kepalanya saja. Gugup juga, tapi dia senang. Ada anggota keluarganya yang mengetahui ini makin membuat Ajeng berbunga-bunga.


Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Batin Ajeng, daripada bicara dia lebih banyak membatin.


"Rez, lebih baik kamu yang jemput bi Ratih, tunjukkan niat baik mu pada keluarga Ajeng," ucap Oma Putri lagi.

__ADS_1


"Baik Oma, nanti aku akan jemput bi Ratih," jawab Reza patuh.


Dia tidak memikirkan lagi tentang pekerjaan, semua dia percayalah pada Louis.


Percayalah saat ini Louis benar-benar kerepotan dan sibuk. Bahkan berulang kali Louis menghubungi Ryan untuk minta petunjuk. Pasalnya bossnya sendiri sudah sibuk dengan yang namanya cinta.


"Mama, nanti aku mau tidur siangnya dengan Oma Putri, ya?" tanya Sean, di ruang makan begini dia tak canggung sedikit pun menanyakan hal tersebut.


Oma Putri bahkan sampai berkaca-kaca saat melihat sang cucu, hatinya seperti tercubit mendengar pertanyaan itu. Ternyata Sean tetap membutuhkan sosok mama, tak peduli sebanyak apapun dia memberikan kasih sayang.


Ajeng mengangguk, juga mengelus pundak Sean dengan lembut.


Selesai makan siang, Sean dan Oma Putri langsung bergegas naik ke lantai 2. Rilly masuk ke dalam kamarnya juga untuk istirahat.


Di meja makan jadi hanya ada papa Reza dan Ajeng.


Kikuk-kikukan.


"Pa-papa jangan menatap ku seperti itu," gagap Ajeng.

__ADS_1


"Jadi ditatap seperti apa?"


"Iiihh papaa," kesal Ajeng, karena tatapan papa Reza semakin dalam padanya.


__ADS_2