Pengasuh Tuan Muda Genius

Pengasuh Tuan Muda Genius
Bab 156 - Punya Hak Yang Lebih Banyak


__ADS_3

"Bagaimana?" tanya papa Reza lagi, karena dilihatnya istrinya itu malah hanya diam.


Sementara Ajeng sejak tadi menggigit bibir bawahnya sendiri, begitu ragu untuk bicara.


Sebenarnya Ajeng ingin dia saja yang menemui Mama Mona secara langsung. Lagi pula dia memang bertemu dengan wanita itu semenjak menjadi ibu sambungnya Sean secara resmi.


Kadang terpikir di dalam benaknya jika dia menginginkan hubungannya dengan Mama Mona berjalan dengan baik. Sama-sama membesarkan Sean dengan penuh kasih sayang.


Tapi selalu saja ada rasa takut yang muncul di dalam hati Ajeng, rasa takut yang akhirnya membuat dia ragu untuk mengambil sikap.


"Kamu saja yang menemui dia ya? lagi pula sekarang kamu juga adalah ibunya Sean, Bahkan kamu punya hak lebih atas Sean karena sekarang Kamu adalah istriku," terang papa Reza lagi.


Karena mama Ajeng hanya diam saja jadi dia putuskan untuk mengambil keputusan.


Dan keputusan yang paling aman agar dia tidak diminta untuk tidur di luar adalah dengan meminta Mama Ajeng saja yang menemui wanita itu.


Benar saja, keputusan yang diambil oleh Papa Reza itu membuat hati Ajeng menjadi semakin tenang, rasa takut yang sempat menguasai hatinya seperti berlahan diusir untuk keluar.


Dan jadilah dia yang mantap untuk menemui Mama Monalisa secara langsung.


Meski kecil tapi sudah mulai terlihat senyum yang kembali terukir di wajah wanita cantik tersebut.

__ADS_1


Papa Reza yang melihatnya pun ikut bernafas lega, selain Dia yang memang begitu malas untuk menemui Monalisa, papa Reza pun jadi mendapatkan nilai plus di mata sang istri.


"Benar Mas aku boleh menemui Mama Mona sendirian?" tanya Ajeng lagi, memastikan.


"Tentu saja, kalau dia bicara kasar padamu, balas juga yang lebih kasar."


Ajeng langsung tertawa pelan ketika mendengar jawaban suaminya tersebut. Mama Mona adalah wanita berpendidikan, tidak mungkin akan bersikap kekanak-kanakan seperti itu.


Saking asyiknya saling bicara, sampai tidak sadar jika mobil yang mereka naiki sudah berhenti di tempat tujuan. Deri juga sudah turun untuk membukakan pintu sang tuan.


Tapi papa Reza tidak langsung turun dari dalam mobil itu, dia lebih dulu mencium bibir istrinya dengan begitu lembut.


Papa Reza tidak akan rela jika harus berpisah sebelum ada ciuman seperti ini.


Astaghfirullahaladzim, batin Deri.


"Hati-hati ya, ingatlah bahwa kamu punya hak yang lebih banyak atas aku dan Sean dibandingkan wanita itu," ucap papa Reza lagi sebelum benar-benar turun dari dalam mobil.


Ajeng menganggukkan kepalanya tanda paham.


Papa Reza kemudian turun dan menutup pintu secara perlahan. Sebelum masuk ke dalam gedung itu, dia lebih dulu bicara pada sang sopir.

__ADS_1


"Ajeng akan menemui Mona, pastikan bahwa istriku baik-baik saja, kalau sampai dia lecet sedikit saja kamu tidak akan lepas dari kemarahanku," ucap Reza, bukan tanpa alasan kenapa dia bicara seperti itu.


Dia hanya ingin Deri bekerja dengan tanggap dan bertindak cepat andai ada apa-apa.


"Baik Pak," jawab Deri patuh.


Setelahnya mobil itu pun kembali ke sekolahnya Sean, dan benar saja ketika mereka tiba di sana Ajeng sudah melihat mobil Mama Mona terparkir di depan sekolah tersebut.


Deg deg! deg deg! dengan jantung yang berdegup tidak karuan akhirnya Ajeng pun turun, memantapkan hatinya untuk menemui Mama Mona.


Dan di sini lah kini Ajeng berada, berdiri tepat di gerbang pintu sekolah tersebut menunggu Mama Mona keluar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai hai, author mau kasih tau novelnya Sean dan Sherina sudah terbit ya, jika berkenan silahkan mampir ...


Judul : My Beautiful Police


by : Lunoxs


Langsung cek profil ku ya ...

__ADS_1



__ADS_2