Pengasuh Tuan Muda Genius

Pengasuh Tuan Muda Genius
Bab 161 - Memperjelas Posisinya


__ADS_3

Saking geramnya pada pengasuh itu, Mona sampai tidak memperhatikan tatapan tajam yang diberikan oleh Reza.


Jadi belum sempat Mona melakukan apapun kepada Ajeng, tiba-tiba Reza menghadang tatapannya dan menyembunyikan Ajeng di balik punggung pria tersebut.


"Aku tidak bisa kamu perlakukan seperti ini mas, kenapa? kenapa kamu HARUS MENIKAH DENGAN DIA?!!" Pekik Mona, suara tanyanya begitu menggelegar. Akhirnya apa yang selama ini dia pendam, meledak juga.


Ketidak terimaannya atas pernikahan Reza dan Ajeng. Tidak sudi ketika sang anak mendapatkan ibu sambung seorang wanita yang tidak selevel dengannya.


Kedua mata Mona menatap dengan nanar dan sudah mulai nampak berkaca-kaca, sesak di dalam daddanya sudah tidak bisa dibendung lagi.


Sementara Ajeng yang mendengar kemarahan itu hanya mampu bersembunyi di balik punggung sang suami, jujur saja saat ini dia merasa sangat takut.


"Hentikan Mona, jangan menguji kesabaran ku," jawab Reza, menjawab dengan suaranya yang terdengar begitu dingin. Bahkan sorot matanya pun sangat tajam, sedikitpun tidak merasa iba ketika sudah melihat kondisi Mona yang seperti tidak berdaya.


"Mana wanita itu! jangan kamu lindungi DIA!" balas Mona lagi, belum turun juga nada bicara wanita itu.

__ADS_1


Reza membuang nafasnya dengan sangat kasar, sungguh, berurusan dengan wanita ini adalah sesuatu hal yang membuang-buang waktunya, itulah pikiran Reza.


Tapi belum sempat Reza kembali menanggapi ucapan Mona tersebut, tiba-tiba Dia merasakan sebuah pergerakan bahwa ajang hendak keluar dari balik punggungnya.


Ya, Ajeng keluar dari sana dan menghadapi Mama Mona secara langsung.


Masalah di antara mereka bertiga memang harus diselesaikan, jika Ajeng terus berselimut dalam ketakutannya maka selamanya antara dia dan Mama Mona akan selalu ada hal yang bersangkutan.


Karena itulah sekarang dia menunjukkan dirinya, lagi pula sekarang ada Papa Reza, jadi Ajeng tidak akan cemas jika dia akan terluka.


Ajeng sangat yakin jika suaminya tersebut akan melindungi dia.


Mungkin, ketakutannya atas mama Mona kalah dengan rasa takut kehilangan papa Reza dan Sean.


Jika dia terus mengalah pada wanita ini tidak dipungkiri bahwa dia akan kehilangan dua orang yang paling berharga di dalam hidupnya.

__ADS_1


Ajeng tidak ingin hal itu terjadi, jadi sebisa mungkin dia pun berusaha untuk mempertahankan.


Memperjelas posisinya di sini bahwa dia adalah istri sah.


Dan bukan hanya Ajeng yang heran dengan dirinya sendiri, Papa Reza pun merasakan hal yang sama, sontak dia menatap istrinya itu dengan tercengang. Merasa bahwa istri kecilnya sudah mulai beranjak jadi dewasa.


Kurang ajjar, batin Mona.


Reza yang saat itu terpana melihat keberanian sang istri sampai tidak sadar jika Mona mulai bergerak dengan cepat untuk menjambak rambut Ajeng.


Kejadian itu terjadi begitu cepat, sampai tiba-tiba suara teriakan memenuhi ruangan tersebut.


"Ahk!!" pekik kedua wanita itu saling menjambat rambut satu sama lain, karena Ajeng pun juga membalasnya dengan hal yang sama.


Dan di antara dua wanita itu, tenaga Ajeng adalah yang lebih tinggi.

__ADS_1


"Ahk!" pekik Mona lebih kuat.


"STOP!!" teriak Reza.


__ADS_2