
Penolakan Sean yang Mona lihat secara nyata, membuat wanita itu jadi tak berkutik. Dia hanya bisa pasrah saat Louis menarik tangannya keluar dari dalam ruangan ini.
Daddanya begitu sesak tapi seolah tidak ada satupun orang yang peduli. membiarkan dia jatuh ke dalam jurang kesedihan yang begitu dalam.
Sean bahkan tidak lagi melihat ke arahnya di saat itu, bocah itu langsung kembali memeluk ibu sambungnya dengan sangat erat.
Ya Allah, hati Mona benar-benar hancur saat itu. Dia sendiri Bahkan tidak menyangka jika rasa sakitnya akan separah ini ketika kehilangan keluarganya.
Dipikir oleh Mona kapanpun dia kembali Sean dan Reza akan selalu ada, tapi ternyata dua orang yang paling penting di dalam hidupnya itu kini telah dimiliki oleh orang lain, Ajeng yang sejatinya hanyalah seorang pengasuh.
Karir yang sudah dia dapatkan dengan susah payah kini seolah tidak ada artinya apa-apa, karena karir itu tidak membuat hatinya jadi lebih baik. Kini yang Mona rasakan hanyalah kekosongan di dalam hati dan hidupnya.
Dua orang yang dia anggap sebagai rumah untuk tempat kembali, ternyata telah dihuni oleh orang lain.
__ADS_1
Tanpa disadari oleh Mona sendiri sejak tadi dia terus menangis, air matanya jatuh tanpa henti, tapi dia menangis tak bersuara. Sementara tubuhnya terus ditarik oleh Louis untuk meninggalkan perusahaan tersebut.
Mona juga sedikitpun tidak tahu jika dia telah jadi tontonan semua karyawan di sana.
Tiba-tiba Mona sadar dia sudah berada di luar gedung Aditama Tower. Berdiri tepat di samping mobilnya sendiri.
"Pak Reza sudah tidak mengizinkan Anda menginjakkan kaki di perusahaan ini, Jadi jika tidak ingin diusir secara paksa jangan pernah lagi datang kemari," ucap Louis tanpa belas kasihan, tidak peduli meski Mona masih terus menangis tapi dia tetap mengatakan kalimat menyakitkan itu.
Kalimat yang membuat dadda Mona jadi terasa semakin sesak.
Mona tidak bisa menjawab apa-apa, dia datang ke sini juga sendirian dan tidak didampingi oleh Jill. Jadi Mona benar-benar hancur tanpa ada satupun orang yang menolong.
Dan setelah mengatakan kalimat itu pun Louis segera pergi dari sana dan meninggalkan Mona begitu saja.
__ADS_1
Tangis Mona makin jadi, dengan tubuhnya yang seperti kehabisan tenaga akhirnya dia pun masuk ke dalam mobil tersebut.
"Sean," lirih Mona. Sumpah, dia benar-benar merasa bersalah tentang hal ini. Apa yang diucapkan oleh anaknya memanglah benar adanya, Dia mendekati Sean bukanlah karena tulus ingin memiliki hubungan yang dekat dengan anaknya tersebut, tapi karena punya maksud tersembunyi.
Hanya ingin mendekati untuk bisa mendapatkan apa yang baginya adalah miliknya.
Sementara Sean dan Reza adalah dua orang yang sengaja dia lepaskan.
Mona semakin menangis, sungguh tak menyangka jika rasanya sesakit ini. Lagi-lagi ingat ucapan Jill bahwa harta yang paling berharga adalah keluarga, bukan karir.
"Sean maafkan mama Sean, maafkan mama," ucap Mona diantara suara tangisnya yang terdengar jelas di dalam mobil itu.
Tangis yang hanya mampu dia dengar sendiri, tidak ada satupun orang yang bisa jadi tempatnya berbagi kesedihan ini.
__ADS_1
"Harusnya mama tidak memperlakukanmu seperti itu, harusnya mama benar-benar menembus semua kesalahan di masa lalu. Tapi justru mama malah mengulangi kesalahan yang sama," lirih Mona. Sesak sekali daddanya.
Kini dia benar-benar tidak tahu, bagaimana caranya dia bisa mendapatkan maaf dari Sean.