Pengasuh Tuan Muda Genius

Pengasuh Tuan Muda Genius
Bab 130 - Kita Mulai Ya?


__ADS_3

Yes!! ucap Reza di dalam hatinya. Tidak ada yang bisa menggambarkan kebahagiaannya saat ini.


Bahagia sekali.


Terima kasih Sean ku sayang. Batin Reza. Kalau tidak ada anaknya itu, entah jadi apa hidupnya sekarang.


Mungkin selamanya Reza akan jadi seorang duda, duda yang lama-lama tua dan kesepian.


Sudah sama-sama sepakat seperti itu, jadi sekarang Reza dan Ajeng sedang mempersiapkan diri untuk masuk acara inti.


Reza membantu Ajeng untuk melepaskan gaun pengantinnya.


Berulang kali Ajeng menelan ludahnya sendiri dengan kasar, tubuhnya sudah gemetar saat papa Reza akhirnya berhasil menanggalkan gaun tersebut.


Hingga tubuhnya yang nyaris polos akhirnya terpampang nyata.


Ajeng hanya menggunakan dallamam aja. Satu di bagian bawah dan satu di bagian atas.


Untung ada rambut panjangnya yang sudah tergerai, jadi cukup menutupi pundaknya yang menggoda.


"Mas Reza jangan lihat dulu! Merem! aku maluuu," rengek Ajeng, meski sudah mengatakan bahwa dia telah siap lahir dan batin Tapi tetap saja rasanya masih sangat malu ketika ditatap seperti ini.


apalagi dia sedang tidak memakai baju.


Ya Allah, rasanya Ajeng merinding. Sudah berdenyut tidak karuan inti tubuhnya.


"Iya iya," balas Reza dengan lembut, sejak awal dia memang sudah harus sabar. Padahal sekarang ini celananya sudah terasa sesak.


Dia sudah siap tempur.

__ADS_1


Reza kemudian membalikkan tubuhnya memunggungi Ajeng. sementara wanita itu langsung bergegas menuju lemari dan mengambil baju tidurnya.


Selepas itu, mereka berdua sama-sama membersihkan tubuh di dalam kamar mandi.


Kamar mandinya ada diluar kamar, tepatnya di dekat dapur. Jadi saat mereka keluar seperti itu langsung bertemu dengan keluarga yang lain.


Hanya tersenyum dan saling sapa sekedarnya, tidak ada yang berani menggoda-goda tentang mallam perttama.


Tapi seperti itu saja Ajeng sudah malu sekali.


Kini mereka sudah kembali ke dalam kamar, Reza pun sudah mengunci pintu.


"Sayang, lampunya mau dimatikan atau dihidupkan?" tanya Reza.


Ajeng sedang mengeringkan wajahnya menggunakan handuk.


"Ka-kalau menurut Mas Reza bagaimana?" tanya Ajeng, bingung.


"Ya ya ya ya sudah, hidupkan saja, biar masuknya gampang," balas Ajeng keceplosan.


Dia bahkan langsung menepuk keningnya sendiri ketika selesai mengucapkan kalimat itu.


"Ma-maksudnya biar keliatan Mas!" timpal Ajeng lagi, jadi salah tingkah sendiri.


Reza tersenyum, tapi sebenarnya dia ingin tertawa.


"Sini," panggil Reza.


Deg! Ya Allah. Batin Ajeng.

__ADS_1


Sumpah, jantungnya saat ini berdebar sekali. namun dengan semua keberanian yang dia punya akhirnya dia pun mendekati Papa Reza.


Ajeng awalnya duduk di tepi ranjang, namun kemudian papa Reza mengarahkannya untuk segera berbaring.


Deg deg! bukan hanya jantung aja Yang berdegup seperti itu, tapi milik Papa Reza juga.


Kini Ajeng sudah berbaring, dan papa Reza menindihnya sedikit. Namun Ajeng sudah bisa merasakan sesuatu yang berbeda menekan tubuhmu. Terasa keras dan entahlah, Ajeng tak bisa menjelaskannya.


Reza kemudian membelai lembut wajah Ajeng, nampak segar karena istrinya ini baru saja mencuci wajahnya.


"Cantik," ucap Reza.


Ajeng sudah berulang kali menggigit bibir bawahnya sendiri, deg-degan tidak karuan.


"Tatap aku sayang," pinta Reza saat Ajeng menurunkan pandangannya.


Secepat kilat Ajeng menuruti keinginan suaminya tersebut, hingga akhirnya mereka berdua jadi saling tetap seperti ini.


"Bismillah, kita mulai ya?"


Ajeng mengangguk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yang belum kenal Tante Jia mampir kesini ya ...


Judul : After Divorce


by : Lunoxs

__ADS_1



__ADS_2