
Cup!
Tadi Ajeng mencium pipinya, membuat sepasang suami istri itu jadi saling pandang. Dan sekarang Reza tak bisa menahan diri untuk tidak mengecup bibir istrinya.
Sebuah kecupan yang akhirnya membuat Ajeng menelan ludah dengan kasar. Dia tau, Apa yang akan terjadi selanjutnya setelah ini.
karena dialah yang lebih dulu menggoda suaminya dengan ciuman tanpa sadar barusan.
Ya Allah, batin Ajeng, menikmati hatinya yang berdegup. Karena setelah ciuman sekilas itu, kini dia melihat secara langsung papa Reza yang kembali mengikis jarak dan menjangkau bibirnya dengan begitu lembut.
Sudah biasa mendapatkan ciuman dari sang suami, Ajeng pun langsung membuka bibirnya sedikit dan membalas ciuman itu.
Emhh!! lembut sekali, sampai rasanya Ajeng hanyut dalam ciuman itu.
Dengan satu kali klik, Reza merubah tampilan layar komputernya jadi menayangkan CCTV di kamar Sean tidur saat ini. Melihat anaknya yang masih tertidur dengan pulas.
Papa Reza kemudian bangkit dari duduknya dan mengangkat mama Ajeng sekaligus, lalu mendudukkan istrinya itu di atas meja kerja.
"Mas," ucap Ajeng, ketika ciuman diantara mereka harus terlepas. Karena papa Reza harus melepaskan satu penutup di bagian inti tubuh istrinya.
Hanya melepaskan kain segitiga itu saja, tidak ada yang lain.
__ADS_1
Ajeng hanya bisa ternganga, deg degan mereka akan bercintta di sini.
"Maju sedikit sayang," ucap Reza.
"Sandarkan kaki mu di kursi," titah pria itu lagi, dan Ajeng adalah istri yang paling patuh, dia menggunakan kursi sebagai pijakan kakinya, sementara papa Reza berada di antara kedua kakinya yang terbuka tersebut.
Ehm! papa Reza kembali mencium mama Ajeng. Kini dengan kedua tangan yang mulai aktif bergerak. Sesekali matanya melihat ke arah layar komputer memastikan Sean tetap tidur.
Ajeng mencengkeram kuat pundak sang suami, saat papa Reza mulai mengulum salah satu buah daddanya, dengan satu jari yang mulai masuk ke dalam sana.
Wanita itu tidak bisa melakukan apa-apa, mendessah pun tidak berani karena takut ada yang mendengar.
Terus sampai akhirnya mereka sama-sama mendapatkan punccak kenikmattan.
Papa Reza mendorong lebih masuk dan mama Ajeng memeluk lebih erat.
Menyisahkan nafas yang terengah bagi keduanya.
Dan diakhiri dengan sebuah ciuman manis di bibir mama Ajeng.
Cup!
__ADS_1
Hari itu mereka pulang ke rumah sore hari, setelah Sean bangun dari tidurnya. Mungkin sekitar jam setengah 4.
Sebelum pulang papa Reza memerintahkan Louis untuk menjaga Rilly, karena adiknya itu tidak bersedia ikut ke Jogja.
Sementara papa Reza dan keluarga kecilnya langsung pergi ke Jogja di jam 5 sore. Semua baju sudah disiapkan oleh bi Asmi.
Jadi saat tiba di rumah mereka hanya perlu bersiap dan pergi ke Bandara.
Ini adalah kali pertama Ajeng naik pesawat terbang, deg degan sekali, tapi begitu tercengang ketika dia mendapatkan tempat duduk kelas VIP. Tak seperti yang dia bayangkan, justru jauh dari apa yang dia terka.
Makin membuatnya bahagia berkali-kali lipat.
Saking bahagianya dia jadi merasa gemas sendiri, memeluk lengan suaminya terus dengan sangat erat.
Mereka semua menikmati makan malam di atas pesawat tersebut.
"Hii senengnya, makanannya tidak goyyang-goyyang ya," ucap mama Ajeng, hingga membuat Sean dan papa Reza tertawa bersama.
Ajeng yang merasa diledek langsung cemberut, tapi ayah dan anak itu malah semakin menertawakan dia.
Hahaha, tawa Sean terdengar lebih jelas.
__ADS_1