
Pagi datang.
Pagi ini sibuk sekali bagi seluruh keluarga Aditama.
Oma Putri, kakek Agung dan beberapa keluarga akan pergi ke Jogja hari ini juga, Pakde Sutopo yang sakit tidak tega jika ditinggal terlalu lama.
Meski masih ada juga keluarga lain yang menunggu, tapi kakek Agung selalu merasa ada yang mengganjal di dalam hatinya.
Keluarga kandung kakek Agung hanya tinggal pakde Sutopo, karena itulah beliau ingin melakukan yang terbaik untuk sang kakak.
Sabtu nanti Reza pun akan mengajak Ajeng dan Sean untuk ke Jogja juga, memperkenalkan Ajeng pada keluarga besar di sana.
Selesai sarapan semua orang kembali sibuk dengan jadwalnya masing-masing.
Om Ryan dan kak Rilly akan mengantar Oma Putri dan yang lainnya ke Bandara.
Sementara papa Reza dan Ajeng akan mengantar Sean ke sekolah. Papa Reza juga harus segera ke perusahaan untuk memeriksa beberapa hal.
"Hati-hati Ma," ucap Sean, saat sang ibu hendak menutup pintu mobil. Tadi Reza tidak sempat menutupkannya untuk sang istri. Sama-sama sibuk salim dengan keluarga yang lain.
"Sudah ya?" tanya papa Reza dan mama Ajeng mengangguk.
"Jalan Der."
__ADS_1
"Siap Pak," jawab om Deri.
Mobil pun mulai melaju untuk keluar dari halaman rumah utama keluarga Aditama.
Ketika pulang nanti bisa dipastikan bahwa rumah akan jadi sepi. Tak akan ada lagi terdengar suara keras Oma Putri saat marah, atau berteriak hanya untuk memanggil pelayan.
"Sayang, coba mama lihat kuku mu? sepertinya mama lupa belum potong ya kan?" tanya mama Ajeng, menuju ke sekolah langsung membuatnya ingat tentang hal itu.
Beberapa hari ini sibuk sekali karena pernikahan, kadang dia jadi lupa beberapa hal tentang Sean.
Ditanya seperti itu, Sean langsung tersenyum lebar dan menunjukkan tangannya yang sudah bersih.
"Kemarin sore Oma Putri sudah memotongnya," jelas Sean.
"Maaf ya sayang, mama lupa."
"Kata Oma Putri, mama sekarang akan jadi sangat sibuk. Karena bukan hanya mengurusi aku saja, tapi papa juga, jadi aku tidak boleh nakal, kalau mama tidak bisa, aku bisa minta tolong kak Rilly, begitu kata Oma," terang Sean panjang lebar.
Tapi mama Ajeng sungguh merasa tak enak hati.
Sementara papa Reza yang melihat dan mendengar pembicaraan keduanya hanya mengulum senyum, tidak ingin ikut campur.
Tetang pengasuhan Sean sudah sepenuhnya dia serahkan pada sang istri.
__ADS_1
Bahkan jika Ajeng menjewer telinga Sean demi kebaikan, Reza akan tahan diri untuk tidak melarang.
Reza mengenal Ajeng bukan baru kemarin, dia mengenal Ajeng sejak gadis itu berlari dengan membawa bakso tussuk di tangannya waktu itu.
Sebagai permintaan maaf, Ajeng memeluk Sean dengan erat.
Ketika tiba disekolah, semuanya turun. Terlihat jelas jika mereka kini telah jadi keluarga yang bahagia.
Bukan hanya mencium tangan kedua orang tuanya, Sean juga mendapatkan kecupan di pipi kiri dan kanan. Kiri untuk mama Ajeng dan kanan untuk papa Reza.
Sungguh, ini adalah mimpi yang sekarang jadi nyata bagi Sean.
Dengan senyum yang terukir lebar, bocah itu pun berlari masuk ke dalam sekolah. Meninggalkan papa Reza yang sedang memeluk pinggang mama Ajeng.
Di dalam mobilnya, Mona melihat pemandangan itu dengan dadda yang terasa sesak.
Dia mencengkeram kemudi mobilnya dengan kuat, pelampiasan sesak yang begitu menyiksa.
"Huh! pelan-pelan Mona, pelan-pelan. Yakinlah bahwa kamu akan mendapatkan mereka kembali," gumam wanita cantik itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cek Ig author untuk liat visual keluarga kodok ya...
__ADS_1
Instagram : @authorlunoxs