Pengasuh Tuan Muda Genius

Pengasuh Tuan Muda Genius
Bab 118 - Mustahil


__ADS_3

PLAK!!


Oma Putri melayangkan sebuah tamparan yang sangat keras, wanita paruh baya itu mengeluarkan seluruh tenaganya.


Sampai membuat Monalisa terhuyung dan berakhir jatuh ke lantai.


Brug!


Sean segera pergi dari sana, tau jika setelah ini adegannya tidak boleh disaksikan oleh anak kecil. Tapi Sean tidak hanya pergi-pergi begitu saja, Dia memanggil Papa Reza, om Ryan dan kak Rilly untuk membantu Oma menghadapi wanita itu.


Sean sengaja tidak memanggil kakek Agung, karena sang kakek sedang beristirahat di dalam kamar.


Mona memegangi pipinya yang terasa sangat perih, bahkan di pipi itu membekas tangan Oma Putri.


"Kamu tau tamparan itu untuk apa?" tanya Oma Putri.


Tapi Mona masih terdiam, masih merasakan sakit yang luar biasa. Hatinya terhina dan pipinya panas bukan main.


"Tamparan itu untuk Sean dan Ajeng sekaligus. Sean yang hatinya selalu kamu lukai, dan menantu kesayangannya ku yang pernah kamu lukai," balas Oma Putri, bicaranya dingin sekali, persis sepeti Reza saat pria itu sedang marah.

__ADS_1


Mona perlahan bangkit dan menatap Oma Putri dengan kedua matanya yang sudah nampak merah, menggenang air mata disana.


"Aku tidak terima pernikahan ini terjadi Oma, Sean dan mas Reza tidak pantas bersanding dengan wanita MISKIN ITU!!"


PLAK!! lagi-lagi Oma Putri menampar Mona, dan lagi-lagi wanita itu pun jatuh ke lantai.


Sungguh, Oma Putri ingin membuat wanita ini sadar. Bahwa kesalahan yang pernah dilakukan oleh Mona bukanlah kesalahan biasa, itu adalah kesalahan Fatal.


Menolak adanya Sean.


Astaghfirullahal Azim, tiap kali ingat itu darrah Oma Putri selalu mendidih.


Mona tidak bisa dikasih hati, karena wanita itu juga akan meminta jantung.


"Aku ingatkan sekali lagi ya Monalisa, sebelum kamu bercerai dengan Reza kamu sudah menandatangani surat bahwa kamu lepas tangan atas Sean, Sean sepenuhnya hak kami, tanggung jawab kami, jadi berhenti membual, kamu tidak lebih dari wanita badjingan bagi kami," ucap Oma Putri, tak ada lagi keanggunan yang dia tunjukkan, tapi sikap Badas yang membuat orang lain tak akan berani untuk melawan.


Rilly bahkan sampai menelan ludah kasar mendengar ucapan mamanya tersebut.


Sementara Ryan menyentuh lengan sang mama, memberi isyarat untuk sabar.

__ADS_1


Dan akhirnya Reza pun tiba disini ...


Mona menatap mantan suaminya dengan tatapan mengiba, ingin Reza tahu betapa jahatnya perlakuan seluruh keluarga ini padanya.


"Maass," ucap Mona lirih, lengkap dengan tangannya yang menyentuh bekas tamparan itu.


"Dimana satpam? kenapa dia bisa masuk kesini," ucap Reza.


Mona langsung mendelik ketika mendengar kalimat itu, dia bahkan langsung bangkit dan menghadap Reza.


"Mas, dengarkan aku dulu, aku tidak mau kamu menikah dengan wanita itu, kita bisa rujuk Mas! kita bisa kembali bersama!" terang Mona dengan tergesa dan menggebu.


Reza tersenyum miring, malu sendiri saat melihat Mona tidak punya malu seperti ini.


"Mona, kamu tidak seberharga itu di mata ku, kamu tidak ada nilainya sedikit pun di mataku, bahkan melihat mu seperti ini saja aku sudah jijjik, jadi bagaimana bisa aku kembali padamu? Mus ... ta ... hil, mustahil," balas Reza.


Mona sangat tercengang ketika mendengar kalimat itu, kalimat yang penuh dengan hinaan.


Dan makin kehabisan kata-kata saat mendengar Reza kembali bicara ...

__ADS_1


"Ajeng adalah satu-satunya wanita yang sangat aku cintai, sangat aku agungkan, wanita yang paling cantik, sangat cantik. Jadi sadar dirilah, pergi."


__ADS_2