
Saat seluruh keluarga Aditama tiba di Jakarta, surat undangan pernikahan Ajeng dan Reza pun selesai di cetak.
Oma Putri dan Reza hanya tinggal melihat hasilnya saja.
Malam itu salah satu anak buah tante Jia datang ke rumah ini untuk menyerahkan undangan tersebut.
"Bagus, mewah, saya suka. Malam ini juga langsung bagikan pada tim jadi besok bisa langsung disebar secara menyeluruh," titah Oma Putri.
Undangan yang mereka sebar sebanyak 10 ribu, hanya akan ada sekali pesta di rumah Ajeng saja, di Jakarta sini tidak akan ada perayaana lagi, mengingat masih ada pihak keluarga yang sakit cukup parah. Karena itulah semua tamu undangan dilempar ke desanya Ajeng semua.
Disana tidak perlu khawatir kesulitan untuk mengatur acara, karena Oma Putri pun tidak akan lepas tangan.
"Baik Nyonya," jawab karyawan tersebut.
"Kamu boleh pergi," jawab Oma Putri kemudian.
Dan setelah orang itu pergi, Reza masih disana menatap sang ibu. Sampai Oma Putri mengerutkan dahi merasa bingung.
"Kenapa?" tanya Oma Putri, saat ini sudah malam, harusnya mereka segera beristirahat. Sean saja bahkan sampai tidur sejak dalam perjalanan tadi.
"Aku telepon Ajeng sebentar ya Oma, pakai telepon rumah," bujuk Reza.
Oma Putri langsung terkekeh pelan.
"Ya sudah sana," jawabnya diantara tawa yang masih terdengar jelas.
Dan papa Reza langsung tersenyum dengan sangat lebar.
Meski sedikit, setidaknya rindu yang dia rasakan bisa berkurang.
*
__ADS_1
*
Pagi datang.
6 hari sebelum pernikahan.
Semua undangan telah tersebar.
Dan kabar bahagia itu akhirnya terdengar di telinga Monalisa.
Di hadapannya ada sebuah undangan, namun bukan untuknya, undangan itu adalah milik salah satu koleganya yang dia rebut dengan paksa.
Dengan rasa sesak di daddanya, akhirnya Mona membuka surat undangan itu.
Jill sang asisten bahkan sangat takut melihat raut wajah Mona yang nampak penuh dengan amarah.
Satu per satu, Mona membaca tulisan di dalam undangan tersebut, sampai akhirnya dia membaca sebuah nama yang tak asing sebagai mempelai wanitanya.
Deg!
"Wanita itu," gumam Mona dengan rasa geram yang mulai menguasai jiwa. Dia bahkan langsung meremat undangan itu hingga tak lagi berbentuk.
Sungguh, bersama Reza dan Sean adalah masa lalu yang ingin dia datangi lagi.
Mona masih sangat berharap mereka akan kembali bersama.
Mona hanya butuh waktu untuk sendiri, untuk memantapkan kariernya.
Tapi apa yang terjadi sekarang? Reza malah berniat menikahi pengasuh tidak tahu diri itu.
"Kurang ajjar! tidak! mana bisa dia menikah dengan Reza! aku tidak akan tinggal diam!! ARGH!" pekik Mona.
__ADS_1
Jill terpaku ditempatnya, tidak berani buka suara dan hanya akan berakhir jadi tempat pelampiasan.
Sore itu juga Mona pun mendatangi rumah Aditama, dia butuh penjelasan ini secara langsung. Masih besar harapannya bahwa ini tidak serius.
"Oma!" pekik Mona ketika dia sudah berhasil masuk ke rumah tersebut.
Masih bersikap bahwa ini adalah rumahnya sendiri.
Padahal sungguh, dia bukan siapa-siapa lagi.
Tapi saat itu yang pertama kali Mona temui bukanlah Oma Putri, melainkan sang anak, Sean yang sedang memegang mainan favoritnya, Batman.
"Sean, dimana Oma Putri? dimana papa Reza?!" tanya Mona dengan suaranya yang tinggi.
"Untuk apa mencari mereka?" balas Sean, bicara dengan acuh dan nada dingin.
Mona bahkan sejenak terpaku ketika mendengar nada bicara anaknya itu. Dia merasa bahwa Ajeng telah benar-benar mencuci otaknya Sean, jadi anak yang tidak tahu sopan santun.
Namun belum sempat Mona menjawab, Oma Putri sudah tiba disana.
"Oma, ini apa-apaan? mana bisa Reza menikah lagi!! harusnya kami rujuk!!" ucap Mona dengan menggebu, langsung mencerca Oma Putri dengan kalimat itu.
Sean bahkan menggaruk telinganya yang merasa terganggu dengan suara wanita ini, seseorang yang sudah tidak dia anggap sebagai mama.
"Jawab Oma! jelaskan!!" tuntut Mona lagi, karena Oma Putri hanya diam.
Namun kemudian yang menjawab tetaplah bukan Oma, melainkan Sean.
"Kamu nanyeeaaaa? kamu bertanyeaa tanyeaa?" balas Sean dengan terkekeh.
Sampai membuat Mona marah sekali, dia hendak menyentuh Sean namun langkahnya terhenti ketika mendapatkan sebuah tamparan keras dari Oma Putri ...
__ADS_1
PLAK!!