Pengasuh Tuan Muda Genius

Pengasuh Tuan Muda Genius
Bab 171 - Kesalahan Apa Yang Sudah Kamu Perbuat?


__ADS_3

Tiga hari yang papa Reza rencanakan untuk berlibur di Jogja ternyata mereka habiskan untuk mengirim doa pada pakde Sutopo.


Di malam ke tiga itu, mereka semua dikejutkan dengan kedatangan Mama Mona ke rumah duka.


Bagaimana pun dulu, pakde Sutopo hadir dalam pernikahan Mona dan Reza, jadi ketika ada kabar tentang meninggalnya pakde Sutopo, hati Mona tergerak untuk datang ke Jogja.


Merasa ini adalah kesempatan baik untuknya agar bisa memperbaiki semua kesalahan dan menjalin hubungan yang lebih baik dengan keluarga Aditama.


"Louis, usir wanita itu," titah papa Reza dengan berbisik pada sang asisten ketika melihat Mona masuk ke dalam rumah, bahkan berniat ikut duduk dan mau bergabung membacakan doa.


"Jangan Om, biarkan saja, mama Mona mau mengirim doa untuk pakde Sutopo, makin banyak yang memberikan doa maka akan lebih baik," cegah mama Ajeng, dia mendengar perintah suaminya tersebut dan tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh sang suami.


Mengusir mama Mona dalam keadaan seperti ini pun hanya akan membuat gaduh, apalagi untuk sebagian orang sudah khusyuk dalam doa tersebut, tidak banyak yang menyadari kedatangan Mama Mona.


Ajeng juga mengelus lengan suaminya dengan lembut, memberi isyarat agar suaminya itu tenang. Ajeng tidak tahu bahwa Reza bersikap seperti ini hanya demi sang istri.

__ADS_1


Dia berniat mengusir Mona karena tidak ingin Ajeng merasa tak nyaman dengan kehadiran wanita itu.


Tapi melihat Ajeng yang berusaha untuk mencegah niatnya Reza pun tidak bisa melakukan apa-apa, selain hanya bisa pasrah pada keputusan sang istri.


Jika dilihat-lihat Reza persis seperti kakek Agung yang selalu mendengarkan semua ucapan istrinya.


Pembacaan doa pun terus berlangsung sampai akhirnya selesai di jam 8 malam 30 menit, para tetangga yang ikut bergabung pun berangsur pulang.


Dan akhirnya Oma Putri pun melihat kedatangan Mona. Lalu disusul oleh keluarga yang lain melihat kedatangan wanita itu.


"Oma Putri," panggil Mona. dia bahkan langsung berlari menghampiri seluruh keluarga Aditama. Langsung bersimpuh di atas karpet itu dan mengucapkan kata maaf ...


"Maafkan aku Oma, maafkan semua kesalahanku," ucap Mona dengan begitu tulus, dia bahkan menundukkan wajahnya dengan kedua tangan di atas pangkuan.


Mona sadar, kesalahannya bukan hanya kepada Sean dan Reza, tapi pada seluruh keluarga ini.

__ADS_1


Melihat Mona bersimpuh seperti itu, Reza pun langsung mengajak istri dan anaknya untuk segera masuk ke dalam kamar. Dia merasa mereka bertiga tidak perlu menyaksikan adegan tersebut.


Jika Mona memang benar-benar tulus ingin meminta maaf, ya sudah, cukup, hanya sebatas itu saja. bukan berarti mereka bisa menjalin hubungan baik seperti dulu.


Tetap saja akan selalu ada yang namanya jarak.


"Bangun lah, jangan seperti ini," ucap salah satu keluarga Aditama, dia juga bergerak untuk membantu Mona berdiri.


"Maafkan aku Oma, aku benar-benar tulus ingin meminta maaf," mohon Mona sekali lagi.


"Kenapa kamu meminta maaf? kesalahan apa yang sudah kamu perbuat?" balas Oma Putri, bukankah selama ini Mona tidak pernah menyadari Apa kesalahannya.


Dan ditanya oleh Oma Putri seperti itu Mona tidak bisa langsung menjawab, karena kemudian air matanya yang lebih dulu bicara.


Seketika Mona menangis tanpa suara.

__ADS_1


__ADS_2