
"Ma, aku mau tidur," ucap Sean, tiba-tiba dia mengantuk.
"Ha? ngantuk? ya sudah ayo kita pulang," ajak mama Ajeng pula, bicara dengan buru-buru karena tidak ingin Sean menunggu.
"Tidur disini saja dulu, kita pulang agak sore saja," jawab papa Reza.
Ajeng masih bingung apa maksudnya tidur di sini. Masa iya dia membiarkan anaknya tidur di sofa. Masih bingung seperti itu, tiba-tiba papa Reza bangkit dari duduknya dan menghampiri Sean, menggendong sang anak untuk dibawa ke sebuah tempat, sementara Sean sudah bergelayut dengan manja di gendongan ayahnya tersebut.
Mau tidak mau Ajeng pun akhirnya ikut bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah sang suami.
Lalu terkejut ketika melihat papa Reza membuka sebuah pintu yang ternyata adalah kamar.
Mulut Ajeng sampai menganga melihat itu, lalu hanya bisa pasrah saat tangannya ditarik untuk masuk lebih dalam hingga mereka semua tiba di ranjang kamar tersebut.
Papa Reza membaringkan Sean di sana.
"Tidur dengan mama saja ya, papa keluar sebentar," ucap Reza, dia baru ingat ada sedikit hal yang harus dia periksa ulang di layar komputernya.
"Iya Pa," jawab Sean patuh.
Papa Reza pun mencium kening Sean sebelum keluar dari kamar itu, juga mengelus puncak kepala sang istri dengan sayang.
Ajeng lantas naik ke atas ranjang juga dan ikut tidur di samping Sean.
"Wah, mama tidak tahu kalau di sini ada kamarnya," ucap Ajeng, dia masih terkejut dan butuh seseorang untuk berbagi cerita itu. Tapi Sean yang sudah sangat mengantuk tidak bisa menanggapi ucapan sang ibu, kini saja kedua matanya sudah sayup-sayup.
__ADS_1
Hanya butuh elusan sedikit di punggungnya dan Sean langsung tidur.
"Ya Allah, ternyata kamu sangat mengantuk ya," gumam Ajeng, dia membelai lembut wajah Sean dan mencium keningnya juga.
Lalu tersenyum, membayangkan jika Sean dewasa nanti. Apa anak ini akan tetap bermanja-manja dengannya seperti ini.
Cup! Ajeng mencium lagi kening Sean, jika sedang tertidur seperti ini Sean terlihat begitu menggemaskan, berbeda sekali jika sudah terbuka matanya, Sean jadi jahil.
Cup! Ajeng cium lagi, sangat sayang. Sibuk memperhatikan Sean, sampai tida sadar jika papa Reza sudah kembali masuk ke dalam kamar ini.
Pria itu tersenyum, begitu beruntung memiliki Ajeng sebagai ibu sambung anaknya.
"Ehem! Sean terus yang dicium, aku kapan?" tanya papa Reza, sebuah pertanyaan yang langsung membuat Ajeng jadi kaget.
"Memangnya di sini ada siapa lagi selain aku?" balas papa Reza pula.
Ajeng tidak bisa menanggapi lagi, memang dasarnya dia kagetan juga.
"Ayo keluar," ajak Reza.
Tanpa banyak tanya Ajeng pun langsung mengangguk setuju, dengan gerakan perlahan dia turun dari atas ranjang itu.
Keluar dari dalam kamar ini dengan tangan saling menggandeng.
Papa Reza mengajak Ajeng untuk duduk di kursi kerjanya, dia memangku Ajeng.
__ADS_1
"Mas, pintunya sudah dikunci belum?" tanya Ajeng, dia tidak ingin di saat sedang intim begini tiba-tiba ada lagi yang membuka pintu ruangan itu.
"Sudah sayaang," balas Reza dengan terkekeh pelan, tidak mungkin dia melakukan kesalahan yang sama.
"Ini apa?" tanya Ajeng, menunjuk layar komputer yang penuh dengan angka-angka dalam tabel, hanya melihatnya saja Ajeng sudah merasa pusing.
"Kamu tidak perlu tahu, yang jelas tiap bulan gaji ku masuk semua ke rekening kamu," balas Reza.
Ajeng langsung tertawa pelan, jadi ingat jika dia baru saja membuat buku tabungan, rekening atas namanya sendiri.
Gemas dengan suaminya, Ajeng tanpa sadar langsung mencium pipi papa Reza.
Cup!
Tidak sadar, jika ciuman kecil itu bisa membangunkan seekor singa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rekomendasi author :
Judul : Rahasia Istri Culun
by : Itta Haruka07
__ADS_1