
Jam 2 siang perayaan ulang tahun sekolah Kinderworld School telah usai, setelah makan siang bersama dengan menu yang telah disiapkan oleh sekolah akhirnya siswa dan para orang tua pun berangsur-angsur pulang.
Sean dan Sherina berjalan bersama dengan riangnya, mereka begitu menikmati hari ini.
Sementara keluarga Sean dan Sherina mengikuti di belakang, mereka semua berpisah ketika telah tiba di area parkir.
"Bye Sherina, besok kita bertemu lagi," ucap Sean, mengucapkan perpisahan pada sang sahabat.
"Dadah Sean!" sahut Sherina pula, lengkap dengan kedua tangannya yang melambai- lambai tanda pisah.
Kedua bocah itu terlihat sangat manis sekali.
Semua orang bahkan tersenyum ketika memperhatikan interaksi keduanya. Kecuali Ajeng, karena dia malah tersenyum kikuk, bagaimana tidak, hingga kini papa Reza masih berdiri dekat sekali dengannya, tubuh mereka bahkan sesekali menempel.
Dia tidak diizinkan menjauh dari pria itu.
Astagfirullahal Azim Ya Allah, Ajeng hanya bisa bicara lancar ketika sedang membatin, sementara di dunia nyata dia lebih banyak gaguk.
"Ma, Papa, aku ingin pulang bersama kak Rilly dan om Ryan saja, mama dan papa berdua saja ya?" tanya Sean dengan lancarnya, kini dia sudah begitu fasih menyebut Ajeng dengan panggilan Mama, bukan mbak lagi.
"Baiklah," jawab papa Reza dengan cepat pula, tak ada sedikitpun usaha untuk menghentikan anaknya itu.
Ajeng wajahnya cemas, belum apa-apa sudah takut membayangkan berdua saja dengan papa Reza.
Tapi Sean langsung berlari masuk ke dalam mobil om Ryan.
__ADS_1
"Mas, langsung pulang," ucap Rilly, bicara dengan nada memberi perintah.
"Tergantung Ajeng, siapa tau dia mau pergi dulu," balas papa Reza.
"Tidak kok! aku tidak mau kemana-mana!!" Ajeng bicara menggebu-gebu.
Reza malah jadi gemas sendiri melihat tingkah pacarnya itu, reflek dia mengangkat tangan kanannya dan mengelus puncak kepala Ajeng dengan sayang.
Deg!
Ajeng yang terkejut reflek mundur, namun papa Reza malah menarik tangannya untuk segera masuk ke dalam mobil.
"Sana masuk ke mobil kalian, Sean sudah menunggu," titah papa Reza pada kedua adiknya, Ia bicara seperti itu setelah berhasil memasukkan Ajeng ke dalam mobilnya.
Ryan dan Rilly tak bisa banyak bicara lagi, akhirnya mereka berdua pun masuk ke dalam mobil mereka sendiri.
Ajeng merasa tidak bisa seperti ini terus, dia harus memperjelas semuanya. ada untungnya juga tidak ada Sean disini, jadi dia bisa bicara dengan gamblang.
"Ma-maaf Pa, ta-tapi Ada yang ingin aku bicarakan," ucap Ajeng, karena dia yang lebih dulu memulai pembicaraan ini, Ajeng jadi bingung dan bicara putus-putus.
Reza menoleh sesaat, sangat tahu apa yang hendak dibicarakan oleh wanita tersebut.
Tapi Reza memilih diam lebih dulu dan memberi kesempatan Ajeng untuk bicara.
"Ma-maaf kalau aku lancang Pa, tapi aku diam karena aku takut dipecat! Aku benar-benar tidak ingin kehilangan pekerjaan ini! ja-jadi aku mohon, jangan, jangan, jangan begitu," ucap Ajeng, awalnya bicara menggebu, namun lama-lama jadi lirih sendiri.
__ADS_1
Begitu kelu lidahnya untuk bicara tentang pacar-pacaran, merasa tak layak untuk membahas hal tersebut dengan sang majikan.
"Begitu bagaimana?" tanya papa Reza pula, pura-pura bodoh.
Ajeng menelan ludah kasar, malu tidak malu akhirnya dia ucapkan juga.
"Pa-pacar pacaran," balas Ajeng.
"Aku hanya ingin bekerja dengan sungguh-sungguh Pa, tidak ingin mengecewakan ibuk bapakku, juga Oma Putri," terang Ajeng lagi, kini wajahnya sudah menunduk.
Dia jadi tidak lihat saat Reza malah tersenyum.
Sebelum menanggapi ucapan Ajeng itu, papa Reza menghentikan mobilnya di depan sebuah toko Roti.
Ajeng yang heran kenapa mobil berhenti pun jadi mengangkat wajah, lalu melihat ke sekitar menerka-nerka ini dimana.
"Lihat aku," ucap papa Reza.
Jantung Ajeng berdenyut, lama-lama dia merasa ini bukan hubungan pengasuh dan majikan, tapi mereka sedang berkencan.
Ya Allah, hamba mohon lindungi hamba. doa Ajeng.
Dengan semua keberaniannya akhirnya Ajeng pun membalas tatapan pria itu.
"Apa pacaran bagimu terkesan main-main?" tanya papa Reza.
__ADS_1
Ajeng kesulitan untuk menjawab.
"Kalau begitu ayo kita langsung menikah."