Pengasuh Tuan Muda Genius

Pengasuh Tuan Muda Genius
Bab 169 - Bismilahirohmanirohim


__ADS_3

"Tapi aku mau lembur!" ucap Rilly dengan suara yang lebih tinggi daripada tadi.


"Tidak apa-apa Bu, saya akan tetap menunggu Anda," balas Louis, lengkap dengan wajahnya yang terlihat biasa saja, tanpa ekspresi. Lalu menundukkan kepala lagi untuk meminta maaf jika sikapnya kurang sopan.


Tapi mau bagaimana lagi? ini adalah tugasnya yang baru. Melindungi nona muda keluarga Aditama.


"Ya sudah terserah mu," balas Rilly ketus, tidak tahu lagi bagaimana caranya meminta pria ini untuk pergi saja.


Rilly kembali masuk ke dalam ruangannya dan Ella mengikuti.


Dua gadis itu benar-benar menyelesaikan pekerjaan mereka.


Gara-gara Ryan membuka perusahaannya sendiri, Rilly jadi harus mengambil alih pekerjaan sang kakak, banyak yang harus Rilly pelajari dari awal. Apalagi ada pula proyek pembukaan perkebunan baru yang baru saja selesai diresmikan.


Kantor itu tentu membutuhkan perhatian lebih, memastikan semuanya berjalan sesuai dengan standar operasional.


Jam 9 malam Rilly mulai menguap, dia membenahi kacamata yang dia pakai, lalu lanjut membaca, memberi beberapa catatan yang bisa membuatnya lebih paham.


Jam 9 lebih 30 menit Rilly menguap lagi, seperti sebuah tanda bahwa dia harus menyudahi semua pekerjaan ini.

__ADS_1


"Bu, lebih baik kita akhiri malam ini, anda sepertinya sudah sangat mengantuk," ucap Ella.


Belum menjawab pertanyaan sang asisten, Rilly lagi-lagi menguap.


"Iya El, aku sudah mengantuk, padahal tadi sudah minum kopi ya?" balas gadis itu seraya melepaskan kacamata yang dia pakai untuk bekerja, dan membuat Ella terkekeh pelan.


Ibu Rilly memang gampang mengantuk, kopi tidak akan berpengaruh pada wanita itu. Ibu Rilly bahkan bisa tidur di manapun, meski di dalam mobil sekalipun.


sudah seperti itu akhirnya mereka berdua sepakat untuk pulang, mulai membereskan meja sebelum ditinggalkan.


Ella membukakan pintu untuk sang Boss, dan Rilly keluar lebih dulu ...


"Astaghfirullahaladzim!" ucap Rilly kaget, ketika dia melihat seorang pria berbadan tegap berdiri tepat di samping pintu ruangannya. Rilly yang kaget, membuat Ella pun kaget juga.


Sibuk dengan pekerjaannya sendiri Rilly sampai lupa tentang pria tersebut.


"Astaghfirullahaladzim asisten Louis! Jangan membuatku terkejut seperti itu!!" kesal Rilly, dia menyentuh daddanya sendiri yang berdegup, nyaris saja jantungnya copot gara-gara takut hantu.


"Maaf Bu, saya pikir Anda masih ingat jika saya menunggu," balas Louis.

__ADS_1


Rilly tidak menjawab lagi ucapan itu, dia kembali melanjutkan langkah untuk keluar dari gedung ini.


"Saya akan mengantar anda, mobil anda tinggal saja di sini," ucap Louis, ketika mereka semua sudah tiba di basement kantor.


"Aku bisa pulang sendiri Louis, Ella juga mengemudikan mobilnya sendiri," kilah Rilly.


"Asisten Ella rumahnya dekat dari kantor ini, sementara rumah anda cukup jauh. Ketika masuk ke perumahan masih ada tempat sepi, jadi akan lebih aman jika saya yang mengantar."


Rilly begitu tercengang ketika mendengar penjelasan asisten Louis, sementara Ella sudah mengulum senyum.


Sudah terkenal memang bahwa tidak akan ada satupun orang yang bisa membalas ucapan asisten Louis. Tiap kali ada perdebatan pasti pria itu yang akan menang. Dan sekarang Ella menyaksikannya secara langsung.


Rilly menggaruk kepalanya yang tidak gatal, coba mencari alasan untuk menghindar tapi tetap tidak menemukan.


Jadi mau tidak mau akhirnya malam itu dia benar-benar pulang diantarkan oleh asisten sang kakak.


Padahal bersama Louis pikir Rilly malah lebih bahaya, karena pria dan wanita yang berdua-duaan, yang ketiganya setan.


Hiii, Rilly bergidik ngeri.

__ADS_1


Dia tidak berani duduk di belakang, jadi Rilly putuskan untuk duduk di samping Louis yang mengemudi.


Bismilahirohmanirohim, batin gadis itu ketika mobil mulai melaju.


__ADS_2