Pengasuh Tuan Muda Genius

Pengasuh Tuan Muda Genius
Bab 158 - Tersenyum Penuh Bangga


__ADS_3

"Cih, berani sekali kamu memerintah ku seperti itu, benar-benar tidak tau malu," balas mama Mona, dia lalu tertawa meremehkan Ajeng.


Dan tawa mama Mona itu benar-benar membuat Ajeng jadi semakin takut.


Glek! Ajeng menelan ludahnya sendiri dengan kasar.


"Maaf Ma, bukan maksud ku_"


"Diam! dan berhenti memanggil ku Ma Ma Ma Mama, aku bukan mama mu boddoh!" kesabaran Mona sudah habis, tidak perlu bicara, melihat wajah Ajeng saja sudah terasa memuakan untuknya.


Dan mendengar suara tinggi Monalisa pun, Deri langsung mendekat menghampiri keduanya, sungguh dia merasa sangat khawatir.


Pekerjaannya jadi taruhan.


Mona mengangkat tangan kanannya hendak merapikan rambut, namun di mata Deri pergerakan itu hendak menampar Nyonya Ajeng.


Jadi dengan gerakan yang sangat cepat, Deri buru-buru mendorong tubuh mama Mona menjauh, saking kuatnya dia mendorong Mona sampai jatuh terjerembab ke tanah.


Brug!


"Ahk!!" pekik Mona, bokkong dan kedua tangannya sama-sama terasa sakit.


Dan Ajeng yang juga terkejut pun sempat memekik namun buru-buru tutup mulut.


"Astaga Derii!! kurrang ajjar kamu ya!!" Geram mama Mona.

__ADS_1


"Om Deri, kenapa mendorong mama Mona," ucap Ajeng juga, dia hendak menolong mama Mona namun Deri mencegahnya.


"Tidak perlu Bu, lebih baik kita segera pergi. Yang penting Nyonya Mona sudah tau bahwa dia tidak boleh menemui Sean di sekolah lagi, kalau mau ketemu ya ke rumah," balas Deri, bicara lebih tegas dibandingkan Ajeng tadi.


Mona geram sekali. Dia hendak bangkit tapi pinggangnya terasa sakit. Sementara Ajeng dan Deri tidak ada satupun yang bersedia menolongnya.


"Ahk! Awas kalian!" geram Mona.


Deri langsung menarik tasnya Ajeng agar sang nyonya mengikuti langkahnya menuju mobil. ingin menyentuh tangan Ajeng, takut semakin dimarah oleh sang tuan.


Jadi akhirnya Ajeng pun mengikuti pergerakan sang sopir. Meski rasanya tidak tega melihat Mama mana yang masih terduduk di atas tanah, tapi dia terpaksa pergi dari sana dan segera masuk ke dalam mobil.


"Ahk!" kesal Mona, bukan hanya sakit yang dia rasakan tapi bajunya juga jadi kotor semua.


Mona lantas segera bangkit dengan bibir yang terus menggerutu, dia bersumpah akan membalas perbuatan Ajeng tersebut.


Bagaimana kurang ajjarnya pengasuh tersebut, bisa-bisanya melarang dia untuk menemui Sean.


Menikah baru hitungan hari tapi Ajeng sudah berlagak seperti orang yang berkuasa, bahkan Oma Putri pun tidak sebegitunya.


"Awas kamu wanita miskin, aku akan balas ini semua!!" kesal Mona.


Sementara itu di dalam mobil Ajeng, Deri langsung melajukan mobilnya untuk pergi dari sana. Melihat kemarahan yang tergambar jelas di raut wajah Mona, jelas wanita itu berencana untuk menyakiti ibu Ajeng.


Jadi mereka harus segera mencari tempat aman.

__ADS_1


"Kita harus segera pergi meninggalkan wanita itu Bu, bisa-bisa ibu nanti dipukul," ucap Deri, menjelaskan.


"Ya ampun Om, tapi tadi mama Mona sampai jatuh seperti itu," balas Ajeng pula.


"Tidak apa-apa Bu, yang penting ibu aman."


Huh! Ajeng membuang nafasnya berat. Dia baik-baik saja, tapi entah kenapa Ajeng merasa om Deri bersikap sangat berlebihan seolah dia akan terluka parah.


Saat itu mereka hanya berputar-putar, karena ujungnya kembali lagi ke sekolah Sean untuk menjemput anak itu pulang.


Saat Ajeng turun untuk menjemput Sean, Deri menelpon pak Reza untuk membuat laporan.


"Aman Pak, ibu Ajeng tidak terluka sedikitpun, malah nyonya Mona yang jatuh," lapor Deri.


"Bagus," balas pak Reza singkat.


Dan mendapat pengakuan itu, Deri pun tersenyum penuh bangga.


Alhamdulillah, batin Deri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yang tanya siapa jodohnya om Ryan, itu udah ada ya.. namanya Alika, di novel om Ryan sendiri.


Judulnya : Pelayan Gadis Buta

__ADS_1


monggo mampir kesana ...



__ADS_2