
Suasana haru tak bisa dihindari saat itu. Bukan hanya jantung yang berdegup kencang, namun hati pun terenyuh kala mendengar ijab kabul tersebut.
Apalagi setelahnya, sang penghulu melantunkan doa untuk sepasang mempelai.
Agar jadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah.
Sakinah artinya tenang atau tenteram, mawadah artinya cinta kasih, dan warahmah artinya rahmat.
Kalimat sakinah mawadah warahmah ini sesuai dengan apa yang ada di dalam ayat 21 Surat Ar-Rum.
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Q.S. Ar-Rum: 21).
Air mata Ajeng makin mengalir tak bisa ditahan kala mendengar surat tersebut dilantunkan.
Sampai akhirnya kata Alhamdulillah kembali menggema di tempat acara tersebut untuk mengakhiri doa.
"Mas Reza, sekarang boleh dicium kening istrinya. Diajeng Wulandari sudah jadi istrinya mas Reza," ucap pak penghulu, coba kembali mencairkan suasana yang haru.
Tawa-tawa kecil mulai terdengar, Ajeng bahkan tersenyum diantara kedua tangannya yang coba menghapus air mata. Entah sudah berapa kali gadis cantik itu menarik tisue untuk mengeringkan wajah.
__ADS_1
Ajeng dan papa Reza kini duduknya saing berhadapan.
Ajeng lebih dulu mencium punggung tangan suaminya dengan takzim.
Lalu Reza benar-benar mencium kening sang istri dengan penuh kasih sayang.
Tapi Reza curang, dia juga mengecup bibir istrinya sebagai bonus.
Cup!
Kya! semua orang mendadak jadi heboh, bukan hanya tawa yang terdengar, namun juga teriakan tanda gemas.
Berani-beraninya membuat adegan mesra di depan umum.
Suasana yang beberapa saat lalu haru, kini mulai mencair dan hanya diliputi oleh perasaan bahagia.
Sepasang pengantin tersebut pun mulai diarahkan untuk menuju pelaminan.
Jangan lupakan Sean, sejak tadi bocah itu terus menggandeng tangan mamanya dengan kuat. Sejak ijab kabul beberapa saat lalu, kini Sean sudah benar-benar merasa bahwa Mama Ajeng adalah miliknya.
__ADS_1
Tidak ada yang boleh memiliki Mama Ajeng selain dia, bahkan saat kak Nia mengajaknya untuk bermain dengan teman-temannya yang lain Sean menolak, dia ingin bersama mama Ajeng terus.
Jadi ketika sepasang pengantin itu duduk di pelaminan, Sean pun berada di tengah-tengahnya.
Reza mulai merasa khawatir dengan sikap anaknya tersebut, jadi dia terus berpikir bagaimana caranya agar membuat Sean mau menjauh dari mama Ajeng.
Sungguh, Reza tidak ingin ada kejadian malam pertama yang gagal hanya gara-gara diganggu oleh anak pertamanya ini.
"Sean, itu dari tadi teman-temanmu sudah melambai-lambai ingin kamu datang, kenapa malah duduk di sini?" tanya papa Reza.
"Ya sudah sih Pa, jangan paksa Sean untuk main, kalau dia mau pergi ya tinggal pergi. Tapi kan sekarang Sean maunya di sini," balas Ajeng polos. Sungguh dia tidak memahami apa maksud ucapan sang suami, yang dia tahu hanya tentang keinginan Sean.
Dan mendengar jawaban mamanya tersebut, Sean langsung menggerak-gerakkan tubuhnya seperti menari saking senangnya.
Sementara Papa Reza kepalanya langsung mendidih.
Sehari semalam pesta itu berlangsung, dan sepanjang itu pula Sean benar-benar tidak berniat untuk berpisah dari mamanya.
Reza memang tersenyum saat berjabat tangan pada semua tamu undangan yang datang, namun dalam benaknya masih terus berpikir bagaimana caranya mengusir Sean.
__ADS_1
Astaghfirullah, ya Allah, cobaan yang paling berat ternyata datang dari anakku sendiri. Batin Reza.