Pengasuh Tuan Muda Genius

Pengasuh Tuan Muda Genius
Bab 177 - Tuan Muda Genius


__ADS_3

Ajeng dan Reza menghampiri mama Mona dan Sean yang sedang berpelukan di luar aula.


Reza tetap memasang wajahnya yang dingin, namun dia juga bersyukur jika pada akhirnya Mona bisa menyayangi Sean dengan tulus seperti ini.


Itulah yang dibutuhkan oleh Sean, kasih sayang. Bukan mainan sebanyak-banyaknya.


"Selamat sayang, sudah lulus sekolah TK-nya," ucap mama Mona setelah pelukan itu terlerai.


Sean menghapus air mata ibunya, "Terima kasih Ma, aku senang mama datang," ucap Sean. Ketika sudah merasakan ketulusan sang mama, bukan hal sulit bagi Sean untuk memaafkan mamanya tersebut.


Dan mendapatkan perlakuan manis dari anaknya tersebut, mama Mona malah jadi semakin menangis. Tapi sekarang dia tersenyum lebar.


Berusaha dengan susah payah mengendalikan emosinya sendiri dan akhirnya coba bangkit, menatap ke arah Ajeng dan Reza yang juga ada disini.


"Ajeng, terima kasih ya, kamu menjaga Sean dengan sangat baik dan ... dan selamat untuk kehamilan kamu," ucap mama Mona.


"Terima kasih Ma," jawab Ajeng tak kalah ramah, dia juga bersyukur karena akhirnya hari ini tiba juga, dimana mereka semua saling bertemu dan tak ada lagi sedikitpun perselisihan.


"Selamat mas Reza," ucap Mona dengan canggung.


Dan Reza hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.


"Kalau begitu aku pamit dulu," ucap Mona lagi, dia sudah bertemu dengan Sean, tidak ingin lebih egois dari ini. Sean jelas ingin menghabiskan waktu bersama mama Ajeng dan papanya. Dia sudah cukup.


"Iya Ma, hati-hati," jawab Sean dan mama Ajeng bersamaan, hingga membuat ada tawa yang sedikit tercipta di antara mereka.


"Apa liburan nanti kita bisa bermain di taman?" tanya Sean pada Mama Mona sebelum ibunya itu benar-benar pergi.

__ADS_1


"Tentu saja, kapan Sean mau, telepon Mama, Mama akan datang," balas mama Mona.


"Ye!! baiklah!" jawab Sean antusias.


Dan akhirnya berakhir sudah pertemuan mereka, mama Mona benar-benar pergi lebih dulu meninggalkan semuanya tanpa menuntut lebih untuk ini dan itu.


Sesuai janjinya dengan Oma Putri dia tidak akan meminta lebih, dia hanya akan terus menunggu kapan Sean akan bersedia menemui dia.


Dan tak lama setelah kepergian Mama Mona tersebut, guru Sean memanggil mama Ajeng dan papa Reza untuk datang berkunjung ke ruangannya.


Ada sesuatu hal penting yang ingin dia bicarakan.


Mama Ajeng dan papa Reza awalnya bingung, bertanya-tanya sebenarnya ada apa.


Dan ternyata ketika sudah tiba di dalam ruangan itu, mereka di buat tercengang.


Dan akhirnya Sean benar-benar menunjukkan siapa dia yang sesungguhnya kepada sang ayah dan ibu, bahwa dia adalah seorang anak yang jenius.


Sean begitu fasih ketika membaca dan bicara dengan bahasa Inggris, sudah memahami mata pelajaran matematika di luar kepala, dan masih banyak keahlian yang lainnya lagi.


Mama Ajeng dan papa Reza benar-benar syok, sangat terkejut.


"Saya sarankan Sean mengambil kelas percepatan, untuk menyesuaikan kemampuan dia," ucap Miss Miranda.


Tapi papa Reza yang masih sangat terkejut belum bisa mengambil keputusan. Dia masih akan memikirkan untuk hal ini.


Kelulusan Sean hari itu benar-benar jadi hari paling mengejutkan bagi papa Reza dan mama Ajeng.

__ADS_1


"Masya Allah Sean, Masya Allah," ucap mama Ajeng, tak kuasa menahan bahagia ketika mengetahui anaknya begitu pintar. dia saja kalah.


Kini mereka semua sudah keluar dari ruangan Miss Miranda, sudah berada di area parkir siap untuk pulang.


"Papa bangga pada mu," ucap papa Reza. Dia berjongkok dan menatap sang anak lekat, sebelum masuk ke dalam mobil, sungguh ingin mengucapkan kata-kata ini.


Satu kalimat yang membuat Sean begitu bahagia.


Papa Reza kemudian memeluk Sean dengan begitu erat. Anak yang selama ini selalu dia cemaskan dalam pendidikannya ternyata punya kemampuan yang luar biasa.


Anak yang dia kira paling nakal di dunia ternyata membuatnya paling bangga.


"Papa sangat bangga padamu Sean, papa sangat menyayangi kamu, maafkan papa, maaf untuk semua kesalahan papa selama ini," ucap Reza, begitu tulus.


Sean hanya bisa mengangguk.


Semua kesalahan papa sudah dia maafkan, karena papa membawa mama Ajeng masuk ke dalam hidupnya.


Seorang pengasuh yang membawa cahaya terang untuk hidupnya.


Dan sekarang jadi Mamanya.


"Aku juga sangat menyayangi papa dan mama," balas Sean, dia menarik mama Ajeng untuk dipeluk juga.


Jadi keluarga yang utuh.


...TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2