Pengasuh Tuan Muda Genius

Pengasuh Tuan Muda Genius
Bab 100 - Sudah Tua


__ADS_3

Malam penuh kejutan telah berlalu.


Pagi ini cuaca nampak begitu cerah.


Pagi-pagi sekali ibu Tri dan Nia memanggil keluarga mereka semua untuk berkumpul di rumah, ada hal penting yang ingin dia sampaikan.


Tentang Ajeng yang 2 hari lagi akan pulang dan menggelar lamaran.


Erwin dan Elis tentu hadir juga dalam undangan tersebut, bagaimana pun mereka adalah keluarga. Dan yang paling penting, kabar bahagia ini memang untuk memanas-manasi sepasang suami istri tidak tahu diri itu.


Jam 8 pagi tepat, semua keluarga besar telah berkumpul.


Pak Wandi langsung membuka acara, menyampaikan apa hal penting tersebut.


"Alhamdulillah ada kabar baik dari Ajeng," ucap pak Wandi.


Dan saat nama Ajeng disebut, jantung Erwin seketika berdenyut nyeri. Seperti ada kisah yang belum usai diantara dia dan Ajeng.


Rasa mengganjal di dalam daddanya yang selama ini menyesakkan dada.


Hubungannya dengan Elis hanya karena nafshu, tak ada cinta. Namun Nafshu itu malah membelenggunya dengan adanya anak diantara mereka.

__ADS_1


Sementara cintanya Erwin masih tersimpan utuh untuk Ajeng.


Elis yang duduk di samping suaminya langsung menoleh, ingin melihat raut wajah Erwin saat mendengar nama Ajeng disebut.


Murung, itulah yang Elis lihat.


"Mas!" bisik Elis, ingin membuyarkan semua lamunan masa lalu yang jelas sedang dibayang-bayangkan oleh Erwin.


Tapi Erwin tidak mengindahkan panggilan tersebut, dia tetap fokus mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Pak Wandi.


Erwin sangat berharap jika ini bukan tentang pernikahan, cukup kabar bahwa Ajeng akan segera pulang dan tidak akan bekerja di Jakarta lagi.


"2 hari lagi Ajeng akan pulang untuk menggelar acara lamarannya, Ajeng akan menikah dengan Reza Aditama," terang pak Wandi gamblang, menyebutkan pula nama Aditama yang tak asing bagi mereka.


Semua orang mendelik. Seperti salah dengar.


"Ya, Ajeng akan menikah dengan salah satu anaknya pemilik perkebunan Sawit itu. Ini fotonya," terang ibu Tri.


semua keluarga berbondong-bondong ke depan untuk melihat foto tersebut, bukan hanya 1, tapi ada banyak foto yang bisa ibu Tri tunjukkan.


Ibu Tri meminta foto-foto itu semalam pada Ajeng, ada pula foto seluruh keluarga lengkap termasuk Ajeng di dalamnya.

__ADS_1


"Ya Allah, serius ini Tri? itu kan ibu Putri Aditama, aku pernah lihat dia sekali waktu berkunjung ke perusahaannya," ucap salah satu keluarga, yang bekerja juga di perusahaan tersebut.


"Yang mana namanya Reza?" tanya yang lainnya pula.


"Ini yang paling ganteng," bangga ibu Tri.


"Dia duda anak 1, ini anaknya." tambah ibu Tri.


"Byuh byuh byuh gantengnya, anaknya kayak bule."


Semua orang menyambut antusias kabar tersebut, terlebih ada foto-foto yang makin membuat semua orang yakin dengan kabar ini.


Erwin ingin maju juga untuk melihat calon suaminya Ajeng, meski daddanya sesak dan begemuruh tak karuan tapi dia benar-benar ingin tau seperti apa pria itu.


Pria yang telah berhasil membuat Ajeng berpaling darinya.


Jujur saja Erwin masih tidak terima.


Harusnya Ajeng menikah dengan dia.


"Mas! kamu mau apa sih?" tanya Elis, dia buru-buru menahan tangan sang suami yang hendak bangkit, mereka semua duduk di tikar. Elis yang sedang hamil besar tak bisa banyak bergerak. Kesal saat melihat suaminya mau maju.

__ADS_1


"Tentu saja aku mau lihat calon suaminya Ajeng."


"Tidak usah dilihat, dia duda, jelas saja sudah tua!" geram Elis.


__ADS_2