
Oma Putri sudah tau jika saat ini Ajeng tidurnya di kamar Reza, dia tidak mempermasalahkan hal tersebut, lagi pula kamar itu kelak memang akan dihuni oleh Ajeng.
Tapi yang Oma Putri cemaskan adalah Reza. Oma Putri menyadari bahwa anak laki-lakinya itu adalah duda yang haus belaian karena tidak pernah memiliki kekasih setelah bercerai, takutnya malam-malam Reza menyelonong masuk ke dalam sana dan terjadilah yang iya-iya.
Tidak ingin ada hal buruk yang terjadi, Oma Putri pun berencana untuk cepat-cepat menikahkan keduanya.
Sore ini Reza sudah pergi untuk menjemput bi Ratih, dia pun tak sabar menunggu.
Di rumahnya sana, bi Ratih pun sangat gugup. Gugup bercampur takut dan cemas.
Kaget saat Oma Putri menelponnya dan meminta dia untuk datang. dipikiran pertama yang muncul di benak bi Ratih adalah Ajeng membuat masalah saat bekerja.
"Ya Allah, semoga semuanya baik-baik saja," gumam bi Ratih, sungguh dia benar-benar merasa cemas. Apalagi Oma Putri pun mengatakan bahwa yang menjemputnya saat ini adalah Reza.
Reza Aditama, seseorang yang selama ini hanya mampu dia dengar namanya. Mendengar cerita bahwa pria itu adalah pria yang sangat dingin, terkesan galak.
Ya Allah, jantung bi Ratih makin tak tenang dibuatnya.
Jam 4 sore lewat 10 menit, akhirnya Bell rumah bi Ratih berdentung, Ting Tong Ting Tong.
Bi Ratih yang sejak tadi duduk di ruang tengah pun segera berlari untuk membuka pintu.
Dan benar-benar melihat Reza Aditama berdiri di depan pintu rumahnya.
Ya Allah.
__ADS_1
"Selamat sore Pak, silahkan masuk," ucap bi Ratih, sopan sekali bahkan sampai menundukkan kepalanya juga.
Reza malah mengulurkan tangannya minta salim.
Membuat bi Ratih mendelik dan jantungnya bergemuruh hebat.
Ragu-ragu bi Ratih mengulurkan tangannya menerima itikad baik Reza, dan alangkah terkejutnya bi Ratih saat Reza mencium tangannya.
Ya Allah, ada apa ini? batin bi Ratih.
"Tidak perlu masuk Bi, lebih baik kita langsung pergi, Oma Putri dan Ajeng sudah menunggu," terang Reza.
Bi Ratih sudah tidak bisa berkata-kata lagi, dia hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
30 menit dalam perjalanan dan akhirnya mereka berdua tiba di rumah utama keluarga Aditama.
Bi Ratih ingat jelas jika dulu dia sudah memberi pesan kepada Ajeng untuk bekerja dengan baik, tidak membuat masalah yang bisa membuat semua orang kecewa padanya.
Dan hingga detik ini dia masih sangat berharap Ajeng menjalankan pesannya tersebut.
Kekhawatiran yang sejak tadi menguasai dirinya bi Ratih berharap tidak pernah terjadi.
Masuk ke dalam rumah tersebut, bi Ratih langsung disambut oleh semua orang. Lengkap, hanya tidak ada kakek Agung saja.
Membuat bi Ratih makin gamang dengan keadaan ini.
__ADS_1
Tatapannya langsung tertuju pada sang keponakan, melihat Ajeng yang tersenyum dengan semburat merah di kedua pipinya.
Ya Allah, ada apa to ini? Bi Ratih sangat bingung.
"Silahkan duduk bi Ratih," ucap Oma Putri.
"Terima kasih Nyonya, tapi kalau boleh tau ini ada apa ya? apa Ajeng membuat masalah?"
"Ayo duduk dulu," ajak Oma Putri lagi.
Akhirnya Oma Putri dan bi Ratih pun duduk berdampingan. Lalu disusul yang kain ikut duduk juga, Ajeng, Reza, Sean, Rilly dan Ryan yang sudah dipaksa pulang oleh Oma Putri.
Sedang ada tamu penting, semua orang harus ada di rumah.
"Ajeng tidak membuat masalah Bi, tenang dulu," ucap Oma Putri, sungguh dia tidak ingin bi Ratih sampai terkejut berlebihan.
"Saya meminta bi Ratih untuk datang ke rumah ini karena saya ingin meminta izin untuk menikahi Ajeng untuk anak pertama saya, Reza."
Deg! Nyess! bi Ratih langsung lemas saat itu juga. Nafasnya terbuang dengan kasar, lega dan langsung deg-degan.
Oma Putri juga langsung menjelaskan dengan rinci bagaimana hubungan ini bisa terjadi, sampai akhirnya Reza dan Ajeng sepakat untuk bersama.
Oma Putri juga tidak hanya sekali menyebutkan jika Reza bukanlah pria yang sempurna, dia gagal di pernikahan pertamanya, dan sangat berharap itu tidak menjadi penghalang untuk restu.
Mendengar itu Bi Ratih pu jadi ingat jika dulu Ajeng pernah gagal menikah. Tidak ingin cerita buruk itu di dengar dari mulut orang lain, akhirnya bi Ratih pun menceritakan pula hal tersebut, seiring dengan restu yang tentu saja dia berikan.
__ADS_1
Semua orang cukup terkejut saat mendengar Ajeng pernah gagal menikah, gadis itu bahkan langsung menundukkan kepalanya. Malu dan takut.
Mungkinkah gara-gara ini papa Reza jadi berpikir 2 kali untuk menikahinya?