
Beberapa jam lalu di gedung Aditama Tower. Louis sudah mendapatkan perintah dari pak Reza untuk menjaga adiknya, Rilly Aditama.
Mengingat sekarang Ryan sudah tidak bekerja disana lagi, jadi Reza ingin Louis lah yang selalu mengawasi adiknya itu selama dia pergi.
Rencananya Reza dan keluarga akan berada di Jogja selama 3 hari, terhitung dari hari Minggu sampai hari Selasa. Sean pun sudah mendapatkan izin dari pihak sekolah.
Semenjak memiliki Mama Ajeng, Sean mulai perlahan menunjukkan kepintarannya. Banyak hal yang ternyata bisa Sean lakukan sementara teman-temannya belum mampu.
Karena kecerdasan Sean itu lah, dia jadi mudah mendapatkan izin dari pihak sekolah, dengan catatan Sean tetap belajar selama bepergian.
Kembali ke Louis, jadi setelah jam pulang kantor. Pria dengan tubuh tinggi tegap dan wajah datar itu langsung mendatangi ruangan kak Rilly.
Rilly yang menjabat sebagai wakil Direktur Utama menggantikan kakaknya, Ryan. Wanita yang tahun ini berusia 27 tahun itu telah banyak mengemban tanggung jawab. Ez
Banyak sekali pekerjaannya, gara-gara Ryan.
"Bu, di luar ada asisten Louis, katanya dia menunggu ibu, tapi tidak usah masuk katanya," ucap Ella, asisten pribadi Rilly.
__ADS_1
Mendengar ada asisten kakaknya di depan sana, Rilly langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sedang banyak pekerjaan dan tiba-tiba dibuat bingung dengan Asisten Louis.
Apalagi kata Ella, asisten Louis tidak mau masuk. Tetap menunggu di luar.
Rilly kemudian melihat jam di pergelangan tangan kirinya, melihat angka jam 5 sore. Jam dimana semua karyawan di gedung ini pulang.
Tapi rencananya Rilly mau lembur saja, pulang di jam 10 malam dan besok pagi bisa bangun siang.
"Kenapa tidak mau masuk? memangnya ada urusan apa?" tanya Rilly bingung.
Berhubung asisten Louis adalah asisten kakaknya dan Direktur Utama di perusahaan ini, jadi lah Rilly terpaksa bangkit dari duduknya dan menemui pria itu lebih dulu di luar sana.
Ketika dia membuka pintu dan keluar, asisten Louis langsung menundukkan kepalanya memberi hormat.
"Asisten Louis, ada apa ya? kenapa tidak masuk?" tanya Rilly, bingung dan penasaran sekaligus.
"Maaf Bu mengganggu waktunya, tadi pak Reza memerintahkan saya untuk menjaga Ibu Rilly disaat pak Reza dan keluarganya pergi ke Jogja, jadi saya hanya akan menunggu sampai ibu selesai bekerja, nanti pulangnya saya antar," jawab Louis apa adanya, memang seperti itulah perintah yang diberikan oleh atasan.
__ADS_1
Bukan hanya Rilly yang terkejut mendengar penjelasan asisten Louis tersebut, tapi Ella juga, pasalnya Ella ikut keluar dan sekarang berdiri di belakang ibu Rilly.
Usia Louis adalah 30 tahun, tapi karena pekerjaan dia tetap saja memanggil Rilly dengan sebutan Ibu.
"Astaghfirullahaladzim, mas Reza yang memberi perintah seperti itu?" tanya Rilly, setengah tidak percaya, ada juga sedikit rasa haru karena kakaknya itu ternyata begitu perhatian kepadanya.
Tapi sungguh Ini semua tidak begitu penting bagi Rilly, Dia adalah wanita dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri tanpa perlu bantuan asisten Louis.
"Iya Bu, pak Reza yang memberi perintah itu."
"Ya Allah, tidak perlu asisten Louis, aku bisa menjaga diriku sendiri. lebih baik sekarang Kamu pergi saja."
"Tidak, saya akan tetap menunggu anda."
Ha? Rilly tercengang. Lupa bahwa Louis tidak mungkin mengingkari perintah mas Reza.
Astaghfirullahaladzim, batin Rilly.
__ADS_1