
Ajeng dan papa Reza langsung berpelukan erat saat mendapatkan kabar bahagia tersebut.
Papa Reza bahkan tak segan langsung mencium bibir istrinya, meski di hadapan mereka masih ada dokter Bella.
Sampai membuat dokter kandungan itu mendelik saking terkejutnya.
Astaghfirullahaladzim, batin dokter Bella. Hanya mampu menelan ludah kasar.
Dengan bibir yang tersenyum lebar, Ajeng pun menghapus air matanya sendiri. Kembali mendengarkan sang dokter menjelaskan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh Ajeng lakukan ketika hamil.
Papa Reza juga mendengarkan dengan rinci, tak mau ada yang terlewat. Sesekali dia bahkan mengajukan pertanyaan juga.
Dan setelah 2 jam, akhirnya pertemuan itu pun berakhir, papa Reza keluar dengan membawa 1 kantung plastik berisi 3 jenis obat, dia menyerahkannya kepada Louis.
Lalu dengan santainya tiba-tiba papa Reza menggendong sang istri layaknya pengantin baru.
"Astaghfirullahaladzim, mas," pekik Ajeng dengan suara tertahan, dia kaget dan langsung memeluk leher suaminya, takut jatuh.
Sekarang ini mereka sedang berada di rumah sakit, dan pengunjung Rumah sakit ini banyak sekali bukan hanya mereka saja, tapi papa Reza tiba-tiba menggendongnya seperti ini dan jadi tontonan semua orang.
Ajeng malu, kedua pipinya sampai bersemu.
__ADS_1
Tapi papa Reza malah tersenyum, tidak peduli pada semua orang dan hanya terus menetapkan arah Istrinya.
"Kata dokter Bella, kamu tidak boleh kelelahan. Jadi aku akan menggendong mu seperti ini sampai kita tiba di mobil," jelas papa Reza.
Louis yang mendengarnya pun sampai mengulum senyum, sementara mama Ajeng sudah berdebar hatinya.
Awalnya dia memang malu karena jadi tontonan semua orang, tapi sekarang dia jadi tersipu karena mendapatkan perlakuan manis seperti ini.
Ajeng mengulum senyum, tida tahu lagi mau menjawab apa kata-kata manis sang suami, yang bisa dia lakukan hanyalah menikmati semuanya.
Menikmati perlakuan manis dan cinta yang tak habis-habis dari sang suami.
Tiba di mobil mereka, Louis membukakan pintu dan papa Reza dengan perlahan menurunkan sang istri, mempersilahkan Ajeng masuk.
"Louis, kita langsung pulang saja, tidak udah ke kantor," titah papa Reza ketika mereka semua sudah masuk ke dalam mobil.
"Baik Pak," jawab Louis patuh.
Mobil mulai melaju, dan saat itu papa Reza pun mulai menggenggam erat tangan Istrinya. Mencium sekali, lalu menoleh ke arah Ajeng.
Mereka saling tatap lalu sama-sama tersenyum.
__ADS_1
Tidak perlu kata-kata, tapi diantara keduanya sudah sama-sama merasakan cinta yang luar biasa.
Kali ini Ajeng bahkan membalas saat suaminya tersebut mengikis jarak dan mencium bibirnya.
Ciuman yang begitu lembut dan penuh rasa syukur.
Louis memang tidak melihat secara langsung adegan ciuman itu, tapi dia bisa merasakannya. Jadi hanya terus memfokuskan tatapan ke depan. Mengemudi dengan hati-hati.
Karena waktu hampir jam 10 jadi mereka langsung menjemput Sean.
Bocah itu dibuat heran saat melihat ayah dan ibunya terus mengulum senyum, nampak mencurigakan.
"Papa dan mama Kenapa sih? senyum-senyum terus," tanya Sean, dia lupa jika kedua orang tuanya baru dari dokter kandungan.
Kalau sudah bertemu dengan Sherina sang sahabat, Sean memang sering melupakan hal-hal yang lainnya.
"Mama Hamil Sean." Papa Reza yang menjawab.
Dan Sean langsung bersorak kegirangan.
"Yee!!" pekik bocah itu, tak peduli jika mereka saat ini masih berada di dalam mobil.
__ADS_1
Kerena nyatanya kebahagiaan itu tak bisa dibendung.