Pengasuh Tuan Muda Genius

Pengasuh Tuan Muda Genius
Bab 120 - Sedikit Melepas Rindu


__ADS_3

Sean langsung tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya tanda setuju atas permintaan sang ayah.


Dia akan menjual kesedihannya pada oma Putri agar dia dan Papa bisa menghubungi Mama Ajeng melalui sambungan video call.


Dan bak gayung bersambut, ketika mereka selesai membicarakan tentang hal itu, tiba-tiba Oma Putri pun masuk ke dalam kamar ini.


Oma Putri sungguh merasa cemas dengan sang cucu, karena tidak henti-hentinya Sean melihat sendiri sikap buruk ibunya tersebut.


Sumpah, Oma Putri bahkan tidak habis pikir kenapa Mona datang ke rumah ini lebih mementingkan amarahnya, daripada perhatian kepada Sean.


Sudah bertemu Sean tidak luruh pula amarah itu, malah semakin menjadi, malah menjadikan Sean alat mentang-mentang Sean adalah anak kandungnya.


Ya Allah, Oma Putri hatinya begitu nelangsa tiap kali mengingat nasib cucunya tersebut.


"Oma," sapa Sean ketika sang nenek sudah ikut duduk bersamanya di karpet bermain itu.


Sesuai rencana Sean memasang wajahnya yang nampa sedih, memelas. Tatapan sayu dan kedua mata yang nampak berkaca-kaca.


Oma Putri bahkan langsung memeluk cucunya tersebut, tanpa banyak bicara.


"Tenang sayang, tidak perlu pikirkan tentang Mama Mona, sekarang Sean sudah punya mama Ajeng," ucap Oma Putri.

__ADS_1


Dia sudah sangat benci dengan yang namanya Monalisa, jadi sedikitpun dia tidak akan memuji-muji wanita itu ataupun memberikan harapan palsu kepada Sean bahwa suatu saat nanti mama Mona akan berubah. Akan jadi sangat menyayangi Sean.


Cih! Oma Putri tidak akan sudi mengatakan itu.


Sekarang hanya Ajeng lah mama bagi Sean.


Dan di dalam dekapan sang Oma, Sean pun menganggukkan kepalanya.


"Iya Oma, mamaku hanya mama Ajeng," jawab Sean lirih.


"Oma, apa boleh aku dan papa telepon Mama Ajeng? melalui video call?" tanya Sean, dia melerai pelukan itu dan menatap sang Oma dengan kedua matanya yang sayu.


Tanpa pikir panjang Oma Putri langsung setuju.


Reza yang mendengar ucapan Oma Putri itu langsung bersorak di dalam hatinya, namun raut wajahnya tetap terlihat tak ada ekspresi, ikut-ikutan Sean menunjukkan wajah yang sayu.


Sean sudah bersandiwara dengan sangat apik, jadi dia tidak boleh mengacaukannya.


"Terima kasih Oma," jawab Sean, bocah itu langsung menunjukkan raut wajahnya yang ceria, senyumnya terukir lebar sekali.


Dan hal itu membuat Oma Putri ikut bahagia juga. Dia pun ikut mengukirkan senyum yang sama seperti sang cucu.

__ADS_1


Oma Putri lalu menyerahkan ponsel Reza kepada sang pemilik, ponsel yang beberapa hari ini berada dalam kuasanya.


Dan Reza pun mengambil ponsel itu tanpa banyak kata-kata.


Pokoknya harus diam terus, agar oma Putri tidak banyak bertanya padanya.


Dan setelah oma Putri keluar dari dalam kamar itu, Sean dan Papa Reza barulah bisa bersorak kegirangan.


"Yes!" ucap kedua orang itu kompak.


Buru-buru Reza mencari nomor yang bertuliskan nama Mama Ajeng, lalu menekan tanda panggilan video call.


Deg deg! jantung Reza sudah berdegup, tidak sabar melihat wajah sang calon istri.


Dan jantung Reza makin mau copot, saat akhirnya teleponnya mendapatkan jawaban.


"Halo," ucap Ajeng setelah dia menjawab telepon itu.


Deg! Ajeng sangat terkejut saat melihat bukan hanya ada Sean di sana, tapi juga papa Reza.


Seketika itu juga kedua pipi Ajeng jadi bersemu merah.

__ADS_1


"Mamaa!!" panggil Sean, tapi Ajeng terus mengulum senyum, malu ditatap oleh pria di samping Sean itu.


Akhirnya ... mereka bisa sedikit melepas rindu.


__ADS_2