
Waktu yang di tunggu-tunggu para alumni SMA NUSA INDAH telah tiba. Begitu juga dengan Dinda. Ia sedari tadi sibuk dengan ponsel nya. Hingga mengabaikan Toni yang sedang duduk di samping nya masih merasa tidak terima dengan gaun Dinda.
Tema pakaian acara reuni akbar ini adalah warna hitam. Dinda memakai gaun mewah sengaja ia pesan pada desainer terkenal dari Jakarta. Sangat pas dan cantik di tubuh Dinda. Gaun panjang hingga menutupi seluruh kaki. Dan yang membuat Toni tidak terima adalah bagian atas gaun Dinda. Bagian gaun tersebut hanya menutupi payu dara Dinda. Bahu serta lengan terekspos sempurna.
Penampilan Dinda saat berada di kamar belum memakai riasan dan penunjang penampilan Dinda.
Tadi di kamar..
"Sayang.. Kenapa pakai baju terbuka begini?" Protes Toni.
"Gak terbuka kak.. hanya sedikit ini."
"Ganti." Titah Toni.
"Apa sih kak.. Dinda udah pesan ini jauh hari. Terserah kakak ijinikan atau nggak." Dinda berlalu meninggalkan Toni.
Aku hanya tidak rela tubuh mu di lihat pria lain Din.
Beberapa menit kemudian mobil mewah itu sudah terparkir rapi basemant. Seperti biasa, Zaki keluar mobil membuka pintu untuk Toni dan Toni lah yang membuka pintu untuk Dinda.
"Terimakasih.. Jangan cemberut begitu." Ucap Dinda saat sudah berada di luar mobil.
Cup
Dinda memberikan satu kecupan di sudut bibir Toni. "Setelah acara, Dinda milik mu suami ku." Bisik Dinda tersenyum menggoda.
Toni menatap Dinda juga sedang menatapnya. "Aku milikmu setelah malam ini." Ujar Dinda dengan suara manja nan sensual.
"Aku menunggumu."
"Sebentar sayang.. Ada telpon dari Rian."
Ah bang Rian.. Aku sampek lupa. Apa dia udah balik ke Jakarta?
Dinda melangkah ke arah Zaki.
"Bang. Bagaimana dengan Rina?"
Zaki menoleh kearah Dinda kemudian membuang muka sembarang arah. Tidak di pungkiri jika Dinda terlihat sangat cantik malam ini. Benar kata mereka. WANITA AKAN TERLIHAT CANTIK JIKA MENIKAH DENGAN ORANG YANG TEPAT.
Zaki melihat Dinda malam ini sangat cantik dan juga..Sexy.
Zaki menggeleng saat tersadar dengan pikiran nakal nya.
"Sepertinya Rina berhenti mengganggu suami lo Din. Tapi gue masih mengawasi Bu Merry. Gue akan berjaga di depan Hotel. Kalau ada sesuatu yang aneh gue kabarin."
"Oke .Makasih. Ini ambil ATM gue. Pin nya 130397 gunain kalau lo lagi darurat malam ini." Dinda menyerahkan ATM pribadi nya pada Zaki.
"Lo bulan depan ultah Din?" Tanya Zaki sambil menerima ATM Dinda.
"Iya."
__ADS_1
Toni menghampiri Dinda setelah selesai menerima telepon dari Rian.
"Ayo sayang." Ajak Toni menggenggam tangan Dinda.
Dinda mengangguk melangkah mengikuti Toni memasuki Hotel. Tampak para pegawai membungkuk hormat.
"Dinda.." Panggil seseorang di belakang Dinda dan Toni.
Otomatis Dinda dan Toni berhenti dan berbalik mbadan melihat siapa yang memanggil Dinda.
"Beb... Kau cantik malam ini." Puji Dinda melihat sahabatnya tampil beda malam ini.
"Kau lebih cantik beb.. Selalu cantik." Puji Sari juga.
Ketiganya memasuki lift dalam diam. Toni tetap menggenggam tangan Dinda. Ada rasa khawatir pada hatinya. Ia takut Dinda bertemu dengan Dimas. Ia takut Dinda kembali bimbang pada hatinya.
Ting
Pintu lift terbuka dengan segera mereka melangkah menuju tempat tujuan mereka.
"Kak. Dinda ke toilet sebentar ya.."
"Kakak temani."
"Jangan kak.. Dinda sebentar. Kakak masuk duluan karena kakak tamu VIP kami." Dinda tersenyum pada Toni.
"Baiklah.. Jangan lama." Toni mengecup pipi Dinda.
Cup
"Ayo beb.." Dinda menarik tangan sari meninggalkan Toni yang sudah terkekeh melihat wajah sebal Dinda.
Di dalam toilet Dinda hanya bercermin memperhatikan penampilan nya malam ini.
"Udah bagus kan beb?"
"Udah. Tenang aja. Kita tunjukkan kalau di kelas XII IPS 4 juga ada cewek cantik."
Sontak keduanya tertawa terbahak-bahak. Sebagai kelas paling akhir, kelas buangan, kelas yang di anggap remeh dalam bidang apapun tentu membuat para penghuni kelas tersebut iri pada kelas lain.
Dinda dan Sari keluar toilet segera memasuki Ballroom.
"Aku tahu kau menghindari lakikmu karena belum siap di perkenalkan sama anak-anak kan Din?"
Dinda mengangguk. "Ya.. Aku takut di katain nikah karena harta."
Toni sendiri sibuk dengan ponsel nya. Ia sangat tidak nyaman dengan para gadis mencoba mengajaknya berkenalan bahkan ada yang mengajak bermalam bersama di kamar.
Toni tidak merespon sedikitpun.
Para anggota panitia melihat Toni tentu berpikir Toni datang sebagai suami Dinda bukan pemilik Hotel tempat acara berlangsung. Yang mengetahui ia pemilik hotel hanyalah ketua panitia tak lain adalah Rendi dan juga Sari.
FLASHBACK ON
__ADS_1
Tadi setelah Dinda pergi ke toilet bersama Sari, ia mendatangi Rendi tampak sedang bercengkrama dengan para alumni.
"Permisi." Sapa Toni pada Rendi karena hanya dia yang ia kenal dari banyaknya para alumni.
"Ah iya. Cari Dinda ya?" Jawab Rendi ramah.
"Bukan. Ketua panitia acara siapa?"
"Aku sendiri. Ada yang bisa di bantu bang?"
"Kebetulan. Nanti saat saya di panggil ke atas panggung jangan sebut saya suami dari Dinda." Titah Toni.
Rendi bingung, ucapan Toni minta tolong atau perintah? Jika perintah, sangat angkuh pikir Rendi.
"Oke tenang aja bang."
"Permisi." Toni berlalu tanpa mendengar jawaban Rendi.
FLASHBACK OFF
Dinda dan Sari sudah memasuki Ballroom dengan senyuman terukir indah di bibir keduanya. Meja bundar tersusun rapi memenuhi setengah ruangan. Karena setengah ruangan lagi di dekorasi menjadi sebuah panggung yang berada di depan dan sebuah dekorasi di sisi kanan yang sengaja di buat untuk tempat berfoto riya.
Disisi kiri terdapat susunan meja tempat minuman dan makanan pembuka (appetizer) dan juga ada makanan penutup (desert).
Minuman ada berbagai jus buah dan juga ada minuman beralkohol. Panitia sengaja menyediakan minuman beralkohol karena ini acara semi formal. Dari kita untuk kita.
Dinda dan Sari duduk tepat di belakang meja bundar Toni. Ia sengaja tidak satu meja dengan Toni. Biarlah..
Seketika suasana tadinya riuh menjadi hening saat salah satu alumni berada di depan sebagai MC di acara reuni.
Ehem..
"Gue bingung.. Gue harus ngomong formal atau gak ya?" Gurau MC tersebut bernama Kiki.
"Senyaman lo aja." Celetuk salah satu alumni.
"Oke baiklah. Kita mulai acaranya ya.."
"Assalamualaikum dan selamat malam untuk kita semua. Perkenalkan saya Kiki dari kelas XI IPA 2." Kikir diam sejenak setelah perkenalan.
"Saya hormati dan sayangi kakak kelas dan rekan-rekan serta adik kelas saya semoga kita selalu bahagia. Marilah kiranya di hari yang bahagia kita memunajatkan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat dan nikmat-Nya kita dapat hadir di tempat ini dalam rangka melepas kerinduan terhadap orang-orang yang dulu pernah menjadi teman/sahabat semasa kita duduk di sekolah tercinta."
"Abang dan kakak, teman-teman, dan adik kelas yang berbahagia, Sudah lama kita berpisah, tentunya perasaan rindu sudah tidak dapat terbendung lagi.Karena itulah acara temu kangen ini kita saling melepas rindu, saling bercerita dan berbagi pengalaman. Dengan harapan tali silaturahmi tetap terjalin."
"Oke baiklah. Saya akan membacakan susunan acara kita sebelum acara yang kita tunggu-tunggu. Acara pertama pembukaan yang telah berlangsung. Dan acara kedua kata sambutan dari orang teristimewa di acara kita."
"Adapun sambutan yang pertama akan di sampaikan oleh Tuan Toni Sanjaya sebagai pemilik Sanjaya Hotel. Waktu dan tempat kami persilahkan."
🌸
🌸
TBC
__ADS_1