
"Kak.."Pekik Dinda saat merasakan pusaka Toni semakin membesar di dalam sana.
Toni juga terkejut apa yang ia rasakan,mengapa menjadi sem pit dan ke set.Dan ini masih separuh yang masuk.
"Sayang..Kenapa rasanya berbeda?"Tanya Toni saat menghentikan permainan karena ia merasakan kenikmatan yang berbeda.
"Nikmatilah."Dinda tersenyum mendapati wajah Toni sedang bingung.
"Apakah sakit?"
"Tentu tidak,kayak Dinda baru pertama kali saja di tanya seperti itu."
"Bukan sayang,kakak memang tidak pernah merasakan bagaimana tidur dengan yang masih perawan.Tapi milik mu berbeda.Sangat sempit."Toni mengatakan itu sambil terpejam menikmati miliknya yang baru ia tenggelamkan seluruhnya.
"Maafin Dinda karena kakak bukan yang pertama."
"Jangan pikirkan masalah itu."
Lubang itu begitu benar-benar sempit yang Toni rasakan.Apalagi kedutan di dalam sana membuat pusaka Toni seakan di r*mas-r*mas.Sungguh kenikmatan duniawi yang tiada tara.
Ia melu mat dan mere mas gunung kembar Dinda untuk mengembalikan gairah yang sempat menurun karena percakapan tadi.
Dinda mencengkram bahu Toni saat Toni sudah memulai menggerakkan pinggulnya secara perlahan.
Lengu han dan desa han menggema di ruangan itu ulah kedua insan sedang memadu kasih.
Suara sensual Dinda membuat hasrat gai rah Toni semakin meningkat,sesuai permintaan.Dinda hanya pasrah di bawah kungkungan Toni saat ini.
Satu jam berlalu namun Toni belum ingin menyudahi permainan.
Keduanya menikmati alunan suara yang mereka ciptakan.Tidak ada batang sejenak terlewatkan dari mereka.
Toni pun menambah ritme permainan nya.Ia semakin bergairah tatkala Dinda menjerit nikmat.
"Aahhh Sayaanngg.."
"Aaahhhhh kamu sangat nikmat."
Tubuh keduanya mengejang dan mendongak kepala merasakan kenikmatan surga dunia berlebel halal.
Tubuh Dinda terkulai lemas dengan Toni berada di atas tubuhnya dengan pusaka masih menancap di dalam milik Dinda.Dinda mengusap keringat yang membasahi dahi Toni.
"Sayang."Panggil Toni saat ia masih merasakan pusakanya meminta lagi.
Tentu Dinda merasakan hal sama,karena dari orang masa lalu nya hanya Toni yang sanggup menggiling habis tenaganya bila bercinta.
"Mau lagi?"Tanya Dinda.
Toni mengangguk sejurus kemudian kembali melahap bibir Dinda.
"Dinda punya kejutan,tapi Dinda belum ahli karena belum mempraktekkan pada kakak."
"Maka praktekkan sekarang."
Dinda pun mengambil alih permainan.Ia mencoba dengan gaya spooning, kemudian gaya sitting, Puas dengan kedua gaya tersebut Dinda mendorong Toni untuk merebahkan tubuhnya dan ia bermain dengan gaya Woman on Top.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4 subuh dan sudah 3 kali Toni mengeluarkan cairan hasil kenikmatan surga duniawi.
Kini Toni sudah mengambil alih kembali hingga permainan berakhir.Tidak lupa ia meninggal kan jejak di setiap perjalanan permainan.
__ADS_1
"Kamu sangat luar biasa sayang."
Toni mengecup kening Dinda yang sudah terkulai lemas.
Di letakkan kepala Dinda di lengan sebagai bantal memeluk tubuh Dinda yang sudah candu untuknya.
FLASHBACK OFF
"Dinda mau mandi kak..Tapi badan Dinda masih lemes."Rengek Dinda saat sudah selesai memberi ASI baby El.
"Kakak siapin air hangat nya ya,tunggulah disini."Toni beranjak ke kamar mandi menyiapkan air hangat untuk Dinda.
"Sudah selesai sayang.."Ucap Toni menghampiri Dinda.
Toni menggendong Dinda ala bridal style.Ia mengecup bibir Toni berulang kali.
*Cup
Cup*
"Jangan dong kak.."
"Mulai hari ini tidak akan ku biarkan kamu mengingat pria lain." Toni berkata sembari meletakkan tubuh Dinda ke dalam bathtub.
Dinda hanya tersenyum.Ia pun berharap bisa mencintai suaminya dengan sepenuh hati.
"Mandilah,Ibu dan Mama akan segera pulang hari ini."
Dinda pun mengangguk sebagai jawaban.
Tiga puluh menit kemudian Dinda telah selesai,wajahnya tampak segar kembali.Ia menuruni tangga dengan menggendong baby El.
"Tidak apa,Ibu dan Mama mengerti."Ucap Ibu Ayu dengan lembut.
"Din, Bagaimana produk yang Mama kasih?mujarab kan?"Tanya mama Rahma antusias.
Dinda pun tersenyum malu-malu.
"Iya ma..Bahkan Kak Toni ketagihan katanya." Seketika pipi Dinda terasa panas.
"Dan kamu juga mempraktekkan gaya yang ada di buku kan?"Tanya Ibu Ayu tak kalah antusias.
Dinda hanya bisa mengangguk menahan malu.Bagaimana bisa Ibu dan Mama Mertua nya mengajari hal seperti ini pikirnya.
Kedua wanita paruh baya itu sontak bersorak gembira seakan memenangkan lotre dan hal itu membuat Dinda semakin merasa malu.
"Berapa ronde?"Tanya Mama Rahma.
"Empat."Jawab Dinda malu-malu.
"Astaga..dari jam berapa sampai jam berapa?"Tanya Mama Rahma lagi.
"Dari jam 11 sampai jam 4 ma.."Jawab Dinda lesu.
"Astagaaa..."Teriak Ibu dan Mama Rahma terkejut.
"Anakku benar-benar perkasa."Seketika Mama Rahma tertawa mendengar pengakuan menantunya.
"Kalian sedang membicarakan apa sampai teriak-teriak dan tertawa seperti ini?"Tanya Toni yang baru tiba di dapur.
__ADS_1
"Ah tidak.Ada apa kamu ke dapur Bule?."Ucap Ibu Ayu sembari mengambil baby El dari gendongan Dinda.
"Tidak ada,hanya ingin memberi makan untuk istriku."
Toni pun mengambil makan untuk Dinda,ia pun mengerti keadaan Dinda pasti lelah karena ulah nya.
"Toni,kamu tidak salah mengambil kan makan untuk Dinda?"
Mama Rahma heran dengan sikap anak bungsunya,dahulu saat bersama tunangannya Toni bahkan irit bicara,tidak suka kebisingan yang diciptakan tunangannya,tidak tersentuh,dan tidak suka di perintah jadi Mama Rahma cukup terkejut dengan sikap Toni yang sekarang.
"Sudah biasa Ma."Jawab Toni enteng dengan menaruh lauk dan sayur ke dalam piring.
"Iya Ma,Kak Toni udah biasa ambilkan Dinda makan,bahkan memasak untuk Dinda."Dinda tersenyum bangga pada Toni.
Lagi.Mama Rahma terkejut atas pengakuan menantunya.Anak bungsu nya memasak? bahkan dahulu menginjak kan kaki ke dapur sangat jarang apalagi memasak.Ia salut atas perubahan baik Toni.
"Oiya kak,Dinda besok masuk kuliah ya.." Ijin Dinda sambil mengunyah makanan nya.
Toni mengangguk."Kakak antar ya."
"Nggak harus kakak tungguin kan?"Dinda memastikan.
Toni pun menatap Dinda.Ia tidak rela bila Dinda tidak di awasi langsung olehnya.
"Ada syaratnya."
Mata Dinda berbinar mendengar jawaban Toni.Itu berarti ia tidak di awasi walau bersyarat.
"Apa syarat nya sayang?Dinda tersenyum manis.
"Berteman dengan wanita saja,jika mau berteman dengan pria harus meminta ijin langsung pada kakak pria itu."
Ibu Ayu dan Mama Rahma yang masih di dapur dan mendengarkan percakapan anak mereka terkejut.
"Haahh?.."Ucap ketiga wanita di dapur itu bersamaan.
"Jawaban kamu hanya iya dan oke saja Dinda."
Dinda berdecak sebal.
"Iya deh kak.Dasar Bule posesif."Umpat Dinda di depan Toni.
*****
Di Perusahaan Sanjaya Group kota Medan.
Kini suasana Perusahaan sedang riuh akibat kejadian kemarin di kantin Perusahaan.
Ada yang membicarakan Nyonya Toni Sanjaya karena mereka merasa iba atas kejadian kemarin.
Ada yang menggunjing Rina yang tidak tahu malu.
Tapi lihatlah.Rina merasa menang.Ia merasa rumah tangga Toni sedang tidak baik karena ulahnya.Apalagi Toni hari ini tidak masuk.
Ia semakin tinggi hati.
Ia semakin terobsesi untuk mendapatkan Toni.
🌸
__ADS_1
TBC