PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 52 Masa Iddah


__ADS_3

Dinda mendongak."Kakak sudah gak marah?" Tanya Dinda dengan wajah polos.


"Astaga.."Toni menepuk jidat.


Di sentil kening Dinda karena begitu gemas dengan Dinda.Bagaimana ia akan marah lagi jika sudah di sanjung seperti ini.


"Sakit kak.."Rengek Dinda mengusap-usap kening dengan memanyunkan bibir.


Toni mengecup kening di tempat sentilan tadi.


"Maaf sayang."


Seketika dunia serasa milik keduanya.Dan tanpa mereka sadari,mereka sudah menjadi pusat perhatian para tamu.


Salah satu undangan baru tiba berdehem untuk menetralkan suasana tiba-tiba hening karena kemesraan tercipta oleh mereka.


Seseorang itu mendekati Toni sedang merangkul pinggang sang istri.


"Tuan."Panggil seseorang itu di belakang Toni.


Toni membalikkan badan melihat seorang yang di kenalnya. "Kau baru sampai Rian?"


Ya seseorang itu adalah Rian asisten pribadi Toni baru saja tiba di kota Medan atas perintah Toni.


Rian membungkuk hormat."Iya Tuan dan badan saya sangat letih sekarang."Keluh Rian dengan nada formal.


Toni mendengar itu terkekeh,ia tidak marah dengan asisten pribadi nya ini berani mengeluh,karena ia tahu meski mengeluh bagaimana pun asisten pribadi nya ini tidak pernah membantah apapun yang di perintahkan Toni.


Berbeda dengan Dinda,ia menganga mendengar keluhan seseorang yang baru di temui nya ini.Seseorang itu mengeluh dengan wajah datar.Biasanya orang mengeluh dengan wajah dibuat sesedih mungkin.Lah ini...berwajah datar kaku seperti kanebo kering.


"Bersabarlah..Ah ya kenalkan ini istri ku."Ucap Toni sama hal dengan berwajah datar.


*Deg


Dinda*?


"Saya sudah tahu Tuan,dan saya juga di perintahkan Nyonya besar untuk menculik Nyonya muda ke Jakarta."Ujar Rian enteng dengan wajah datar menyebalkan itu.


Dinda mendengar akan di culik pun bersembunyi di balik punggung Toni.Kemudian ia mengintip di balik punggung suami baru nya.


Seperti pernah melihatnya,tapi dimana ya?wajah nya tidak asing.tapi lupa.


Toni mengerti jika Dinda takut langsung menggenggam tangan Dinda.


"Tuan."Panggil Rian lagi.


"Kenapa kemesraan kalian melebihi orang yang mengadakan pesta?"Tanya Rian,Sebenarnya ia cemburu melihat Dinda kecilnya sudah menikah lagi.Dan parahnya suaminya adalah majikan nya.


Dinda dan Toni menatap Rian seolah bertanya apa maksud pertanyaan tadi.


"Lihat sekeliling Tuan."


Dinda dan Toni pun melihat sekeliling sedang menatap mereka.Seketika suasana menjadi sangat canggung.


Dinda dan Toni lantas berdiri tegak sedikit memberi jarak.


Toni berdehem menetralkan suasana. "Lanjutkan pesta nya."Titah Toni dan suasana kembali normal.


Dinda menarik ujung jas Toni.Sehingga Toni berbalik ke arah Dinda menaik turun dagu pertanda bertanya ada apa?Hemat suara bukan?

__ADS_1


Dinda pun menjentikkan jarik isyarat agar Toni menunduk.


"Jadi ke kamar atau enggak kak?"Bisik Dinda.


Toni mengangguk."Ayo,kakak hampir lupa tadi."


Arga sedari tadi memperhatikan lantas berbicara."Menginaplah malam ini di rumah Din."


"Tentu.Dinda juga akan meminta Paman Liyan membersihkan kamar Dinda dan juga kamar tamu untuk tamu Kak Toni.Bolehkan bang?"


"Ya boleh."


Dinda tersenyum.


Toni melihat Dinda tersenyum dengan mantan suami nya itu lantas menggendong Dinda ala bride style.


"Kak.."Pekik Dinda.


Para tamu pun tampak tersenyum dan banyak memuji keduanya karena tampak mesra. Arga menatap ke arah mereka dengan tatapan nanar. Ia menyesali tidak pernah memanjakan Dinda.


Semoga kamu bahagia Din.


"Kakak cemburu melihat kamu terus berbicara dengan mantan suami kami Din..."Protes Toni sembari menaiki anak tangga.


Dinda hanya tersenyum.Ia memandangi wajah suami baru nya itu.


Haruskah aku membalas cinta mu kak? aku menerima cinta mu,tapi maaf jika aku belum bisa membalas cinta mu.Dan ku harap aku tak akan menyakiti mu.Dan untuk mu seseorang jauh disana.Maafkan aku jika aku memberi harapan palsu untukmu.Ku harap kamu juga menemukan kebahagiaan mu walau tanpa aku.


Saat sampai di lantai dua Toni berhenti melangkah. "Kamar mana sayang?"


"Pintu kedua kak,Apa Dinda berat kak?"Tanya Dinda masih berada di gendongan Toni.


"Tentu saja enggak sayang,Tolong bukain pintu nya sayang."


Kring...kring..


Panggilan video dari Bapak Dinda.


"Siapa Din?"Tanya Toni.


"Bapak kak."


Dinda menggeser tanda hijau di layar ponsel.


Tampak wajah sang Ibu di seberang telepon.


"Assalamualaikum Ibu.." Salam Dinda masih posisi rebahan.Toni hanya diam namun tangan mulai nakal bergerilya di tubuh Dinda.


"*Waalaikumussalam,Ibu boleh tanya?"


"Boleh Bu,Kenapa harus izin Bu*?" Dinda heran tidak seperti biasa ibu bicara.


"*Bagaimana pernikahan mu dengan Arga?"


"Dinda sudah di talak bang Arga Bu,dan sekarang bang Arga sudah menikah dengan mbak Mira*." Dinda mencoba bicara setenang mungkin agar sang Ibu tidak curiga bahwa ia mulai terpancing dengan kenakalan suami nya.


"Lalu bagaimana dengan si Bule Gila itu?" Tanya sang Ibu dengan nada ketus.


Toni mendengar nama julukan dari sang Ibu mertua pun hanya berdecak sebal.Tapi ia bahagia di beri nama julukan.Itu berarti sang Ibu mertua akan mengingat dirinya terus menerus.

__ADS_1


"Namanya Toni Bu.."Dinda merasa tak enak hati dengan sang suami baru nya.


"*Terserah Ibu mau panggil dia apa.Bagaimana hubungan kalian?"


"Kami sudah menikah siri tadi sore Bu."Jelas Dinda.


"Apa?Jadi dimana menantu baru mama yang kurang ajar itu*?" Sang Ibu tak menyangka jika Toni akan secepat ini mengambil langkah.


Dinda mengarahkan ponsel ke wajah Toni uang nya sudah terbakar api gairah.


"Bule gila..Kenapa cepat sekali kamu menikahi anak Ibu?" Sungut sang Ibu.


"*Ibu..Toni hanya gak mau Dinda di ambil laki-laki lain Bu.."


"Tapi gak secepat ini juga*." Sang Ibu tidak habis pikir kenapa anak manja nya menjadi rebutan saat sudah menjadi istri orang.


"Jadi apa kalian sudah melakukan 'itu'?


Toni melirik sang istri hanya diam.Kemudian ia menghembuskan nafas perlahan untuk menjawab pertanyaan frontal sang Ibu mertua.


"Ini lagi pemanasan sambil video call sama Ibu." Toni menjawab tanpa malu.


Dinda dan sang Ibu mendengar jawaban Toni terbelalak dengan mulut menganga.Lucu bukan?


Dinda menimpuk lengan sang suami.Sedangkan sang Ibu bersiap untuk menyemburkan kobaran api.


"Jangan kamu sentuh putri ku Bule gila.." Sang Ibu berteriak di balik ponsel.


"Loh kenapa Bu? Dinda istri aku loh.." Protes Toni karena di larang melakukan itu.


"Dinda tidak boleh di sentuh sampai Dinda melahirkan.Sehabis nifas baru kamu boleh bersatu." Terang sang Ibu.Ia baru sadar jika menantu nya kali ini Bule pasti belum mengerti masalah seperti ini.


Sebagai informasi,Toni adalah keturunan Amerika-Indonesia.Almarhum sang Papa asli Amerika menikahi sang Mama asli Indonesia.Kedua orang tua Toni menikah dengan sang Papa beragama Nasrani dan sang Mama Muslim memutuskan tinggal di Amerika.Tara dan Toni menganut agama sang Papa.Hingga di usia 16-15tahun Tara dan Toni,Kedua orang tua mereka bercerai karena sang Papa berselingkuh.Sang mama kembali ke Indonesia.


Saat Tara dan Toni berumur 21-20tahun sang Papa meninggal dunia lantas keduanya ke Indonesia untuk tinggal bersama sang Mama meneruskan perusahaan almarhum sang Papa.


Dan keduanya berpindah keyakinan menganut agama Islam mengikuti sang Mama.


Toni terkejut saat sang Ibu mertua melarang menyentuh sang istri sampai selama itu.


"Kenapa lama sekali Bu?" Tanya Toni dengan nada protes.


"Dinda baru di talak,itu artinya sekarang Dinda masih masa Iddah,kamu boleh menyentuh Dinda saat habis masa nifas atau 40 hari setelah melahirkan."


"Lama dong Bu.." Ucap Toni lesuh.


Dinda membisikkan sesuatu sehingga membuat Toni senyum-senyum.


"*Kamu kenapa senyum-senyum.Jangan aneh-aneh dengan anak Ibu."


"Iya Bu,Uda dulu ya Bu.. assalamualaikum*."


"Sayang ayo.."Ajak Toni setelah mematikan ponsel.


Dinda mengangguk."Pelan-pelan."


Dan malam pertama Dinda dan Toni lalui dengan Dinda menunjukkan keahlian nya untuk menuntaskan hasrat Toni.


🌸

__ADS_1


🌸


Loh..Siapakah Rian?mengapa bisa kenal dengan Dinda? ikuti terus ya


__ADS_2