
Matahari tampak enggan bersinar pagi itu,Ia memilih bersembunyi dibalik awan mendung hendak mengeluarkan air hujan.
Di balik selimut sepasang kekasih saling berpelukan erat enggan membuka mata.
Namun sang pria mulai terusik saat aset berharga nya mulai sesak di dalam sana.
"Ck..ini kenapa Dinda sangat menggoda sih?"Gumam Dimas masih memeluk Dindanya.
"Tidur denganmu sangat penuh rintangan Din, kebiasaan mu saat tidur sangat menyiksa siapapun yang tidur denganmu karena tidur dengan mu penuh godaan sehingga membuatku semakin cemburu saat kamu bersama suami mu."Ucapnya lirih masih terdengar di telinga Dinda yang memang sudah bangun saat tak sengaja kaki nya menyenggol Dimas junior.
"Gak perlu cemburu,Aku melakukan nya hanya dua kali dengan suamiku."Masih dengan mata terpejam di dalam pelukan kekasihnya.
"Aku juga cemburu saat mendengarmu selingkuh dengan pengawal mu."
"Itu juga dua kali Dim dan ku pastikan tak akan lagi selingkuh.Aku wanita kotor,carilah wanita lain Dim."sebenarnya Dinda masih ragu dengan menerima cinta lelaki yang sedang memeluknya ini.Ia masih merasa tidak pantas untuknya.
"hei..kenapa ngomong begitu?Cintaku saja baru di terimah kenapa justru aku disuruh memilih cinta lain?"
"Aku gak akan pernah pantas untuk mu Dim.."
"Siapa bilang?Dengarkan aku dan jangan halangi tekad ku.. Setelah aku sukses dan kita bertemu lagi..Aku akan memanggil penghulu dan kita akan segera menikah saat itu juga."
"Mana bisa begitu.."
"Bisa dong,aku ingin menjadi selingkuhan halal mu."
"Pemikiran yang sangat gila."
"Aku tergila-gila padamu Din.."
"Iihh kenapa jadi begini sih.."Ucap Dinda kesal karena ada saja jawaban Dimas dengan keyakinan nya akan bersama Dinda.
"Aku tahu maksud mu memintaku pergi Din,aku juga ngerti maksud mu menjadikan ku seseorang yang sukses agar banyak wanita lain di hidupku sehingga aku lupa denganmu.."
"Bagaimana bisa kamu tahu maksudku Dim?"
"Karena kamu bukan pembohong yang handal."
Dinda sontak cemberut mendengar jawaban Dimas dan itu membuat Dimas tertawa gemas melihat raut wajah Dinda nya.
"Jangan seperti itu Dim,bila ada yang tulus dengan mu tolong terimalah,jangan menungguku."
"Tidak akan sayang.."ucap Dimas seraya mengeratkan pelukannya dan menghirup harum rambut Dinda nya.
"Kenapa kamu begitu keras kepala sih.."sungut Dinda.
Dimas tak menjawab lagi,enggan rasanya untuk berhenti menghirup harum rambut Dinda nya.
"Rambutmu harum,aku suka harum nya.Jangan pernah mengganti harum rambut mu ya.."Pinta Dimas pada Dinda.
"Iya, gak akan terganti."
Kecupan di kepala Dinda pun terasa berulang kali disana.Kecupan mulai turun di leher mulus Dinda seraya berucap kembali.
"Aku juga suka harum tubuhmu Din." Dimas melanjutkan kecupan nya.
__ADS_1
Dinda mulai tersadar akan perlakuan Dimas segera ia menjauhkan diri dari Dimas yang menatapnya dengan tatapan kabut gai*ah.Dinda turun dari ranjang karena tahu akan terjadi di luar batas bila Dinda tetap berada di dekat Dimas.
"Jangan aneh-aneh Dim,Aku tak ingin mengotori cinta mu dengan cinta terlarang."
Hasrat Dimas mulai meredah dan ia tersadar jika itu salah tentu membuatnya menyesal.
"Maafin aku sayang..aku hampir hilang kendali."
"Tidak apa,mandilah kita akan sarapan."
Dimas langsung beranjak menuju kamar mandi.Dinda pun berjalan keluar melihat ke atas langit yang sedang mendung menyerupai suasana hati Dinda saat ini.
Bagaimana nasib rumah tangganya yang masih seumur jagung?
Bagaimana bisa ia menjalani peran kepura-puraan ini di depan kekasihnya?
Ia adalah istri yang disembunyikan.
Lalu bagaimana ia juga harus bersikap pada seseorang disana yang juga mencintai nya?
Haruskah jujur?Jawaban nya adalah TIDAK.
Karena ia adalah wanita dengan perasaan tidak enakan pada seseorang.
Kemudian,bagaimana nasib cinta nya pada orang yang juga mencintai nya hingga saat ini? Apakah ada takdir membawanya dengan berujung JODOH?
Aku juga mencintaimu .. Namun aku ragu takdir tidak akan membawamu padaku.Dan aku ragu akankah cinta ini tetap terpatri di hati kita?
Ditengah lamunannya ia tersentak dengan tangan melingkar di pinggang.
"Kamu mengejutkan ku Dim."
"Kenapa melamun hem?"
"Enggak,aku hanya memikirkan kehidupan ku."
"Kenapa?apa dia menyakitimu sayang?"Dimas membalikkan tubuh Dinda berhadapan dengan nya.Dimas menatap curiga kekasih hatinya tersebut.
Aku gak mungkin cerita padanya kan?Bisa berabe ntar.
"Enggak Dim..hanya masalah biasa dalam rumah tangga."Dinda mencoba tersenyum menjawab kecurigaan pria di depannya.
"Baiklah kalau begitu,sekarang mandilah."Dimas mengarahkan Dinda masuk ke dalam kamar mandi.
"Ck..iya ini juga mau mandi gak perlu diantar juga."Decak Dinda sebal mengerucutkan bibirnya karena ia masih malas untuk mandi karena cuaca nya mendukung untuk rebahan di ranjang lebih lama.
Dimas melihat bibir manyun Dinda nya tentu kesempatan untuknya untuk mengecup bibir Dinda nya.
Cup
Sontak membuat mata Dinda terbelalak mendapat serangan secara tiba-tiba.
Melihat reaksi Dinda nya lantas Dimas terkekeh.
"Sudah sayang,hanya di kecup doang mah gak lebih.."Kata Dimas gemas melihat reaksi Dinda.
__ADS_1
Deg..deg. deg..
Gila jantung gue...kenapa selalu begini sih kalau sama Dimas..padahal hanya kecupan..bahkan aku udah lebih dari ini dengan yang lain.Bener-bener dah ini jantung mintak di jitak sekali-kali.
"Iihh kau ini kenapa suka sekali mencuri ciuman dari ku?"
"Hehe maaf sayang,kamu gemesin sih..."
"Uda sana..Aku mau mandi ni."
"Oke aku tunggu diluar,kita akan sarapan di restoran.Rio uda nunggu kita disana."
"Baiklah.."
Di Restoran Samosir Villa resort seorang pemuda sedang menunggu sepasang kekasih yang entah dimana rimbanya.
"Sialan Lo Dim ninggalin gue sendiri dan lihat ini gue nunggu Uda lama banget malah."gerutu Rio bermonolog pada diri sendiri.
"Bener-bener tu anak..Nah itu mereka.Tapi tunggu,Kenapa tu muka Dinda di tekuk begitu?Laahh... tu mukak bos gue sumringah begitu.Ada yang gak beres ini."
Dimas dan Dinda duduk di depan Rio.Sedari tadi senyum bahagia menghiasi wajah tampan Dimas.
"Dim. Lo gapapa kan?"
"Gak."Jawab singkat Dimas.
Rio beralih ke arah Dinda masih dengan wajah masam nya.
"Lo gapapa Din?."
"Gu-gue gapapa Yo."
Jwaban Dinda mengatakan baik-baik namun lihatlah, air matanya menetes tanpa meminta izin.
Rio melihat Dinda meneteskan air mata langsung khawatir dan berusaha menghapus air mata Dinda tanpa maksud lain.
"Kamu kenapa Din?"Tanya Rio sambil menghapus air mata Dinda.
Dinda yang mendapat perlakuan dari sahabat kekasihnya justru membuat ia kikuk.Dan semua adegan itu di saksikan oleh Dimas lantas membuat ia cemburu.
"A-ku aku gapapa."Dinda langsung menjauhkan wajah dari jangkauan tangan Rio.
"Oh maaf-maaf reflek doang.Sorry Dim gue gak ada maksud."Rio tahu ia salah apalagi melihat raut wajah Dimas sudah tak bersahabat lagi menurut nya.
Dinda juga melihat raut wajah Dimas memang sudah berubah merah padam menahan cemburu dan emosi membuat Dinda cemas dan merasa bersalah.
Dinda memegang lengan kekar kekasihnya dan mengelus pelan mencoba meredahkan emosi kekasihnya itu.
"Gak perlu cemburu,Rio hanya menghapus air mata ku itu saja gak lebih.Bahkan lebih banyak dirimu menyentuh ku seperti tadi."
Ck ini memalukan.Bagaimana bisa aku menginginkan nya tadi.Dan kenapa aku harus mengatakan ini sih..
Dimas tersenyum mengingat kejadian di kamar Dinda tadi.Tapi ia harus terlihat cemburu agar ia tahu bagaimana Dinda marayu nya saat ini.
🌸
__ADS_1
🌸
TBC