PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 95


__ADS_3

"Kak..Lihat El tersenyum."Teriak Dinda kegirangan saat melihat baby El tersenyum.


Toni menghampiri Dinda dengan senyum mengembang lalu menatap baby El.


"Hai anak Daddy..Apa kamu senang malam ini sudah menghukum Mommy dan Daddy untuk bergadang?"


Dinda pun tertawa setelah mendengar apa yang di katakan Toni.


"Justru Mommy berterima kasih El,karena Mommy tidak akan di hukum malam ini."


Dinda menatap Toni dengan tatapan mengejek sedetik kemudian Dinda menjulurkan lidahnya pada Toni.


"Wleeekk.."


Dengan sigap Toni merangkul pinggang Dinda hingga tidak ada lagi jarak di antara mereka.


"Coba sekali lagi lidah kamu begitu."


Secepat kilat Dinda menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Nggak mau kak."Dinda menggeleng.


"Aku memaksa."Toni mendekat ke arah leher Dinda.


Belum sampai bibir Toni sampai ke leher Dinda.


Ooeek..Ooeek...


Baby El menangis.


Sontak Dinda dan Toni beralih ke baby El.


"Cup..cup..Sayang Mommy kenapa?Mau nen lagi ya?"Dinda rebahan sebelah baby El sembari memberi ASI.


Toni ikut rebahan di sebelah baby El.Ia berulang kali menghela nafas menatap El yang sedang menyusu.


"Enak kan El?Daddy juga pengen."Ucap Toni sambil mengelus pipi baby El.


Dinda melotot mendengar ucapan Toni.


"Ya ampun...Libur satu malam doang udah ngomong aneh-aneh sama El."Omel Dinda.


"Sayang..kalau tidak di tuntaskan bikin sakit kepala."Rengek Toni.


Dinda diam saja tidak menanggapi.Ia yakin Toni tidak akan menyerah jika menyangkut pergulatan panas.


*****


Dua hari berlalu.Dinda semakin mahir mengurus suami dan anak.Hanya memasaklah yang perlu banyak belajar.Namun tidak masalah bagi Toni.Karena ia juga mempekerjakan ART khusus memasak,beberes rumah, membersihkan taman dan mobil,penjaga rumah,supir untuk istrinya.Ia hanya mau Dinda mengurus dirinya dan anak-anak nya.


Dinda juga sudah mulai suka mendesain ruangan di rumah mereka yang bertingkat dua ini.Seperti hari ini, Perabotan rumah berubah seketika.Banyak perabot baru dan letak perabot lain nya sudah pindah.


Dan sekarang perabot rumah Dinda dan Toni serba putih.


Toni menuruni anak tangga.Ia tersenyum melihat Dinda sedang menggendong baby El sembari menonton tv.


"Sudah berubah lagi isi rumah?"Tanya Toni kemudian mengecup kening dan bibir Dinda dan mengecup pipi baby El.


"Iya,Dinda suka warna putih."Jawab Dinda tanpa melihat Toni.


"Lalu kemana sofa yang lama?"


"Dinda jual."Jawab Dinda lagi.


Toni mendengar itu terbelalak.

__ADS_1


"Apa kamu kekurangan uang sehingga sofa pun di jual?"


"Tentu aja nggak kak,suami Dinda kaya."


"Lalu alasan apa sampai di jual?"


"Mau di letak dimana kak?Rumah belakang udah ada sofa,kan sayang kalau di simpan di gudang.Mending di jual terus uang nya untuk makan besar sama para ART dan pekerja lain nya."Dinda bicara sembari menyerahkan baby El pada suster Maya.


Dinda merapikan dasi Toni.


"Datanglah di Warung Ikan Bakar yang di jalan AB saat makan siang,Kami ada disana semua."


"Warung Ikan Bakar yang viral itu?"


Dinda mengangguk."Tapi kalau nggak bisa jangan di paksa kak."


"Ya kakak akan usahakan."


"Kakak berangkat ya.."Sambungnya lagi sembari mengecup kening Dinda.


"Hati-hati."Dinda mencium punggung tangan Toni.


*****


"Dim,makan siang nanti kita ke Warung Ikan Bakar yang lagi viral ya.Pas banget dekat Bandara.Sekalian jalan."Ucap Rio masih menatap layar benda pipih di tangan nya.


"Terserah lo aja,gue ngikut."Jawab Dimas tanpa semangat.


"Lo tahu gak kalau dua Minggu lagi sekolah kita adain reuni akbar tamatan 2015,2016,dan 2017.Lo mau dateng gak?"


"Berarti itu dari tahun Dinda?"Tanya Dimas memastikan.


"Ya,dan tahun tunangan lo juga."


"Gue gak dateng.Kalau lo mau dateng terserah."


*****


"Lo gimana sih bang?Kita telat ini."Omel Dinda pada Zaki.


"Sorry Din,tadi gue ketahuan selingkuh."Jawab Zaki merasa bersalah.


"Lo sih..Dasar Playboy cap Teri Medan."Sungut Dinda.


"Ya sorry.Yang lain udah sampek warung belum?"


"Udah dari 20 menit yang lalu dan El juga udah disana."


"Lakik lo ikut gak?"


"Nggak,dia ada undangan makan siang di kantor Pemerintah."


*****


Warung Ikan Bakar


"Meja nomor berapa bang?"Tanya Dinda .


"Nomor 10 kata Pak Somat."


Dinda berjalan di depan Zaki sambil melihat pesan WhatsApp dari grub Sekolah akan mengadakan reuni akbar.Hingga..


Brrukkh..


"Auh.."Pekik keduanya.

__ADS_1


Ternyata orang yang di tabrak Dinda sedang memegang minuman hingga minuman itu terkena pakaian Dinda.


Dinda mengibas-ngibas pakaian tanpa melihat siapa yang di tabrak olehnya.Dan orang tersebut merasa bersalah.


"Sorry baju lo jadi basah."Ucap orang itu membungkuk kan badan membantu membersihkan pakaian Dinda.


Dinda mendongak tatkala mendengar suara yang ia kenali.


"Dimas."


Tanpa mereka sadari,adegan itu sudah di abadikan seseorang.Orang itu tersenyum puas kala mendapatkan satu potret yang sangat bagus.


"Dinda."Ucap Dimas.


"Ah sudah nggak perlu Dim,jangan di terusin.Gue bisa sendiri."Ucap Dinda menghindar.


"Bang,lo ke meja aja duluan.Titip El,gue mau ke toilet sebentar."


"Oke.Lo hati-hati."


*****


Perusahaan Sanjaya Group


Ting


Satu pesan masuk di WhatsApp Rina.Ia tersenyum puas dengan hasil kerja orang suruhan nya.


Ia segera mengirim foto itu ke nomor pribadi Toni menggunakan nomor yang berbeda.


"Selesai.Ku pastikan kali ini Toni akan menjadi milikku.Sebentar lagi Rina.Kau akan menjadi Nyonya Toni Sanjaya."


*****


Toni masih fokus pada pekerjaan setelah makan siang dari kantor Pemerintah terpaksa harus menghentikan pekerjaan saat ia mendengar bunyi ponsel pertanda satu pesan masuk.


Toni membuka isi pesan itu sedetik kemudian ia melempar ponsel ke sembarang arah.Rahangnya mengeras dengan genggaman tangan kuat menyalurkan emosi.


"Beraninya kau bermain di belakang ku Dinda."


Ia membanting barang yang ada di ruang kerjanya.Ia menyalurkan amarahnya.


"Bahkan aku telah meninggalkan dunia gelap ku demi hidup bersama mu.Ini balasan dari mu?"


"Baiklah Dinda..Aku ikuti permainan mu.Kau sering melakukan ini bukan?membalas yang sama dengan yang ku lakukan?Baiklah,aku akan turuti."


"Aarrgghh..Kau membuat hati ku sakit Dinda..Kau menipu ku."


****


"Bang,ada gerakan mencurigakan dari Rina?"


Ya selama Zaki bekerja dengan Dinda,ia di perintahkan untuk menyelidiki gerak-gerik Rina.Ia yakin suatu saat Rina akan menyerangnya kembali.


"Dari Rina gak ada,tapi beberapa kali gue sering bertemu orang yang sama saat ada lo,dia tampak mencurigakan.Lo harus hati-hati."


"Baiklah, terimakasih untuk semuanya bang."


"Din,apa lo udah gak ada rasa sama Dimas?"


"Entah lah,tapi yang pasti gue akan tetap sama kak Toni bang.Gue punya masa lalu yang buruk,Kak Toni selalu ada untuk gue,walau awal hubungan gue dengan kak Toni salah tapi akhirnya kak Toni mampu keluarin gue dari masalalu yang buruk itu."


"Semoga lo dan suami lo bahagia selalu Din."


"Aamiin.Makasih bang."

__ADS_1


🌸


TBC


__ADS_2