PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 62 Kelakuan pasutri Gila


__ADS_3

****!! Kurang ajar kau Toni..


Saat Dinda sudah berada di depan Tara.Ia meringis di tatap dengan tajam.Tapi bukan Dinda namanya jika tidak bisa menaklukkan tatapan tajam itu.Buktinya adik dari laki-laki di depan tertakklukan sampai menjadi cinta lagi.


Tapi ia tidak berniat untuk menggoda,ia hanya ingin mengikis jarak saja agar mata tajam itu berubah dengan tatapan menghangat antara kakak dan adik.


"Jangan menatap tajam begitu pada Dinda kak,Jelek tahu."


Tara mendelik mendengar perkataan adik iparnya ini.Ia hanya bisa berdecak sebal.Kemudian membuang muka ke arah lain.


"Itu kan,Salah tingkah sendiri.."goda Dinda.


Asisten Ali mendengarkan godaan Dinda pada Tuan nya hanya bisa mengulum bibir menahan senyum nya.Karena yang ia ketahui baru Dinda lah yang berani menggoda Toni.Maksud dari menggoda ini dari perkataan bukan menggoda yang menjurus ke olah raga di atas tempat tidur ya.


"Jaga bicara mu bocil."Akhirnya Tara mengeluarkan suara.


Dinda tidak terima dikatai bocil oleh kakak iparnya langsung membalas ledekan sang kakak ipar.


"Ehh bocil begini sudah bisa buat bocil tahu, Lihatlah dirimu kakak ipar,Umur sudah om-om tapi belum punya bocil."


Tara mendengar itu terbelalak,ia benar-benar tidak menyangka perempuan di depan nya ini berani menghina nya secara tidak langsung.Sial nya perempuan itu adalah adik iparnya.


Terdengar seseorang tertawa kecil menyaksikan perdebatan antara Tuan nya dengan adik iparnya.


Tara menatap Dinda tajam dan Dinda sama sekali tidak takut.Ia justru menjulurkan lidah ke arah Tara. "Wleekk..."


Dinda mengibaskan rambut panjang sedang basah itu kemudian berbalik arah.


*Deg


Mamp*s..Lakikku..Tamat sudah riwayatku*..

__ADS_1


"Dinda istriku,kenapa kamu berbicara pada kakak ku?Suami mu ini tahu dari setiap kata yang kamu katakan itu adalah maksud untuk menaklukkan kakak suami mu ini kan?"Toni berbicara dengan gigi menyatu.Ia sangat gemas melihat istri kecil nya ini.


Dinda menggeleng."Bukan kak.."Ia meringis saat suami nya juga menatap nya dengan tajam.


Ternyata walau suami nya sudah takluk,ia tetap takut dengan tatapan tajam suami nya itu.


"Sayang,jangan menatapku seperti itu.."Dinda menelan saliva saat tatapan itu semakin menghunus jantung nya.


"Lalu bagaimana?"Toni berjalan maju mengikis jarak antara ia dan sang istri karena Dinda tampak melangkah mundur.


"Ia deh maaf, tidak lagi deh.."Dinda menyerah,tetap saja walau sang suami lebih dulu jatuh cinta tapi ketika sang suami menatap tajam ke arahnya nyali nya menjadi ciut.Dan aneh nya ia lebih takut tatapan sang suami dari pada kakak ipar nya tadi.Tara.


"Aku mau lihat bagaimana kamu menjulurkan lidah ke arah orang lain.Sini tunjukkan agar aku gigit sekalian."


Sontak Dinda menutup mulut menggunakan kedua telapak tangan.


"Dinda tidak mau kak,sudah dong jangan lihat Dinda dengan tatapan seperti itu."


Sebenarnya Toni tidak berniat marah pada Dinda,ia hanya berakting saja.Ia ingin sekali tertawa saat ini juga melihat wajah ketakutan istri kecilnya.Sungguh sangat menggemaskan.


"Sudah-sudah mari kita lanjut prosesi berikutnya."Ucap Ibu Dinda memisahkan perdebatan antara anak dan menantu.


Acara ketiga 7 bulanan Dinda setelah siraman adalah brojolan agar si bayi lahir ke dunia dengan selamat.Prosesi ini biasa di pimpin oleh nenek si jabang bayi.


Selesai siraman,si calon ibu memakai kain jarik yang disertai dengan sepotong tali bernama letrek.Si calon nenek kemudian akan memasukkan telur ayam dari atas jarik hingga jatuh bagian bawah.


Setelah itu,brojolan di lanjutkan dengan dua buah kelapa gading yang juga dibrojolkan di jarik.Si nenek wajib menerima atau menangkap kelapa dari bawah jarik kemudian menyerahkan pada si bapak.Akhirnya si calon bapak memotong tali letrek dengan keris sebagai tanda suami yang dapat memotong alang rintang.


Prosesi keempat adalah Angreman.Acara ini menandakan kasih sayang ibu dan bapak kepada si calon bayi.Tampak Dinda dan Toni selalu tersenyum menjalani ritual adat 7 bulanan walau banyak drama di sela-sela prosesi.


Acara angreman ini dimulai dengan si Ibu dituntung ke ruang lain untuk berganti baju dengan tujuh macam kain jarik.Hanya kain ketujuh lah yang akan dipakai sedangkan enam kain yang sudah dipakai sebagai alas duduk atau alat angreman.Dinda disuapi bubur merah putih.Hal itu tersebut menandakan si Ibu yang akan selalu menjaga si anak dan juga ayah yang akan selalu menghidupi keluarganya.

__ADS_1


Setelah acara angreman, selanjutnya adalah acara mecah kelapa, pengharapan jenis kelamin si jabang bayi.Kelapa gading sudah di gambar dengan tokoh wayang Kamajaya dan Kamaratih yang terkenal dengan ketampanan dan kecantikannya.Tentu saja Toni memilih kelapa dengan gambar Kamajaya karena anak mereka laki-laki.


Acara 7 bulanan di tutup dengan jualan rujak demi masa depan anak yang mumpuni secara finansial.Si ibu akan membuat rujak yang kemudian akan dijual kepada para tamu.Prosesi ini merupakan sebuah harapan agar si anak mendapat banyak rejeki dirinya dan juga untuk kedua orang tuanya.


"Kamu capek sayang?"Tanya Toni saat keduanya sudah berganti pakaian.


Dinda mengangguk.Kini keduanya duduk di sofa di ruang tamu.Toni merentangkan tangan nya di atas sandaran sofa dengan kaki kanan di atas kaki kiri.Menunjukkan jiwa angkuh nya.


Hanya pada Dinda lah Toni bersikap lemah lembut dan tidak menunjukkan sifat angkuh dan arogan nya.Toni duduk seperti itu saja sudah terlihat jika ia adalah seorang penguasa.Namun lagi-lagi Dinda tidak menghiraukan siapa suaminya.Karena menurut Dinda adalah jika wanita buruk seperti dia,ada yang menerima apa adanya itu sudah cukup. Materi adalah penunjang kesempurnaan cinta itu.


"Kak.."Panggil Dinda sedang bersandar di ketiak sang suami.Beruntung di lapis dengan baju jadi tertutup bulu tipis yang tumbuh di ketiak sang suami.


"Hemm.."Jawab Toni dengan deheman.


"Kakak tidak malu memiliki istri seperti Dinda?" Benar,sampai sekarang Dinda penasaran.Bukankah biasanya orang kaya juga mencari pasangan dari kalangan yang sama dengan nya?


"Malu kenapa hem?"Tanya Toni mengerti saat ini sang istri dalam mode serius.


"Apa coba kelebihan Dinda?"


Toni menatap lekat sang istri."Kelebihan kamu itu kamu mampu membuat kakak jatuh cinta lagi."


"Jawaban apa coba itu?Bahkan Dinda tidak melakukan apapun."Dinda cemberut mendengar jawaban sang suami.


Melihat istri nya cemberut,Toni celingukan ke kanan dan ke kiri.


Cup


Kecupan singkat mendarat di bibir Dinda.Benar-benar candu.Berada di rumah mertua membuat aktivitas Toni terbatas.Tapi sangat menantang untuk Toni.Seperti sedang pacaran masa ABG yang diam-diam mencuri ciuman sang pacar.


"Kakak..."Pekik Dinda karena ia terkejut di cium tiba-tiba.

__ADS_1


🌸


🌸


__ADS_2