
Pukul 5 sore Dinda SAH menjadi istri dari Toni Sanjaya seorang pebisnis muda di bidang perhotelan,properti,dan restoran.Namun identitas sebenarnya di sembunyikan semenjak ia memilih mengasingkan diri ke kota Medan.Hanya keluarga dan para pekerja lah yang mengenal siapa sosok Toni Sanjaya.
Kini Dinda menatap suami kedua berdiri tak jauh dari nya saat ini.Tampak senyum bahagia tercetak jelas di wajah suaminya.Ada rasa bahagia menyelimuti Dinda melihat senyum itu.
Entahlah..Dinda tidak mengerti sekarang jalan hidupnya.Tapi ia harus menyelesaikan masalah dengan perlahan.Ia harus menyelesaikan dari suami pertama lebih dulu.Bang Arga.
Dinda berjalan menghampiri Toni dengan senyum khas Dinda.
"Kak.."Panggil Dinda.
"Ya sayang.."Toni menoleh ke asal suara istrinya.
"Sini sayang kenalkan rekan-rekan bisnis kakak."Toni merangkul bahu Dinda agar mengikuti langkahnya.
"Rekan bisnis?bukankah kakak kerjanya jagain Dinda?"Bisik Dinda karena sudah berdiri diantara tamu sang suami.
Toni tersenyum.Ia baru menyadari jika istrinya memang polos soal materi.Bagaimana istrinya ini tidak curiga dengan apa-apa yang di pakai ia adalah barang-barang mahal.
"Nanti kakak kasih tahu sebenarnya ya.."
"Ini istri saya Dinda,Saya harap kalian saat bertemu dengan istri saya selalu menghormati nya."Titah Toni pada rekan bisnis nya bernama Hartono.
"Tentu Tuan."Jawab orang itu.Hartono.
Tuan?benar.Kak Toni bukan lah orang sembarangan. gumam Dinda saat mendengar itu.
Dinda hanya tersenyum menanggapi obrolan mereka.Cukup lama mereka mengobrol hingga akhirnya mereka sudah berada di jalan menuju kerumah Arga.
"Kak,beneran kan penghulu dan saksi-saksi kita tadi ikut?"Tanya Dinda pada Toni.
Ya,Tadi Dinda meminta Toni untuk mengajak penghulu dan para saksi ikut ke acara pesta Arga guna menikahkan Arga dengan Mira.
Ia ingin menebus pengkhianatan yang sudah ia lakukan beberapa jam lalu dengan menikahi laki-laki lain dan juga ia tak ingin sang suami semakin terjerat dengan perzinahan.
Biarlah Arga marah dengan keputusan ia ambil.Terpenting rasa bersalah ini pergi dengan menikahkan suaminya.Tentu dengan talak terucap dari suami pertama Dinda.
"Iya sayang.Mereka ada di mobil belakang."Sembari menoleh ke arah samping tempat istrinya duduk.
Dinda mengangguk.Ia masih bimbang dengan keputusan saat ini.Bagaimana hatinya? Bagaimana cintanya?
Ia tak menampik bila ia sering kepikiran dengan Dimas apalagi Dinda sering aktif di sosial media dan stalking sosial media Dimas isi dari sosial Dimas adalah kalimat-kalimat cinta untuk nya.
Tapi kebimbangan itu sudah sia-sia bukan?
Ia sudah terlanjur tercebur dengan kata khianat. Ia harus bisa menerima takdir tertulis dari-Nya.
__ADS_1
Bukankah apa yang diberikan Sang Pencipta adalah sesuatu hal paling indah? Hanya kita saja dituntut bersabar menjalani lika-liku menuju keindahan itu.
"Sayang..Kenapa diam hem?"Tanya Toni sudah memperhatikan Dinda sedari tadi diam tampak murung.
Dinda menggeleng."Enggak kak,Dinda hanya takut."Ya benar, Dinda takut akan nasib hidup nya.Pasti apa yang dilakukan saat ini akan ada akibat setelahnya.
"Tenang ya sayang..kita jalani ini semua.Maaf harus membuat Dinda seperti ini."Ada rasa bersalah di hati Toni.Namun ia juga harus melakukan agar ia melindungi Dinda dari Mira jika status Dinda dan Arga diketahui oleh Mira.Dan juga ini adalah cara untuk memiliki Dinda seutuhnya.
Dinda menyandarkan kepala di bahu Toni dan terpejam.Ia ingin istirahat sebentar sebelum memulai segalanya hari ini.Ia mengumpulkan keberanian untuk berbicara banyak hal pada suami pertama nanti.
Toni merangkul Dinda seraya mengusap-usap kepala Dinda sesekali ia mengecup puncak kepala Dinda.
*****
Tampak seseorang sudah rapi dengan jas mahal berwarna hitam dengan dalaman kemeja putih,celana berbahan kain,sepatu mengkilap,serta dasi kupu-kupu menambah nilai plus tampilan malam ini.
Dia adalah Arga seorang suami hendak melaksanakan pertunangan dengan kekasihnya.Ia sedang menatap keluar jendela saat ini.Ia bimbang atas keputusan karena menyetujui permintaan sang kekasih.
Ia memikirkan bagaimana perasaaan istri yang sudah tidak pulang sedari kemarin.Tepatnya sudah 9 hari istrinya sudah tidak pulang kerumah.Ia tidak bisa marah karena ia bersalah saat ini.Tak seharusnya ia mengkhianati janji suci pernah terucap di depan saksi.
Bolehkah ia menyesali?
Jawaban adalah tidak. Karena ia tidak bisa tegas untuk menolak.Jika ia menolak maka lagi-lagi ia di ingatkan untuk membalas budi.
Maafkan abang Din,malam ini abang telah ingkar.
Di tengah lamunan,Mira datang menghampiri.
"Honey..apa kamu sudah selesai?"
"Ya aku sudah selesai."Tampak Arga menghembuskan nafas untuk menetralkan diri.
"Bagaimana penampilan ku malam ini?"Tanya Mira seraya berputar dengan gaya sensual di depan Arga.
"Cantik."jawab Arga singkat.
"Kenapa kamu tampak tidak semangat honey?"Mira mulai curiga.
"Aku hanya merasa tidak enak badan honey..Mungkin kelelahan."Dusta Arga pada kekasihnya.
Beberapa menit kemudian mobil Toni telah sampai di pelataran rumah Arga.Keduanya saling diam belum juga beranjak dari mobil.
"Sayang.."Panggil Toni.
"Ya kak?"Dinda menoleh kearah suami keduanya.
__ADS_1
"Apa kamu sedih saat tahu Arga akan bertunangan malam ini?"
"Tentu,hati istri mana yang tidak sakit saat melihat sang suami memiliki wanita lain.Sudah ayo turun." Dinda mengajak Toni keluar mobil agar tidak berlanjut membicarakan hal yang ia pikirkan sedari tadi.
"Tunggu sebentar,biar kakak buka pintunya." Toni keluar dari mobil berlari pelan mengitari mobil untuk membuka pintu mobil di lain sisi tempat Dinda berada.
Dinda tersenyum merasa tersanjung.Sungguh hal sederhana ini tidak pernah ia dapat dari suami pertamanya.Arga.
"Kak,nanti Dinda akan bicara dengan bang Arga ya."Izin Dinda pada laki-laki yang sudah menjadi suaminya.
"Perlu di temani?"Tawar Toni padahal sebenarnya adalah ia cemburu jika melihat Dinda berduaan dengan Arga.
Dinda menggeleng."Hanya sebentar kak.."
Saat netra Dinda menyadari banyak mobil mewah di pelataran rumah suaminya ia berdecak kagum.Berarti akan banyak orang-orang golongan elit di dalam sana.Ia menciut saat memikirkan bagaimana orang-orang elit itu jika tahu dirinya adalah istri sah Arga.
"Kamu kenapa Din?"Tanya Arga saat melihat raut wajah istri sudah berubah tampak bingung.
"Enggak kak,ngerih saja melihat banyak mobil mewah,Dinda merasa semakin tidak pantas untuk bang Arga.Karena Dinda orang biasa."
Toni justru terkekeh mendengar pengakuan sang istri.Bagaimana tidak?Kekayaan Arga saja jauh di bawah dirinya, Tapi lihatlah wanita di depan ini sudah bergidik ngerih.Bagaimana jika sudah mengetahui siapa ia sebenarnya.
"Iihh kok ketawa sih?"Sungut Dinda memanyunkan bibirnya.
"Bibir di kondisikan kan sayang..Mau kakak cium?"Toni membungkuk badan mensejajarkan wajah dengan wajah Dinda.
Sontak Dinda menutup mulut menggunakan kedua tangan sembari menggeleng tanda ia tidak mau.
Toni tersenyum melihat tingkah Dinda sangat menggemaskan.
"Ayo masuk Dinda,kita harus berakting lagi sekarang."Ajak Toni lirih merasa tidak terima akan kenyataan.
Dinda mengerti arti ucapan Toni lantas menggenggam tangan Toni menarik menuju pintu masuk rumah Arga.
Sontak hal itu membuat Toni senang.Namun saat mendekati pintu masuk ada suara yang membuat keduanya berhenti.
"Oohh ini ternyata ja lang yang di puja suamiku.." Suara ketus itu mendekat kearah Dinda dengan tatapan menghina.
"Ja lang?"Tanya Dinda.
🌸
🌸
Selamat beraktifitas reader..
__ADS_1