PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
episode 27 Isi hati Dinda


__ADS_3

Selama kejadian beberapa hari lalu saat sang istri meminta bercerai,membuat Arga sering berada di rumah.Ia merindukan sang istri yang sedang liburan tanpa memberi kabar sebab nomor kontak dirinya telah di blokir oleh istrinya.Bahkan ia tidak tahu tempat istrinya liburan.Istrinya hanya menyita kartu sakti yang pernah dipakai kekasihnya dan uang tunai cukup banyak dari ATM pribadinya yang juga diambil istrinya walau ATM itu dikembalikan padanya.


Saat ini ia sedang sarapan seorang diri dengan di temani Pak Liyan berdiri tak jauh dari ia duduk.


"Pak Liyan.."


"Ya Tuan."


"Apakah istriku tidak ada memberi kabar?"


"Tidak ada Tuan."


"Baiklah.Kamu bisa pergi."


Aku merindukan mu.Maafkan aku Din."


****


Dinda sudah rapi ingin mengunjungi Desa Tomok sesuai rencana awal liburan.Ia sudah sarapan,meminum vitamin dan juga ia menyiapkan keperluan nya saat berada disana.Ia akan pulang sore harinya.Ia bersyukur kehamilan ini sangat tidak merepotkan,hanya sedikit pusing bila sudah kelelahan dan banyak pikiran.


Ia tidak ingin memikirkan hidupnya kali ini.Ia hanya ingin menenangkan hati dan pikiran sebelum menjalani kepahitan hidup untuknya.Ia menyadari ini adalah bentuk hukuman karena telah terjerumus kedunia penuh kegelapan tanpa setitik cahaya.


Dinda membuka pintu dan ia terperanjat melihat siapa yang berdiri di depan pintunya itu dan hal itu juga membuat jantungnya kembali berdegup kencang.


*Pagi-pagi uda spot jantungku Dim karena mu.


Bahkan sampai sekarang debaran jantung ini masih sama Din*.


Dimas tersenyum simpul memandang wajah cantik Dinda nya.


"Selamat pagi calon istri.."


Dinda berdecak kesal dengan Dimas seenaknya saja menyebut calon istri.


"Inget Dim,aku ini istri orang."


"Aku gak peduli tu."


"Ck..ada apa kemari?aku mau pergi ini."


"Yauda ayo pergi."Dimas menarik tangan Dinda agar berjalan beriringan.


Dinda berhenti berjalan membuat Dimas juga berhenti karena tangan Dinda masih di genggam sedari tadi.


"Kenapa berhenti Din?"


"Aku itu liburan mau tenangin hati dan pikiran ku Dimas.."


"Iya aku tahu, dan aku akan menemanimu Dinda.."


Justru karena mu aku ingin menghindar Dimas..Kamu membuat kesehatan jantungku dipertanyakan.


"Rio.."Dinda memanggil Rio sedari tadi ikut berjalan di belakangnya.


"Ya Din.."

__ADS_1


"Kenapa sahabat mu keras kepala seperti ini sih?"


"Mana gue tahu,Lo juga keras kepala."jawab Rio enteng karena menurutnya benar adanya.


"Kalian berdua sama-sama menyebalkan."Ucap Dinda dengan wajah cemberut berlalu berjalan mendahului dua pria itu.


Dimas berjalan menyeimbangkan langkah Dinda mencekal tangan Dinda kemudian menarik Dinda kedalam dekapannya.


Dimas membelai rambut panjang Dinda dengan penuh kasih sayang,seakan mengucapkan semua akan baik-baik saja.


Dan entah bagaimana bisa Dinda menangis dalam pelukan Dimas,dan entah bagaimana bisa Dimas menjadikan Dinda yang sebenarnya,


Dinda yang mudah menangis..


Dinda yang mudah kesal..


Dinda yang cerewet..


Dinda yang mudah tersenyum tulus..


Dinda yang sangat mudah membuat Dimas jatuh cinta.


Entah alasan apa membuat Dimas begitu cinta kepada Dinda.Tapi yang pasti..Dimas tidak butuh alasan untuk mencintai Dinda.


Aku bisa saja membawamu pergi jauh Din,Namun aku mengerti posisiku..semua keputusan ada padamu Din,tapi jujur aku gak pernah rela melihatmu menangis.hatiku hancur melihat mu seperti ini.Gumam Dimas seraya mengelus kepala Dinda dan mengecup berulang-ulang pucuk kepala Dinda.


"Aku capek Dim,aku gak kuat jalani ini..hiks..hiks..hiks.."


"Ikutlah denganku Din..kita pergi jauh dari sini."


Dinda mendongak menatap wajah Dimas.


Dimas mengusap air mata Dinda dengan ibu jarinya. "Kenapa memukul ku hm?"


"Aku gak mau kamu jadi pebinor Dimas."


"Apapun untuk kebahagiaan mu Din."


"Enggak Dim,kamu harus jadi laki-laki sukses.Aku gak mau kamu menjadi laki-laki buruk."


"Aku mencintaimu..sangat mencintaimu."


"Aku tahu Dim."


Dimas melonggarkan pelukannya,Dimas menatap lekat kedua manik mata Dinda.


"Apakah kamu tidak memiliki perasaan apapun padaku Din?"


"Emm aku..aku gak tahu Dim."


"Jujurlah padaku Din."


"Aku gak tahu Dimas,aku gak pernah merasakan ini sebelumnya,bahkan pada Aril mantan kekasih ku,pada bang Arga suamiku,dan kepada kak Toni pengawal ku.Kak Toni bilang ia mencintai ku dan aku akui itu bagaimana dia memperlakukanku Dim...Tapi aku gak pernah merasakan jantung ku berdegup kencang saat bersamanya,aku gak pernah merasakan hatiku menghangat,darahku berdesir saat dia mengatakan kata-kata cinta untuk ku.Tapi lihatlah aku saat bersama mu, semua itu aku alami.Jantungku berdetak tak karuan walau kamu hanya menatapku,aku gak tau itu artinya apa Dim,karena aku gak tahu perasaanku bagaimana."Dinda menjelaskan panjang lebar dan itu terdengar jelas di telinga Dimas dan Rio.


Dimas menggenggam tangan Dinda,di kecup punggung tangan dan telapak tangan Dinda penuh kasih sayang dan di arahkan tangan Dinda ke dada kiri Dimas.

__ADS_1


"Apakah seperti ini detak jantungmu Din saat bersama ku?"


Dinda mengangguk dan tentu itu membuat senyum penuh kebahagiaan untuk Dimas dan Rio.


Dimas memeluk Dinda erat penuh kebahagiaan.


Akhirnya aku mengetahui isi hatimu Din..Aku bahagia..sangat bahagia.. Terimakasih Sang Pemilik hati.. aku sangat bahagia..


"Dim.."


"Ya sayang.."Dimas masih memeluk Dinda.Entahlah. seperti tak ingin melepaskan Dinda barang sedetik.


"Apakah jantungku sakit atau aku sedang jatuh cinta seperti di novel-novel?"


Pertanyaan Dinda sukses membuat Dimas dan Rio tertawa.Keduanya tidak menyangka seorang Dinda tidak tahu ciri-ciri jatuh cinta.


"Oke aku jelaskan, apa kamu sering ngalami rasa tidak nyaman di dada?"


Dinda hanya menggeleng.


"Merasakan nyeri sampai ke lengan?"


Dinda menggeleng.


"Sakit menjalar kebagian rahang atau punggung?"


"Enggak pernah."


"Oke,ini pertanyaan terakhir.Detak jantung tidak teratur atau berdetak cepat?"


"Ya aku mengalaminya saat bersamamu,saat bersama yang lain enggak.Aku sakit ya Dim?"


"Enggak Dinda,kita sama.Itu tandanya kamu juga mencintai ku.Terimakasih sayang."


"Benarkah?"


"Ya.."


"Berarti benar yang dikatakan Sari,aku juga sudah jatuh cinta padamu.Tapi kita salah Dimas.Aku sudah menikah."


"Aku tahu,ku harap tetaplah mencintaiku.Suatu saat aku akan menjemputmu Din dan juga anak ini."


Dinda hanya mengangguk masih dalam pelukan Dimas.


Rio menjadi saksi kisah cinta keduanya merasa bahagia dan juga sedih.Bahagia karena keduanya saling mencintai namun sedih saat ini takdir tidak menyatukan keduanya.


Ku harap ada saat dimana kalian ditakdirkan bersama..walau entah kapan itu.


"Woy..gak capek berdiri terus?"


🌸


🌸


🌸

__ADS_1


Tbc


__ADS_2