PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 33


__ADS_3

Setelah membersihkan diri Dinda bersiap untuk makan malam.Ia memandangi perut yang sudah membuncit dari pantulan cermin di depan nya.


Dinda tersenyum seraya mengelus perut saat merasakan pergerakan di dalam sana untuk kesekian kali.


Nak..Mommy bahagia kamu akan segera hadir menemani mommy disini.Maafkan mommy jika kamu tak bisa bersama ayah ya..Dan saat kamu lahir juga jangan marah pada mommy jika kita tak bisa bersama daddy.Kita kuat ya nak..


Ia menggerakkan tubuh nya ke kiri dan ke kanan,lalu ke belakang karena merasa lucu akan perubahan tubuhnya.Ia tetap ramping hanya perut saja yang berubah.


Lihat lah Nak..bahkan tubuh mommy yang seperti ini saja ada dua pria jatuh cinta pada mommy.Satu pria dewasa dan satu adik kelas mommy.Keduanya mencintai mommy dengan cara berbeda.Dan keduanya membuat mommy nyaman.Boleh serakah gak sih mommy nak?


Dinda terbahak dengan pemikiran gila nya.


Tok..tok..tok..


Terdengar suara ketukan pintu diluar kamar Dinda.


Ia beranjak membuka pintu.Ia terpaku melihat seseorang di depan nya saat ini.


Seseorang dengan tampilan memakai kaos berwarna hitam ngepas di tubuh kekarnya dan celana berbahan kain.


Ya Tuhan..ciptaan-Mu yang satu ini mengapa sangat tampan.Lihatlah senyum itu sangat mempesona,Bibir seksi itu sangat menggoda.Boleh Cium gak sih? Rasa nya ingin ku kurung di dalam kamar aja tau gak.


Dinda tersadar dari pikiran mesum nya.Dinda menunduk merasakan pipinya memanas serta merah merona karena malu atas pemikiran mesumnya.Ia geleng-geleng kepala sambil menggigit bibir bawahnya tak berani menatap seseorang di depan nya.


Dimas melihat apa yang dilakukan Dinda nya menaikkan satu alis tak mengerti mengapa Dinda nya aneh pikirnya.Ia pun melihat penampilannya sendiri.


Gak ada yang aneh.


"Kamu kenapa sayang?"Tanya Dimas masih penasaran.


Dinda hanya menggeleng masih menunduk.


Tentu hal itu membuat semakin penasaran.


"Ada apa hem?"


Dinda mendongak dan tatapan mereka bertemu.Dimas menyadari bahwa pipi Dinda nya memerah merona.


"Kenapa sayang?gak mau jujur hem?"

__ADS_1


Dinda tak langsung menjawab,ia masuk ke dalam pelukan Dimas nya, menenggelamkan kepala nya ke dada bidang Dimas nya.


Dimas semakin bingung dengan tingkah Dinda nya saat ini.


"Hei..kamu kenapa sayang?apa terjadi sesuatu?"


"Gak ada,cuma.."Dinda mengurung niat untuk mengatakan apa yang di pikirnya tadi.


"Cuma apa sayang?"Dimas semakin penasaran dibuat Dinda nya dan itu membuat Dimas gemas ingin mencium Dinda nya yang tak ingin memberitahu apa yang terjadi.


"Gak jadi,nanti kamu ketawain."


Dimas mengernyitkan kening nya semakin bingung apa sebenarnya yang terjadi pada Dinda nya.


"Bicaralah,aku gak akan tertawa."


"Serius?"Dinda masih dalam pelukan Dimas saat berbicara.


"Iya serius sayang."


Dinda lantas melepaskan pelukannya,Ia mendongak memandangi wajah Dimas nya saat ini yang juga sedang memandanginya.


Sontak perkataan Dinda nya membuat Dimas tertawa.Ia tertawa bukan karena Dinda posesif namun sifat Dinda yang malu-malu mengungkapkan perasaannya.


Namun Dinda salah paham,ia pikir Dimas sedang meledek perkataan jujur nya tadi.Dinda cemberut berbalik badan agar masuk ke dalam kamar.


Dimas menghentikan tawa nya saat menyadari Dinda nya dalam mode ngambek.Ia meraih tubuh Dinda nya,ia dekap penuh kasih sayang.


"Jangan marah sayang."


"Nyebelin."Ucap Dinda dengan nada bergetar dan mata berkaca-kaca.


"Hei..Jangan menangis sayang..Maaf."


Dinda mulai terisak di dalam dekapan Dimas.Ia pun tak mengerti bagaimana ia bisa menangis di depan orang lain.Dimas adalah orang laim satu-satunya yang melihat Dinda menangis selain keluarga dan sahabat nya.Sari.


"Baiklah aku akan di kamar saja bersama dengan mu,kurung aku sampai kapan kamu mau.Oke..Puas sayang?"


Dinda memukul dada Dimas dan berkata di sela-sela isak tangisnya."Itu mah mau nya kamu aku kurung di kamar."

__ADS_1


Dimas terkekeh dan membenarkan ucapan Dinda nya.


"Sekarang kita masuk ya..kita makan malam di dalam saja."


Dimas merangkul pundak Dinda mengajaknya masuk ke dalam Villa.Ia mengambil ponsel dalam saku celana mengirim pesan pada asisten pribadi, sekretaris pribadi,sahabat nya itu.Banyak sekali jabatan untuk Rio dalam hidup Dimas.


Ia mengirim pesan agar makan malam Dimas dan Dinda diantar ke villa Dinda.


"Jangan menangis sayang..Nanti si Jagoan jadi sedih di dalam sini."Dimas mengelus-elus perut buncit Dinda nya.


Dinda tersenyum..Ia memang sangat suka perut nya di elus seperti ini selama kehamilan nya.Namun ia mendapat perlakuan manis ini hanya dari Toni dan Dimas.Entahlah.. saat memikirkan Toni dan Dimas seakan hatinya kembali bimbang.


"Dim,apakah kamu menerimaku walau keadaanku sudah memiliki anak dari orang lain?"Tanya Dinda karena sampai saat ini masih ada keraguan akan takdir cinta antara dirinya dan juga Dimas nya.


"Tentu,dan aku akan membuat mu melahirkan anak ku juga saat kita sudah menikah."Dimas tersenyum sembari mengecup perut buncit Dinda.


"Terimakasih karena kamu sudah menerima ku,tapi sekali lagi Dim..Aku tak mengapa jika suatu saat kamu berpaling dari cintaku dan menemukan cinta baru yang lebih baik dari ku."


Dimas menghentikan kegiatan nya kembali duduk tegak berhadapan dengan Dinda nya.


Hening..keduanya masih saling bertatapan.


"Dengarkan aku Din..Aku rela pergi jauh agar tidak menggangu rumah tanggamu.Setelah enam bulan kita bertemu lagi disini dan aku mendapatkan cintamu.Bagaimana bisa aku menyia-nyiakan cintamu Din?Aku menunggu waktu ini selama dua tahun lebih.Aku mencintaimu dalam diam itu sangat menyiksaku.Bagaimana bisa kamu begitu tega dengan cintaku Din?"Dimas masih menatap netra hitam milik Dinda nya.


"Bukan itu maksudku Dim.."


"Lalu apa Din?begitu tak berharga kah cintaku Din?Begitu rendahkah perasaanku untukmu?Aku yang bodoh tak dapat menghapus cintaku untukmu,Tapi bagaimana bisa aku menghapus cinta ku jika mengingat namamu saja membuat aku jatuh cinta padamu lagi dan lagi."Tatapan Dimas berubah sendu.


Deg


Segitu cintakah?


Dinda tak dapat berkata-kata,ia bersyukur dicintai seseorang sebesar ini.Andai ia bertemu dahulu dengannya sebelum seseorang dari masalalu nya yang saat ini mengirim takdir kelam padanya.Ia pasti sangat bahagia.


Mata indah miliknya sedari tadi menahan air mata yang ingin keluar akhirnya pertahanan berhasil di lewati begitu saja.Air mata Dinda mengalir deras.Ia tak dapat menahan haru.Ia tak sanggup mengungkapkan rasa bahagia.Hanya lewat air mata ia dapat menyampaikan isi hatinya.Semoga Dimas juga mengerti.


🌸


🌸

__ADS_1


TBC


__ADS_2