PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 37


__ADS_3

Setelah membersihkan diri Dinda duduk di meja rias.Ia tak melakukan apa-apa hanya memandang dirinya dari pantulan cermin di depannya.


Ia masih terngiang ucapan sang ibu pagi tadi.


Haruskah ia menerima pernikahan ini?


Haruskah ia belajar menyayangi sang suami?


Haruskah ia berkorban demi sang ibu?


Lalu apa kabar kebahagiaan nya?


Bagaimana hati nya yang baru saja berkembang?


Lalu apa kabar dengan kekasih suami nya?


Bolehkah ia egois kali ini?


Bolehkah ia menerima pernikahan nya namun hati tetap mendua?


Bolehkah kedua nya berjalan beriringan?


Apakah ini karma untuknya?


Karma atas masalalu nya hingga sampai sekarang ia sangat menyesali mengapa ia terjerumus dengan dunia kegelapan?


Bahkan hingga saat ini memikirkan dunia gelap itu membuat ia sesak.


Bahkan untuk menangis menyesal pun tiada guna lagi.


*Nak..Bukan mommy tidak menerima mu, tapi mommy sungguh menyesali kedatangan mu saat mommy belum siap.Rasakanlah, kita begitu tersiksa. Bahkan mommy tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan kita kelak.Apa yang harus mommy lakukan? menerima Daddy mu dan membuang jauh perasaan mommy pada Dimas? lalu bagaimana Daddy dengan mbak Mira? apa ia akan melakukan hal sama demi kamu nak?


Mommy ingin menyerah,sungguh.. ini membingungkan. Semoga kita bahagia bagaimana pun keadaan kita ya nak.. Tetaplah bersama mommy*.


Dinda menangis,ia merasa bingung harus berbuat apa.Ia sama sekali tak menyangka bila kehidupan nya ini justru lebih rumit daripada saat awal ia mengandung menangisi menghilang nya seseorang yang menghamilinya.


Dimas...bawa aku pergi jauh dari sini..


Dinda menggeleng tanda tidak setuju pemikiran barusan untuk kabur bersama Dimas.


Bukan ia meragukan Dimas tapi masih banyak hal yang harus ia selesaikan.


Tok..tok..tokk..


Terdengar suara ketukan,segera Dinda menyeka air mata membasahi pipi.


Ia tahu itu pasti Dimas maka ia tak ingin Dimas mengetahui masalahnya.


Ceklek..


"Sayang.."Seketika senyum indah itu luntur saat melihat mata sembab Dinda nya.

__ADS_1


"Hei..kamu kenapa?"Tanya Dimas khawatir.


Dinda hanya menggeleng sebagai jawaban.


"Baiklah jika tak ingin cerita,mari kita masuk."Dimas merangkul bahu Dinda masuk ke dalam.


"Yakin gak mau cerita hem?"


"Aku hanya sedih kita akan berpisah lagi." Jawab Dinda sedikit berbohong,ia tak ingin Dimas tahu permintaan sang ibu.Tapi ia juga jujur sedih akan berpisah dengan Dimas untuk waktu yang lama.


"Aku akan sering berkunjung."Ucap Dimas tegas.


"No..Kamu gak boleh sering datang,kamu harus fokus kuliah.."


"Lalu kalau aku dilanda rindu gimana yang?"Rengek Dimas.


Ingat,hanya pada Dinda lah Dimas bisa bersikap manja seperti ini.


"Kamu bisa berkunjung setelah aku lahiran ya?"


Perkataan Dinda nya tentu membuat ia gembira,bagaimana tidak? enam bulan tidak bertemu sangat membuat ia tersiksa menahan rindu.


"Benarkah Din?"Tanya Dimas dengan mata berbinar.


Dinda mengangguk, ia sudah bertekad untuk menjalani keduanya.Ia akan mengabulkan permintaan sang ibu dan ia juga ingin bahagia bersama cinta nya.


"Akhirnya..Aku bisa melihat kamu lagi walau tidak setiap hari seperti waktu sekolah dulu." Dimas langsung memeluk Dinda sesekali mengecup puncak kepala Dinda nya.


"Dim..Aku lapar." Dinda berbicara dalam pelukan kekasihnya.


"Tanya satu-satu Dim..Disini saja,Nasi goreng seafood ya.."Dinda terkekeh ditanya pertanyaan beruntun dari Dimas.


Ah nasi goreng seafood,jadi kangen masakan kak Toni.


"Hehe iya maaf.Sebentar ya." Dimas merogoh kantong celana mengambil ponsel nya dan menghubungi pihak restoran.


Kenapa hati ini selalu ragu untuk kisah kita Dim? Tapi kenapa kamu begitu yakin dengan kisah cinta kita?Aku takut berharap lebih padamu,aku takut kekuatan cinta mu tak sekuat keyakinan mu.Aku takut harapan ini pupus di tengah jalan.Aku takut diantara kita memutuskan untuk berhenti berjuang.Aku takut Dim. Dinda mengalihkan pandangan ketika Dimas sudah berbalik kearahnya.


Dimas tersenyum."Jangan sedih,kita akan bertemu lagi nanti."


Dimas mendekap tubuh Dinda,sepasang kekasih itu saling menikmati pelukan.


Merasa tak ingin waktu berjalan.


"Jangan menangis lagi Din,Jujur itu sangat menyakitkan untukku."


Dinda mengangguk.Ia tak ingin bicara saat ini,ia hanya ingin menikmati pelukan ternyaman ini sebelum besok mereka akan berpisah oleh jarak.


Tok..tok..


Suara ketukan pintu terdengar lagi.

__ADS_1


"Sebentar,aku buka pintu ya, mungkin itu pelayan restoran."


Makan malam telah usai,kini kedua nya duduk di ranjang tidur.Dinda bersandar pada dada bidang kekasih nya.


Di elus tatto di dada Dimas yang berlukiskan nama Dinda di sana.Dinda heran,mengapa tubuh Dimas bisa sebagus ini padahal umur saja masih 17 tahun.


Kak Toni sih juga bagus tubuh nya tapi itu wajar,dia pria dewasa.Nah ini..Adik kelas gue. Yang sialnya gue malah jatuh cinta sama adik kelas.


"Aku akan merindukanmu Din."Dimas mengelus kepala Dinda dengan sayang.


Dinda mendongak sehingga pandangan mereka bertemu.Mata coklat Dimas adalah salah satu daya tarik untuk Dinda,Hidung mancung,Alis tebal menambah ketegasan di wajahnya.Jangan lupakan bibir sexy itu. ahh rasanya ingin ku lu mat saja.


Entah mengapa mata indah itu selalu melihat orang lain dengan tatapan tajam.Namun ia sangat suka mata itu,Mata yang selalu memberikan tatapan cinta untuknya.


"Aku mencintaimu Dim.."


"Aku sangat mencintaimu Din"Balas Dimas mengeratkan pelukannya.


"Jujur Dim,aku sebenarnya takut dengan takdir.Tapi ingat baik-baik Dim,Aku tak akan meninggalkan mu sebelum kamu meninggalkan ku."


"Enggak akan pernah aku meninggalkan mu Din..Percayalah.."


Dinda hanya mengangguk.


"Din,bolehkah aku meminta sesuatu padamu?"


"Apa itu?"


"Tolong,jangan selingkuh lagi..Jangan lakukan itu lagi pada laki-laki lain.Aku sudah mencoba memaklumi antara kamu dan suami,tapi tidak dengan yang lain.Maaf jikalau aku egois,tapi inilah aku Din,aku gak rela."


Dinda tidak pernah menyangka jika keluhan Dimas membuatnya seperti ada hantaman keras di hatinya.


Sakit .


Seketika tubuh mendadak membeku,ia lupa jika Dimas mendengar perbincangan ia dengan sahabat nya saat di restoran.


"Maaf Dim,aku.."Dinda tak melanjutkan karena tak mungkin ia mengakui jika ia juga menginginkan kala itu.


"Gak perlu minta maaf,Cukup jangan ulangi saja."


Dinda mengangguk."Dim,apa kamu tak ingin mencari seorang gadis?Aku sungguh tak pantas untukmu."


"Jangan bahas itu lagi Din,kita sudah pernah membicarakan hal ini."


"Maaf,aku hanya merasa tidak pantas untuk mu Dim."


"Hatiku yang memilihmu.Sudah.. tidurlah.. besok kamu akan pulang."


Dimas menyelimuti Dinda nya lalu mengecup kening Dinda nya kemudian ia turut merebahkan di samping Dinda nya.Memeluk Dinda adalah hal yang sangat ia sukai dan akan menjadi sesuatu yang sangat ia rindukan.


🌸

__ADS_1


🌸


TBC


__ADS_2