PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
episode 39


__ADS_3

Kini mobil travel di tumpangi sudah melaju menuju kota Medan.Dinda berkali-kali menghembuskan nafas agar ia tak lagi menangis karena berpisah dengan kekasihnya. Cukup sudah tangis perpisahan,ia harus bisa mengendalikan diri sekarang.


Ia akui tak rela berpisah begitupun dengan Dimas,namun belum saatnya untuk mereka bersama.Dinda merenung di balik jendela mobil.


"Ehem" Sang sopir berdehem memecahkan keheningan.


Dinda sama sekali tidak terganggu dari deheman sang sopir.Saat ini ia hanya butuh sendiri merenungi segalanya.Kepalanya seakan ingin meledak karena terlalu banyak pikiran.


"Anak UMA ya?"Tanya sang sopir.


"Abang ngomong sama gue?" tanya Dinda polos.


Sang sopir berdecak kesal.


"Jadi ngomong sama siapa lagi?di mobil ini cuma kita berdua."


"Hehe iya maaf bang,iya gue anak UMA.Kok tahu?"Dinda cengengesan.


"Ya karena gue juga anak UMA."


Dinda mengangguk."Jurusan apa bang?"


"Anak Ilkom,Lo anak jurusan apa?"Tanya sang sopir lagi.


"Tadi tahu gue anak UMA, tapi gak tahu jurusan gue apa."Dinda tersenyum mengejek pada sang sopir. Jurusan sama tapi gue gak tahu.


"Gue sering lihat lo di parkiran sama lakik lo, tapi memang gue gak tahu jurusan lo."


"Itu kakak gue,lakik gue yang tadi di Villa dan gue jurusan Ilkom bang."


"Sama dong."


Keduanya kembali diam.Sang sopir sesekali melirik ke belakang melalui kaca spion dalam mobil.Dinda menyadari jika sang sopir meliriknya.Namun ia mencoba biasa saja.Siapa pun akan risih bila berada berdua di dalam mobil dengan orang yang tidak di kenal.


"Jangan melirik seperti itu,jika ingin bertanya silahkan."Ucap Dinda yang masih melihat ke arah luar jendela mobil.


"Ck..Mau gue antar kerumah atau ke Amplas aja ni?"


"Kerumah deh bang,oh iya siapa nama Abang?"


"Zaki,cowok tertampan di UMA."Ucap Zaki penuh percaya diri.


Dinda melongo mendengar jawaban sang sopir. Bisa-bisa nya percaya diri sekali mengatakan itu.Padahal setahu Dinda anak hukum kebanyakan cuek-cuek kaku.Nah ini.. mahasiswa nyasar kali.


Dinda menggeleng kepala karena gak habis pikir dengan orang yang sedang berprofesi sebagai sopir travel saat ini.


"Tertampan tapi jadi sopir travel." Ucap Dinda dengan senyum mengejek.


"Hei..Kau menghinaku dek?"Tanya Zaki tidak terima atas ejekan sang penumpang.Zaki berbicara dengan logat orang Medan.


"Enggak,aku hanya berbicara apa yang ku lihat."jawab Dinda enteng sambil mengangkat bahu tanda acuh akan jawaban nya.

__ADS_1


"Gimana bisa Bule itu cinta sama cewek menyebalkan kayak kau? kalau bukan karena di bayar 2 kali lipat, ogah gue ajak ngomong lo." Cerocos Zaki karena tidak terima di hina dengan Dinda.


"Kau salah paham bang,yaudah deh maaf-maaf." Ucap Dinda pasrah karena ia juga tak suka berdebat dan berbicara dengan logat orang Medan.


"Dimaafkan kalau besok traktir abang.Oke?Setuju." Senyum nya mengembangkan saat mengucapkan kalimat itu.


"Hei..mana bisa begitu,Dinda gak mau bang." Jengkel dengan Zaki yang sangat menyebalkan.


"Uda keputusan final dek.. Ingat Kating (Kakak Tingkat) gak boleh di bantah, makanan di kantin gak bakalan nguras ATM lakik lo dek."


"Sok tahu."Dinda sudah sebal dengan sang sopir karena sangat menyebalkan.


"Kelihatan kali dek dari merk pakaian yang lo pakek walau lo tetap milih model biasa."


"Yauda besok deh.Sekali doang ya." Akhirnya Dinda pasrah saja untuk mentraktir Kating menyebalkan ini.


***


Disisi lain. Disebuah rumah mewah tampak sedang sibuk mendekorasi ruangan untuk melaksanakan acara.Ada yang menata bunga, Ada yang sibuk membersihkan sisa-sisa perintilan dekorasi.


Para pelayan juga ada yang sibuk di kebun, ada sebagian sibuk di dapur membuat berbagai macam kue untuk acara yang akan di selenggarakan dua hari lagi.


"Gawat bi kalau Nyonya Dinda jadi pulang hari ini."Ucap Tutik pelayan sangat dekat dengan Dinda.


"Semoga Nyonya tidak jadi pulang hari ini.Saya kasihan dengan Nyonya."Jawab bi Imah prihatin dengan Nyonya kecil nya.


"Tuan tega dengan Nyonya,padalah lebih baik Nyonya dari pada Nek Lampir itu."Sambung Tutik lagi.Ia seakan tidak akan puas mengumpat calon tunangan Tuan Arga.


Pak Liyan juga sama hal dengan pemikiran Tutik,ia merasa kasihan dengan Nyonya kecilnya.Ia sangat menyayangi Dinda karena Dinda mirip dengan sang putri yang sudah menikah tinggal di Kalimantan ikut dengan sang suami.


Pak Liyan duda beranak satu.Setelah anak nya menikah semakin membuat ia kesepian.Saat pelayan lain bisa pulang kampung kumpul dengan keluarga,Pak Liyan hanya bisa tetap di rumah Tuan Arga. Tapi setelah Tuan Arga menikahi Dinda dan tinggal di rumah mewah ini, Dinda membawa warna baru di hidup Pak Liyan dan ia sangat menyayangi Nyonya kecilnya.


****


Mobil yang di tumpangi berhenti di depan pagar rumah Dinda.


Ia mengamati rumah itu tampak ada beberapa mobil terparkir di halaman rumah suaminya.


"Kenapa banyak mobil?" Dinda menajamkan penglihatan ke arah tiap mobil berjejer itu.


"Bukan mobil bang Arga."Dinda berbicara lagi pada diri sendiri.


"Mau turun disini atau di dalam dek?"tanya Zaki karena cukup lama mereka berhenti di depan pagar.


"Ke dalam aja bang,males angkat barang."


"Oke,besok gue jemput di depan kelas saat jam kelas lo selesai."Ucap Zaki sambil melakukan mobil ke pekarangan rumah suami Dinda.


"Iya,gue siap jam sebelas.Tapi gak bisa lama karena jam 12 biasanya kakak gue Uda jemput."


"Oke gak masalah."

__ADS_1


"Lo apa gak takut makan bareng gue yang sedang bunting?"Tanya Dinda penasaran.


"Enggak,kan bukan gue yang buntingin."Jawab Zaki enteng.


Astaga..gue lupa ni orang sangat menyebalkan.


Mobil travel di tumpangi Dinda berhenti tepat di depan pintu masuk rumah.


Pintu itu terbuka hingga tampak apa yang ada di dalam.Tampak jelas dekorasi ruangan hampir selesai dan orang-orang di dalam tampak sibuk.


"Ada acara di rumah lo ya dek?"tanya Zaki juga penasaran dengan apa yang di lihat nya.


"Gak tahu bang,kan gue baru sampek.Mau mampir kagak?"


"Emang boleh?"


"Gue laper bang,lo pasti laper juga kan? secara tadi Lo gak pakek berhenti untuk makan."


"Hehehe gule lupa,asik berdebat sama lo jadi hilang lapernya."Zaki cengengesan saat menyadari kelupaan nya.Bagaimana bisa ia lupa kalau penumpang nya sedang hamil dan butuh asupan.


"Yauda ayo turun,Abang masuk dari pintu samping noh..Itu pas mengarah ke dapur.Gue dari depan."


"Oke."


Keduanya keluar mobil.Para pelayan berada diluar terkejut atas kepulangan Nyonya asli dirumah Tuan nya.


Dua pelayan menghampiri Dinda dengan gugup.


"Si-siang Nyonya."Sapa kedua pelayan khusus mengurus kebun dan taman menyapa Dinda gugup.Kedua pelayan tersebut bernama Pak Somat dan Pak Udin.Tapi tetap saja dimana memanggil mereka dengan sebutan Paman.


"Siang Paman,Tolong bawa masuk barang-barang Dinda di kamar bawah ya.?" Pinta Dinda dengan sopan.


"Baik Nya."jawab kedua pelayan itu dan langsung masuk menuju kamar Dinda.


Kenapa kembali manggil nyonya sih? sebenarnya apa yang terjadi selama aku pergi?


"Hei..malah ngelamun..Gue laper ini." Zaki membuyarkan lamunan Dinda.


"Ck..yaudah ayo..masuk dari pintu samping."


Dinda berjalan masuk dan...


🌸


🌸


*Maaf ya 2 hari kemarin up nya gak tentu karena anak gadis outhor baru sehat.


terimakasih dukungan nya*.


"

__ADS_1


__ADS_2