
Setelah makan malam dan membersihkan tubuh keduanya kini sibuk dengan ponsel masing-masing.Dinda sibuk berselancar di sosial media dan Dimas sibuk memeriksa email laporan manager minimarket miliknya.
Keduanya duduk bersebelahan tanpa jarak di atas tempat tidur bersandar di kepala ranjang.
Dinda sedang stalking sosial media salah satu pelayan rumah nya.Tutik.Baru saja Tutik upload foto dirinya dan Bi Imah pelayan khusus memasak.Ia pun menekan kolom komentar foto itu.
@Dinda_Lestari1
*Rindu...
Bukannya membalas komentar Dinda melainkan melakukan panggilan video.Dinda terperanjat dan panik seketika.Seharusnya para pelayan takut padanya ini justru ia yang takut.
Dimas memperhatikan Dinda nya menjadi panik begitu menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Kenapa sayang?"Tanya Dimas seraya mengelus pucuk kepala Dinda sesekali di kecup nya.
"ART ku video call Dim,Gimana ni?"jawab Dinda masih dengan kepanikan nya.
"Angkatlah,aku akan diam saja karena masih ada kerjaan yang harus ku selesaikan."
Dimas mengerti kepanikan Dinda nya,ia mengecup pucuk kepala Dinda dan menggeser duduknya agar berjarak dari Dinda nya.
Saat video call tersambung tampak dua orang beda usia di lcd ponsel Dinda dengan senyuman dan tatapan rindu pada Nyonya mereka.
📱Tutik Centil
*Nyonya apa kabar?
📲Nyonya Dinda
*Kok balik nyonya lagi sih? Umur Dinda gak setua panggilan Nyonya Tutik..
Dimas terkekeh mendengar Dinda protes di panggil Nyonya.Dan karena hal itu Dinda menoleh ke arah Dimas mengerucutkan bibir nya.
Dimas menggeser duduknya agar lebih dekat hingga membuat Dinda gelagapan atas perlakuan Dimas.Ia menutupi kamera ponsel walau video call masih berlangsung.
"Sana jauh Dim iihh.."Rengek Dinda sambil mendorong tubuh Dimas agar tergeser walau tetap saja hasilnya nihil.
Dimas tersenyum.
Cup
Satu kecupan mendarat di bibir Dinda nya.Lagi dan lagi Dinda terpaku seakan dirinya beku.Selalu begini jika Dimas beraksi tiba-tiba maupun sudah meminta ijin. Ahh Dimas..boleh di karungin gak sih?
"Jangan diem begitu,ponsel kamu masih tersambung sayang."Dimas berbisik menyadarkan Dinda sedari tadi diam saja.
"Ahh iya iya."Dinda kembali mengarahkan kamera ponsel ke arah nya.
📱Tutik Centil
**Nyonya gak apa-apa?
📲* Nyonya Dinda
*Ya saya gak apa-apa.Gimana kabar di rumah?
Tutik dan Bi Imah saling pandang.
__ADS_1
📱 Tutik Centil
**Anu Nya,lebih baik Nyonya segera pulang.
📲* Nyonya Dinda
*Apa ada masalah di rumah Tik? Suami Dinda baik-baik saja kan Tik?
📱Tutik Centil
**Tuan baik Nya,lebih baik Nyonya segera pulang.Tapi jangan cemas.Semua sehat disini.
📲* Nyonya Dinda
**Dua hari lagi Dinda pulang,kalau begitu uda dulu ya..Dah Bi..dah Tutik.. salam untuk Paman Liyan ya..
📱*Tutik Centil
*Iya Nya..Dah..
Panggilan video selesai segera ia letakkan ponsel nya di atas nakas samping tempat tidur. Ia masuk ke dalam selimut kemudian membalikkan arah tubuhnya ke samping kanan menghadap seseorang di sebelahnya.
Tu muka kok masam begitu,tumben gak peluk aku.Eehh kok cuek?Apa ada masalah kerjaan ya?tapi tadi baik-baik aja kok.Gak mungkin juga kan kerjaan ada masalah aku yang di cuekin?Coba deketin ah..
Dinda mendekati Dimas. Ahh wangi maskulin ini aku suka..
"Dim.."panggil Dinda..
"Hem."jawab Dimas jutek.
"Elus.."rengek Dinda mengarahkan tangan Dimas ke perut buncit nya.
Dimas mengelus dan sesekali mengecup perut buncit Dinda.Dinda tersenyum selalu saja Dimas bisa membuat ia jatuh cinta pada orang yang sama.
Andai kamu datang lebih cepat Dim..
"Dim.."
"Hem."
Tuh kan..ngambek nya sama gue bukan sama anak gue ini.tapi gue salah apa?
"Maaf."Kata Dinda masih tidak tahu apa kesalahannya.
"Kamu gak salah."jawab Dimas singkat.
"Lalu kenapa jadi cuekin aku gini?"
"Enggak,aku hanya menata hati dan menahan rasa sakit saat aku sadar posisi aku di kehidupan kamu Din."Jelas Dimas.
"Maksud kamu apa sih Dim?"Tanya Dinda masih bingung dengan Dimas.
"Aku cemburu."
"Cemburu?"ulang Dinda.
Dimas mengangguk."Iya aku cemburu Din."
__ADS_1
Cemburu sama siapa?tadi video call sama bi Imah dan Tutik.Astaga gak mungkin sama..
"Kamu cemburu karena aku titip salam sama Paman Liyan Dim?"
"Ya enggak lah,udah lah jangan lagi di bahas."
Bukan?atau jangan-jangan karena tanya kabar bang Arga ya?m4mpus dah kalau bener.gawat ini.
Dinda duduk bersandar di kepala tempat dengan Dimas berbaring di sebelah nya.Ia bingung harus bagaimana menjelaskan pada laki-laki sedang berbaring di sebelah nya.
Hening...
Cukup lama keduanya saling diam berkelana dengan pikiran masing-masing.
"Jangan diamkan aku kayak gini Dim,jangan marah."pinta Dinda memecahkan keheningan diantara keduanya.
"Enggak Din,sudah ku katakan aku sadar diri dengan posisiku."
"Jangan katakan itu lagi Dim,aku sakit mendengar itu."
Dimas bangkit duduk berhadapan dengan Dinda nya.
"Maafin aku Dim,aku menanyakan kabar dia karena selama liburan ini memblokir kontak dia dan pengawal ku."
Dimas mengangguk sebagai jawaban.Ia harus mengerti keadaan Dinda nya.Dan ia juga harus mengerti inilah resiko pabila berhubungan dengan seseorang yang sudah menikah.
"Aku mencintaimu Din."
Dinda tersenyum kemudian mengecup ujung bibir Dimas."Aku tahu.."
"Kamu godain aku sayang?"
"Mana ada."
"Tadi cium-cium aku apa namanya kalau bukan godain aku?"
"Iihh bukan godain,Uda ah aku mau tidur,besok aku ingin beli oleh-oleh untuk ART di rumah."
"Baiklah Tuan putri..Mari kita tidur."
"He'em,selamat malam Tuan Muda."
Dimas menarik tubuh Dinda nya agar tertidur dalam pelukan nya.Entah mengapa ia sangat senang memeluk tubuh Dinda nya.Tubuh Dinda nya bagai candu yang akan ia rindukan.
Keduanya saling berpelukan tak dapat memejamkan mata namun saling diam meratapi takdir apa yang akan datang.Tapi keduanya berharap akhirnya takdir itu membawa mereka bersatu selamanya.
*Bolehkah aku sangat sangat berharap waktu liburan ini di perpanjang agar tetap bersama mu Dim?Mengapa kamu datang setelah semua kerumitan ini terjadi?Bolehkah aku serakah untuk menerima cinta tulus mu? tapi kenapa sisi hatiku yang lain mengatakan aku sangat tidak pantas untuk bersanding dengan mu? Takdir...bolehkah aku berharap kau membawa Dimas untukku kelak? Dim..ku harap cinta mu benar-benar tulus dan kuat untuk mempertahankan aku.
Dinda...Sampai sekarang aku masih menyesali mengapa aku tidak datang lebih dulu dari suami mu.Maafkan aku datang terlambat sayang,kelak..akan ku pastikan kamu tak lagi tangis kesedihan di hidup, akan hanya ada kebahagiaan untukmu.
🌸
🌸
Maaf kan emak yang telat up. Emak masih sakit dan anak gadis emak ikutan sakit..
Mohon dukungan like,komen,dan vote ya*..
__ADS_1