PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 75 Memaafkan masalalu


__ADS_3

Hari ini adalah hari ke tujuh rawat inap Dinda di salah satu Rumah Sakit di kota Medan.Sangat membosankan.Itulah kesan yang dapat nilai rasakan.Dan sebentar sore Dinda sudah di perbolehkan pulang.


Dinda sudah mulai bisa lancar berjalan,alat tester sudah di cabut,hanya infus yang masih bertandang di punggung tangan.


Pagi ini adalah hari pertama Dinda bertemu langsung dengan baby boy,anak yang ia kandung,anak yang ia bawa kemanapun dalam kandungan.


Sekali lagi ia mengatakan,ia tidak pernah menyesal kehadiran baby boy dalam hidupnya. Ia menyesali perbuatan keji nya.


Ibu Ayu dan Mama Rahma juga selalu mengawasi gerak-gerik sepasang suami istri ini.Ibu Ayu dan Mama Rahma tidak membiarkan Dinda dan Toni dalam kamar rawat hanya berdua.


Ibu dan Mama mertua itu mengkhawatirkan putri manja mereka akan di makan oleh Bule Gila nan mesum itu.Kedua paruh baya itu sudah menyusun rencana setelah Dinda keluar dari Rumah Sakit.


Dinda sengaja berjalan menuju ruang bayi untuk melatih perut agar terbiasa saat berjalan.


Dinda berhenti melangkah tatkala melihat seseorang yang ia hindari, seseorang yang merusak masa depan,seseorang yang sudah mencampakkan ia dan bayinya.


Tapi mengapa ia disini?di depan ruang bayi?


Toni sadar jika Dinda sudah melihat seseorang itu.Hati Toni bergemuruh,siapa yang tidak kenal dengan seseorang itu?Ia juga mengenali,dia hanya masa lalu Dinda.Ia juga tidak menampik ada rasa cemburu jika memikirkan cara berpacaran bebas Dinda hingga berbuahkan hasil.Baby boy.Tapi lagi,ia percaya pada Dinda jika seseorang itu adalah masalalu.


Toni menggenggam tangan Dinda.


Dinda pun menoleh ke arah Toni dengan raut wajah susah di artikan


"Kenapa berhenti hem?"Tanya Toni lembut dengan senyum sebagai hiasan di wajah Bule itu.


Dinda menggeleng kemudian menunduk."Ada Aril."Jawab Dinda lirih.


Toni mengangkat dagu Dinda.Seketika netra bertemu."Tidak apa,sudah waktunya kamu berdamai dengan masa lalu agar kamu bisa merasa tenang di masa sekarang dan masa depan."


Dinda tersenyum kemudian mengangguk."Kakak benar,boleh Dinda bicara dengan Aril?"


"Bicaralah di depan kakak."Sekali lagi,ia tetap cemburu.


"Sama saja.Baiklah-baiklah."


Setelah Sampai di depan ruang bayi.Toni sengaja berdehem agar orang di dipan Dinda dan Toni sadar atas kehadiran mereka.Benar.Aril tampak terkejut dengan mata terbelalak.

__ADS_1


"Din,aku..aku.."Ternyata Aril tidak memiliki alasan karena sudah tertangkap basah.


"Kita perlu bicara."Tukas Dinda.


Aril mengangguk."Kita duduk disana saja." Aril menunjuk arah tempat duduk di sebelah ruang bayi.


Setelah ketiga orang itu duduk,tidak ada mendahului membuka suara.


"Maaf."Aril mengawali percakapan.


"Maaf untuk kesalahan yang mana Ril?"Sarkas Dinda menahan amarah.


Bohong jika Dinda mengatakan ia tidak marah.Bagaimana tidak?Ia merelakan kesucian harta paling berharga bagi setiap wanita terenggut pada seorang baji ngan yang sudah bersama menjalin kasih 2 tahun lamanya.Ia berpikir Aril tidak akan meninggalkan nya.


Tapi lihatlah,3 bulan Aril menikmati tubuh indahnya setelah itu Aril menghilang bak di telan Bumi.Dan begitu bo doh nya Dinda memaafkan Aril dan setuju bertemu kembali saat sudah kali keberapa purnama berganti.


Dan Dinda rela kembali tubuh nya di nikmati oleh Aril.


Mungkin benar,jika wanita akan cepat luluh pada seseorang yang sudah merebut kesucian nya.Itulah yang di alami Dinda saat itu,ia berpikir jika Aril akan kembali dan bertanggung jawab setelah Dinda lulus sekolah.


Tapi apa yang ia dapat?Sebuah kenyataan menyakitkan.Orang yang ia harapkan telah menikah.Betapa hancur Dinda saat itu,dan lebih menyakitkan sebulan kemudian ia di nyatakan hamil.Sekali lagi Dinda hancur dan sekarang keluarga juga turut hancur mendengar kenyataan yang di alami anak kedua mereka.


Mantan suami Dinda menerima anak nya,dan mendapatkan selingkuhan yang jauh mencintai nya adalah buah termanis dari hasil ujian karma nya.


"Untuk semua nya yang ku lakukan padamu Din."


"Aku sudah memaafkan mu.Tapi jujur,aku masih merasa menyesal untuk apa yang sudah kita lakukan.Bagaimana pun aku juga masih ingin seperti teman-teman ku.Aku masih ingin traveling,nongkrong di kafe,nonton bioskop, jalan-jalan masih banyak lagi.Aku juga ingin bebas seperti mereka."


"Maafkan aku Din,Aku tidak tahu jika aku sudah di jodohkan."


"Ya aku tahu."


"Apa kamu sudah memaafkan aku Din?"Tanya Aril lagi.


"Tentu saja belum.Karena mu aku harus menikahi laki-laki yang baru ku kenal dan setelah menikah aku di paksa berselingkuh. Aku hampir gila memikirkan kegilaan ku sendiri."


Aril terkekeh mendengar perkataan Dinda.Ia tahu jika Dinda saat ini tidak sedang marah,ia hanya mengomel melampiaskan kekesalannya. Dipaksa berselingkuh? Aril sudah tahu siapa yang di maksud Dinda karena ia sudah curiga sejak lama melihat gelagat pengawal Dinda dulu saat Dinda masih di peristri Bos nya.

__ADS_1


"Jangan terkekeh Aril,aku marah padamu saat ini."Dinda cemberut.


"Ayolah Dinda,siapa yang lebih mengenal mu selain aku dan Bapak dari para laki-laki yang ada di hidupmu? Kamu masih betah sama si Bule?"Goda Aril mengerling kan mata dan ia beralih melihat raut wajah Toni sudah memerah.


Dinda mengerti kode dari Aril pun tersenyum penuh arti. "Ya memang hanya kamu yang lebih mengenal ku,tapi kenapa kamu pergi?Coba saja kamu tidak pergi,pasti sekarang kita sedang berbahagia menyambut baby boy."


Toni sudah tidak tahan,ia tidak siap untuk mendengar kisah masa lalu Dinda.Ia pun mengambil tindakan.


Toni mengangkat tubuh Dinda ke pangkuan nya.Dinda yang tidak siap dan terkejut pun menjerit pelan saat mengetahui tangan kekar yang mengangkat nya adalah sang suami.


"Kak.."Pekik Dinda dan ingin mengomel pada sang suami.


Terlambat,bibir Dinda sudah terbungkam oleh bibir Toni.Membuat Dinda tak berdaya,ia terbuai dan membalas nya.Lagi-lagi kedua insan ini melupakan sedang berada dimana dan sedang bersama siapa.


Aril terbelalak dengan mulut menganga,ia selama mengenal surga dunia tidak pernah senekat seperti sepasang insan di depan nya.


"Apa kalian tidak punya tempat?"Tegur Aril.


Dinda dan Toni tersadar.Toni menghapus sisa air liur di sudut bibir Dinda dengan ibu jari. "Masih mau membuat suami mu cemburu hem?"Toni tidak menghiraukan Aril,ia hanya fokus pada Dinda.


Dinda menggeleng."Maaf kak,sudah ayo lihat anak kita."


Dinda berjalan dengan hati-hati berpegangan lengan kekar sang suami.


"Din."Panggil Aril.


"Ya."


"Bolehkah aku juga turut mengasuh boy?"Pertanyaan penuh permohonan itu akhirnya terlontar dari mulut Aril


Dinda dan Toni berhenti melangkah.Dinda menatap mata Aril.Terdapat kesedihan,kecewa,dan permohonan.Bukan lagi tatapan cinta untuknya.Seridaknya Dinda merasa lega.


"Kamu ada masalah?"Dinda tidak memberikan jawaban.Ia bertanya seakan mengerti keadaan mantan kekasih sekaligus ayah kandung boy.Anak mereka.


"Istriku mandul."Aril menunduk.


"Apaa??"

__ADS_1


🌸


🌸


__ADS_2