
Di tusuk-tusuk goa hangat itu menggunakan lid*h.Membuat Dinda mendesah hebat.
Tapi tiba-tiba pintu kamar terbuka saat Toni masih bermain di area kesukaan.Vagi na Dinda.
"Astaga..Anak kurang ajar.."Teriak seorang wanita baru baya di ambang pintu karena terkejut dengan apa yang di lihat.
Dinda dan Toni juga terkejut,sejurus kemudian keduanya menoleh ke arah pintu.Tampak sang Mama berdiri disana.
"Kalian jika ingin seperti itu di kunci pintu.Astaga..Toni mama beri waktu setengah jam."
"Baiklah,mama keluar ya."
Mama Rahma pun keluar.Ia mengusap dada karena terkejut dengan apa yang baru ia lihat.
Gila..gede juga pusaka anak kedua ku,sama seperti milik papa mereka dulu.Tapi syukur lah, itu berarti mereka sudah berbaikan.
Ibu Dinda menghampiri Mama Rahma untuk menanyakan keberadaan Dinda dan Toni.
"Mbak,dimana mereka?"
"Sedang di dalam,mereka sedang menuntaskan masalah.Kita tunggu 30 menit lagi."
Ibu Dinda mengangguk.Ia berpikir maksud dari menuntaskan masalah itu adalah masalah yang diceritakan sang anak pagi tadi.
Di dalam kamar,sepasang suami istri itu masih berbalut kenikmatan.Belum tampak ingin mengakhiri permainan.
"Kak..sini Dinda tuntaskan..acara kita akan di mulai.."
"Biar kakak saja,kamu akan lelah nanti." Toni memulai menggenggam pusaka nya sendiri.Memaju mundurkan tangan.Ia hadapkan pusaka nya di depan vagi na sang istri.Berfantasi sedang bersenggama di dalam sana.
Sesekali gesekan terasa di kedua alat tempur itu.Sepasang suami istri itu berfantasi liar agarencapai kepuasan.
20 menit kemudian,gerakan tangan semakin cepat pertanda akan mencapai puncak permainan.
"Dinda.."Panggil Toni dengan suara erangan.
Dinda tersenyum.Hal inilah yang ia tunggu,Suami nya tampak sangat perkasa dengan panggilan sensual untuk nya.
Dinda duduk dan membungkuk karena sang suami hanya bertumpu dengan kedua lutut.
Ia kul*m dan memainkan lidah di dalam nya kembali di pusaka itu menunggu lahar kenikmatan memenuhi rongga mulutnya.
__ADS_1
Di remas-remas rambut Dinda dengan satu tangan dan satu tangan masih berada di pusaka milik nya.
"Ah sayaaang..."Erang Toni sembari mendongakkan kepala.
Keluarlah lahar kenikmatan dari pusaka Toni ke dalam rongga mulut Dinda.Dengan suka rela Dinda menelan habis lahar kenikmatan itu.
Toni duduk berhadapan dengan Dinda.Di usap sudut bibir sang istri terdapat sisa kenikmatan.
Toni mengecup kening Dinda.
"Terimakasih,I Love you."
Dinda mengangguk."I start to love you. Keep giving your love until I really love you. I hope I didn't disappoint you.(Aku mulai mencintaimu. Teruslah beri cintamu hingga aku benar-benar mencintaimu. Aku berharap aku tidak mengecewakanmu.)"
"Sekarang kita mandi ya,kita sudah sangat terlambat."Toni tersenyum
Dinda terkekeh.Benar.Disini yang punya acara adalah Dinda dan Toni tetapi meraka yang terlambat.
"Mau kakak gendong?"Tawar Toni.
Dinda hanya mengangguk dan Toni langsung menggendong Dinda.Keduanya mandi bersama.Benar-benar mandi bersama tanpa embel-embel.
*****
Sudah satu jam setengah mereka menunggu.
"Dasar Bule gila..awas saja jika anak kesayangan ku kamu apa-apa kan."Ibu Dinda mengumpat menantu Bule nya itu.
"Dasar anak kurang ajar...Dasar tidak ingat waktu.Buat malu saja."Umpat sang Mama pada anak kedua nya itu.
"Bu,Dinda kemana sih lama sekali?"Tanya mbak Kinanti sudah mulai kesal dengan sang adik nya itu.
Yang di tunggu-tunggu akhirnya tiba,Tapi keduanya tampak cemberut tapi tetap berjalan dengan bergandengan tangan.
"Ada apalagi mereka ini?Bukan kah tadi sudah dapat jatah.Ya ampun membuat pusing saja."Gerutu Mama Rahma.
"Benar Mbak,saya juga pusing melihat tingkah keduanya."Sambung Ibu Dinda.
Dinda dan Toni mendekati Ibu Ayu dan Mama Rahma.
"Ibu.."Rengek Dinda.
__ADS_1
"Kenapa lagi?"Ibu Ayu sudah kesal karena keterlambatan mereka di tambah wajah cemberut mereka.
"Lihat apa yang sudah di lakukan kak Toni." Dinda membuka kain yang menutupi bagian atas tubuh Dinda.
Ibu Ayu dan Mama Rahma terbelalak melihat tanda kepemilikan yang di ciptakan suami Dinda.Toni.Si Bule Gila.
Bukan hanya Ibu Ayu dan Mama Rahma terbelalak disana.Mbak Kinanti juga tampak menganga disana.Bahkan ia sampai berpikir bahwa suami nya tidak pernah menciptakan tanda kepemilikan sampai sebanyak yang ia lihat di tubuh perempuan di depan nya.Namun sialnya perempuan itu adalah adik manja nya.
Bagaimana tidak terkejut bila melihat tubuh Dinda,di pipi Dinda kanan dan kiri tampak tanda kepemilikan disana,di leher lebih dari dua tanda,pundak apalagi.Lebih parah di atas payu dara Dinda.
"Dasar anak kurang ajar,kalau begini Dinda yang malu."Mama Rahma menjewer telinga anak kedua nya itu.Ia tidak habis pikir bahwa anak nya ini sangat mesum.
"Aduh duh ampun Ma..Aku hanya tidak terima tubuh istriku di lihat banyak orang."Toni membela diri dan mengungkapkan maksud dari apa yang ia perbuat.
"Sudah mbak,biar Dinda tutupi pundak dan leher menggunakan kain yang lain.Ayo kita mulai saja acaranya sebelum Maghrib harus sudah selesai."
Acara siraman pun di mulai dari Nenek,kemudian Bapak dan Ibu Dinda,di susul Mama Toni,kemudian Bu'de dan Pak'de Dinda, Om dan Tante,Pak'le dan Buk'le,Mbak Kinanti dan Bang Rizky.
Kak Tara?Ia masih diam menyaksikan acara tersebut.Lalu apa yang di lakukan para sepupu Dinda?mereka berebut untuk ikut memandikan sepasang suami istri ini.Bukan,lebih tepatnya memandikan suami Dinda.
Dinda bolak-balik berdecak sebal melihat kelakuan para sepupu nya.Sebenarnya para sepupu Dinda juga ingin kenal dan foto bareng dengan Tara,Namun sebelum mereka berbicara sudah di tatap tajam bak elang oleh Tara.Jadilah mereka tidak mendekati Tara.
Toni sendiri risih dengan perlakuan para sepupu Dinda,tapi ia tidak ingin di nilai buruk oleh keluarga istri nya.
"Kakak.."Panggil Dinda mulai geram.
"Apa sih Din,jangan pelit dong..kamu kan setiap hari lihat suami mu."Protes salah satu sepupu Dinda.
"Pergi atau Dinda berulah ini."Ancam Dinda.
Toni benar-benar tidak bisa bergerak dari kerumunan sepupu perempuan Dinda,setiap ia akan bangkit selalu di tarik kembali duduk di antara mereka.
"Baiklah.."Dinda bangkit berjalan menuju seseorang.
Dinda berjalan menggunakan lilitan kain batik dan satu kain batik lagi untuk menutupi leher dan pundak nya dalam keadaan kain basah karena prosesi pemandian tadi kearah Tara.
Dinda tidak bermaksud menggoda Tara,ia hanya sedang menguji Toni lebih memilih duduk di kerumunan itu atau mengejar dia.Tapi beberapa langkah lagi sampai di depan kakak ipar nya ini Toni belum juga tampak mengejar.
*****!!Sialan kamu Toni.
🌸
__ADS_1
🌸
Sepertinya Dinda ikutan gila kayak si bule*.