PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 86 Kesibukan Mommy muda


__ADS_3

Sinar Matahari telah menghangatkan setiap insan di muka Bumi.Tapi tidak dengan Ibu muda ini.Ia mengawali hari dengan panas.Ya panas hati karena ulah Toni.Suaminya.


Seperti biasa dimana-mana,hari Senin adalah hari tersibuk untuk tiap minggunya.


"Kak,lihat udah siang.."Rengek Dinda saat baru saja selesai dengan kegiatan panas mereka di kamar mandi.


Tadi di kamar mandi,saat Dinda baru saja menanggalkan seluruh pakaian di tubuhnya tiba-tiba Toni masuk dengan keadaan polos hingga terjadilah olahraga panas di kamar mandi.


Toni hanya tertawa mendengar rengekan Dinda.


"Sudah siap-siap sana."


Dinda pun keluar kamar mandi,ia menyiapkan pakaian suaminya.Jas,kemeja,dasi,celana panjang,celana da lam,kaus kaki.


"Astaga..sudah siang."Dinda pun dengan cepat memilih pakaian untuk di gunakan kuliah.


Dinda memutuskan memakai kemeja putih garis-garis.Celana jeans.Rambut ia ikat kuncir kuda,tidak lupa ia memakai kalung dan anting sebagai pelengkap penampilan nya.


Saat Dinda masih memakai lipbam Toni keluar dari kamar mandi dengan handuk melilit di pinggang nya.


Toni menghampiri Dinda dan memeluk dari belakang.


"Kenapa cantik sekali hm?"Tanya Toni meletakkan dagu di bahu Dinda.


Dinda pun membalikkan tubuh hingga berhadapan dengan Toni.


"Cantikan mana saat Dinda pakai lingerie?"Dinda tersenyum nakal mendongak menatap Toni.


Toni menarik hidung Dinda dengan gemas kemudian membungkuk mengecup bibir Dinda yang menjadi candu.


"Keduanya sama-sama cantik sayang,aku tidak rela kamu keluar rumah."


"Jangan seperti itu sayang,aku harus kuliah.Mau ku bantu berpakaian?"Tawar Dinda.


Toni mengangguk sebagai jawaban.Seketika Toni seperti patung hidup yang hanya menerima apapun yang di kenakan Dinda.


"Selesai.."Dinda tersenyum bangga saat melihat Toni sudah rapi karena ulahnya.


"Kamu semakin pintar sayang."Puji Toni mengecup kening Dinda.


Dinda beranjak untuk mengambil sisir.Kemudian ia naik ke tempat tidur agar bisa menyisir rambut Toni.


"Ini Dinda yang pendek atau kakak yang ketinggian sih.."Dumel dinda.


Toni hanya terkekeh tanpa menjawab dumelan Dinda. "Sudah selesai?"


"Belum,sebentar."Dinda turun untuk mengambil parfum Toni lalu menyemprot parfum di daerah yang Dinda suka.


"Oke sempurna.Bayi besar selesai sekarang gantian bayi beneran."


"Kakak bayi besar?"


"Ya."Jawab Dinda singkat seraya menggandeng lengan Toni keluar kamar.


Saat berada di meja makan,Dinda mendapati baby El sedang di gendong pengasuh barunya.


Toni duduk di meja makan menanti sarapan yang masih di susun Bi Jubaidah.


Dinda menghampiri "Kamu keponakan Bi Jubeh?"


"Iya Nyonya."Jawab Pengasuh El merasa takut.

__ADS_1


Dinda berdecak sembari melihat ke arah suaminya.


"Kak,bisakah panggilan Nyonya di ubah?Dinda terlihat tua dengan panggilan itu."


Toni menggeleng."Biasakan diri sayang,karena kamu Nyonya di rumah ini dan juga di mansion Jakarta."


Dinda cemberut "Yasudah,stok ASI masih cukup atau nggak ya sus?Nama kamu siapa?"


"Stok ASI hanya sampai siang Nyonya.Nama saya Maya."Jawab Maya gugup karena Dinda bicara dengan wajah cemberut.


Toni menyadari Dinda yang cemberut dan juga berakibat pada pengasuh baby El bicara takut pada Dinda.


"Jangan cemberut gitu sayang,suster El jadi takut karena kamu."


Dinda pun menatap suster Maya merasa bersalah."Maaf sus,saya bukan bermaksud begitu.Sini El biar saya kasih ASI dan tolong ambilkan alat pompa ASI ya sus."


Dinda ingin mengambilkan makanan untuk Toni dalam keadaan menggendong baby El langsung di cegah Toni.


"Mau ngapain?"


"Mau ambilin kakak makan."


"Kamu duduk segera kasih El ASI,biar kakak ambil sendiri."


"Tapi beneran kakak nggak apa-apa ambil sendiri?"Dinda memastikan karena ia juga ingin melayani sang suami.


"Iya tidak apa-apa."Toni pun mengambil sarapan.


Suster Maya datang dan memberikan alat pompa ASI pada Dinda."Ini Nyonya."


"Terimakasih sus."Jawab Dinda tersenyum dengan tulus.


"Kak,bisa minta tolong?"


"Bantu Dinda pasangin alat pompa nya."Ucap Dinda penuh permohonan.


Toni mengangguk serta memasangkan alat pompa ASI."Kamu tidak sarapan?"


"Nanti setelah ini selesai kak."jawab Dinda sambil melihat El yang sedang asik menyedot ASI nya.


"Aaaaak...."Toni menyodorkan sesuap nasi.


Dinda tersenyum kemudian membuka mulut menerima suapan Toni.


"Terimakasih."


Dinda menatap lekat Toni dengan mulut terbuka ketika Toni menyuapkan makanan.


Bagaimana bisa aku meninggalkan mu kak?cinta mu begitu besar padaku.Maaf hingga kini hatiku masih terbagi.


"Sudah habis."


"Dinda juga udah selesai,El juga udah tidur."


Toni membantu membuka alat pompa ASI dan Dinda memberikan baby El pada suster Maya.


Dinda merapikan pakaian yang terlihat berantakan.


"Ayo berangkat kak,Dinda kuliah pagi."


Toni mengangguk sembari menggenggam tangan Dinda berjalan keluar rumah.

__ADS_1


"Bi Jubeeehh Dinda berangkat ya,titip rumah jangan biarkan pindah-pindah dan juga titip El pacar baru Dinda."Tutur Dinda saat melihat Bi Jubaidah sedang membersihkan taman di depan rumah.


"Apa-apaan El pacar baru kamu.Tidak boleh,kamu hanya milik kakak."


"Hei Bule,kau lupa El itu tampan dan masih muda?"


Bi Jubaidah melihat adu mulut sepasang suami istri itu hanya bisa menggeleng kepala.Ia merasa lucu dengan Tuan dan Nyonya barunya. Sangat unik.


"Kakak lebih tampan."


"Sudahlah,Dinda cuma mau minta uang cash kak."


Toni membuka pintu mobil untuk Dinda kemudian membuka pintu untuknya.


Toni merogoh saku celana mengambil dompet dan menyerahkan pada Dinda.


"Kenapa sedompet yang kakak kasih?"


Dinda membuka isi dompet seketika matanya terbelalak,bola matanya serasa hendak melompat saat melihat isi dompet suaminya.


"Untuk Dinda semua?yakin?Tapi Dinda udah punya 3 kartu sakti jadi Dinda ambil 5 lembar aja ya.."


"Terserah kamu sayang."


Toni pun melajukan mobil menembus jalanan kota Medan menuju kampus Dinda.


"Dinda berangkat ya.."Ucap Dinda setelah mobil berhenti di depan kampus Dinda.


Dinda meraih tangan kanan Toni mencium punggung tangan salam takzim kemudian Dinda mengecup pipi dan bibir Toni.


"I Love You Bule gila."Dinda membuka pintu mobil dan berlari ke dalam area kampus.


Toni tertegun mendengar kalimat cinta dari Dinda.3 kata yang ia tunggu selama ini.


Benarkah yang ia dengar?


Istrinya menyatakan cinta?


Selama ini ia hanya mendapat kalimat "Aku mulai mencintaimu atau aku tahu"


****


Di sepanjang jalan Toni mengembangkan senyuman.Mengapa tidak?Istri kecilnya penuh kejutan.


Perubahan yang Dinda berikan untuk nya sungguh membuat ia bahagia.


"Selamat pagi Tuan."Sapa salah satu staf resepsionis.


Toni mengangguk dan tersenyum."Pagi."


Kedua resepsionis itu melongo heran karena baru kali ini sapaan mereka di jawab dengan senyuman dan suara dari Tuan Toni.


"Itu tadi beneran Tuan Toni kan?"


"Ya."


Keduanya sama-sama sedang memandang punggung Toni yang akan menghilang di balik lift.



🌸

__ADS_1


TBC


__ADS_2