PENYESALAN DINDA

PENYESALAN DINDA
Episode 63 Bolehkah aku memilikimu seutuhnya?


__ADS_3

"Kakak..."Pekik Dinda saat di cium tiba-tiba.


"Mumpung sepi sayang..Kayak lagi pacaran diam-diam masa ABG kan?"Toni tersenyum.


"Apaan coba?Ingat umur kak..Kakak sudah tidak pantas jadi ABG lagi, yang ada Dinda lah cocok karena masih ABG"Dinda tergelak dengan apa yang di ucapkan sang suami.


Toni terdiam,ia tidak terima dengan perkataan sang istri.Apa benar ia sangat tua jika bersanding dengan istrinya?Toni murung seketika.


Dinda menyadari perubahan raut wajah sang suami."Hei..Kakak kenapa?"


"Apa kakak setua itu Din?Apa kamu malu jika menikah dengan kakak?"Toni menatap sendu Dinda.


"Siapa bilang?Kakak itu laki-laki dewasa,Dinda suka apalagi saat di atas tempat tidur." Dinda mencoba mengalihkan pikiran sang suami.


Tapi sepertinya cara Dinda salah kali ini.


"Oh ya? Kalau begitu ayo kita di kamar saja sayang jika itu membuat kamu suka dengan kakak."Wajah Toni seketika berubah sumringah. Jika urusan di atas tempat tidur ia pun tidak akan menolak,ia sangat ketagihan dengan layanan sang istri.


Dinda gelagapan.Ia baru menyadari kesalahannya.Suami baru nya ini adalah si Bule Gila dengan ke mesuman yang tinggi.


"Tidak mau."


"Lihatlah,kamu berbohong tadi,kakak tahu kalau kakak tidak pantas bersanding dengan mu.Yang pantas adalah mereka yang masih muda,contoh nya Dimas.Iyakan?" Seketika keadaan menjadi serius.


Dinda masih terdiam,ia mengakui jika ia sudah mulai membalas cinta sang suami,tapi ia tidak menampik kebenaran jika Dimas masih berada di hati nya.Tapi bukan berarti ia tetap beringinan untuk bisa hidup bersama dengan Dimas.Dinda telah memutuskan untuk hidup bersama sang suami.Toni.


"Bukankah kita sama kak?bukankah kakak masih hidup bayang-bayang masa lalu kakak? Bukankah Dinda hanya sebagai batu loncatan dari rasa sepi kakak atas kepergian tunangan kakak?"


Lagi-lagi keduanya terdiam.Dinda dan Toni tidak menyela atas apa yang di katakan keduanya tadi karena hal itu adalah kebenaran.


Masih sama-sama memandang lurus dengan pemikiran masing-masing.


"BOLEHKAH AKU MEMILIKIMU SEUTUHNYA?" Kalimat itu keluar dari mulut sepasang suami istri tengah duduk.


Dinda dan Toni saling menatap.Tatapan mereka terkunci.Tidak tahu siapa yang memulai,kini bibir keduanya sudah bersatu,cukup lama hingga mengeluarkan suara kecapan.


Beruntung ruang tamu sore itu tampak sepi.Beberapa saat kemudian keduanya melepaskan pangutan.


"Jadilah milik kakak Din.." Toni menatap sang istri dengan serius.


"Tetaplah selalu beri Dinda cinta kakak hingga Dinda lupa pernah mencintai laki-laki lain." Jawab Dinda tegas.

__ADS_1


"Kakak tahu, Dinda merasa cemburu kakak masih cinta dengan mantan tunangan kakak. Dinda tidak terima jika harus hidup dengan seseorang yang masih dengan bayang-bayang masa lalu nya.Bolehkah Dinda egois kak?"Sambung Dinda lagi.


"Tidak sayang,hati dan cinta kakak sekarang hanya tertuju pada mu,masalah folder foto itu memang kakak belum mengganti nya karena kakak jarang pegang ponsel jika tidak bersangkutan dengan pekerjaan dan kamu saja."


Dinda tersipu malu,benarkah sang suami seperti itu?apa apaan ini,mengapa Dinda merasakan pipi nya panas saat ini.


"Lalu bagaimana kamu dan Dimas Din?" sambung Toni lagi.


"Apapun yang terjadi, Dinda tetap akan bersama kakak..Asal tidak ada wanita lain lagi di hidup kakak.Jika itu terjadi,maka saat itu juga Dinda pergi."


"Tidak akan sayang."


"Kamar yuk."Ajak Toni.


"Ngapain?ini masih sore kak, Dinda capek." Tolak Dinda


Toni mengerutkan alis,kalau capek ya istirahat di kamar bukan?kenapa istrinya berkata begitu.


Toni tersenyum saat mengerti apa yang di ucapkan sang istri.Toni mencondongkan wajah ke arah sang istri.


Dinda mendadak terpaku. Ada apa denganku?jantungku,apa maksud tatapan suami gila ku ini?nafasku terasa sesak karena jantung ini.


Toni tersenyum melihat ekspresi wajah istrinya. Sangat menggemaskan.Toni tidak tahan segera menggigit dagu lancip Dinda.


Toni tergelak,suara tawa nya menggelegar di ruang tamu tersebut,sedangkan Dinda menatap suaminya merengut.


Setelah tawanya berhenti,Toni memeluk sang istri.Di arahkan kepala sang istri berada di dadanya.


"Sayang,bolehkah kakak meminta sesuatu padamu?"


Tampak Dinda mengangguk disana.


"Mengaduhlah pada kakak apapun yang terjadi,apapun yang kamu rasakan ceritakan pada kakak,jangan ada yang kamu tutupi dari kakak.Bergantunglah pada kakak."


Dinda mendongak menatap sang suami.


"Termasuk apa yang Dinda rasakan pada Dimas?" Ia hanya memancing reaksi suaminya.


Toni mengangguk."Apapun itu sayang.."


"Baiklah.."

__ADS_1


*****


Di kamar Hotel di kota Balikpapan,terlihat laki-laki dewasa hanya menggunakan handuk yang terlilit di pinggang.Laki-laki bertubuh tinggi atletis,perut kotak-kotak bak roti sobek,dada bidang sangat-sangat pelukable,dengan alis tebal dan tatapan tajam bak elang.


Laki-laki itu duduk di sofa sambil menghisap rokok yang terkapit di jarinya.


"Katakan.."Ucap laki-laki itu pada asisten pribadinya.


"Nyonya muda kedua berumur 19 tahun,Sekarang sedang cuti kuliah,Nyonya muda kedua kuliah di UMA Medan.Alumni dari SMA NUSA INDAH.Saat SMA Nyonya muda kedua hanya memiliki satu sahabat bernama Sari.Nyonya muda kedua dan sahabatnya saat SMA memiliki kekasih dan mereka terjun ke pergaulan bebas.Keduanya ketahuan hamil saat sudah selesai melaksanan ujian nasional.Setelah kelulusan Nyonya muda dan sahabat nya menikah.Tapi Nyonya muda bukan menikah dengan kekasihnya yang menghamili."


Sang asisten menjeda bicaranya.Capek juga bicara panjang lebar bukan?


Laki-laki itu menyimak informasi yang diberikan asisten pribadinya dengan menghisap rokok yang hampir habis itu.


"Nyonya muda kedua menikah dengan teman suami Sari sahabat Nyonya muda kedua bernama Arga Firmansyah pemilik diskotik terkenal di Medan dan beberapa di kota besar di Sumatera Utara,Malaysia,dan Singapura."


"Cukup kaya."Ucap laki-laki itu kemudian menghisap rokoknya lagi.


"Lanjutkan."


"Setelah menikah Nyonya muda kedua baru mengetahui mantan kekasih yang menghamili Nyonya adalah asisten pribadi Tuan Arga."


"Kehidupan yang rumit."gumam laki-laki itu masih terdengar oleh asisten pribadi.


"Lanjutkan."


"Tapi Nyonya tidak menggubris kehadiran mantan kekasihnya itu.Dan Nyonya di rumah Tuan Arga sangat baik pada para pelayan,bahkan pelayan disana di panggil Nyonya Paman atau Bibi,Pelayan disana sangat menyukai Nyonya muda kedua Tuan. Nyonya muda kedua tidak pernah mau di panggil sebutan Nyonya di rumah Tuan Arga."


Laki-laki itu berhenti menghisap rokok saat mendengar penjelasan perkataan terakhir asisten pribadi nya itu.


"Kenapa tidak mau?"Ia cukup heran.


"Nyonya memberi jawaban yang sama jika para pelayan bertanya alasan apa yang membuat tidak ingin di panggil Nyonya." Lagi-lagi Asisten pribadi ini berhenti sejenak untuk menarik nafas dalam-dalam.


"Apa?"Laki-laki itu sedikit membentak karena ia juga penasaran alasan apa yang membuat wanita yang di bicarakan mereka tidak suka di panggil Nyonya.Bukankah wanita suka di hormati?


"Karena...


🌸


🌸

__ADS_1


Maaf ya,episode 60 bolak-balik di tolak,karena terlalu vulgar 😁 uda outhor revisi loh,tapi masih di tolak.. dan sekarang masih di review.Semoga kali ini berhasil.


__ADS_2